KFC Indonesia Merugi Rp 557 Miliar, 47 Gerai Sudah Ditutup

Tangkapan layar postingan Instagram terkait KFC Indonesia/ IG @inaupdated24
AVNMEDIA.ID - Kerugian dialami salah satu pemegang merek franchise KFC di Indonesia, PT Fast Food Indonesia.
Setidaknya, hal itu tercermin dari laporan keuangan Kuartal III perusahaan tahun 2024, dilansir redaksi pada Sabtu (9/11/2024).
Perusahaan dengan kode saham FAST itu mendapat totoal kerugian Rp 557,08 Miliar.
Imbas rugi, 47 gerai KFC di Indonesia pun dilaporkan sudah ditutup.
Jika dibandingkan dengan kerugian tahun lalu, angkanya lebih bengkak lagi,
Sebelumnya di 2023, kerugian yang dialami FAST adalah Ro 152,41 Miliar.
Ini berarti lonjakan kerugian pada tahun ini melebihi 250 persen.
Dua faktor dinilai menjadi sebab kerugian KFC di Indonesia.
Pertama adalah proses pemulihan dari pandemi COVID-19.
Kedua adalah imbas dari konflik di Timur Tengah. KFC, diketahui juga jadi salah satu sasaran gelombanhg boikot di tengah masyarakat yang mendukung Palestina.
"Kondisi ini merupakan dampak berkepanjangan dari pemulihan Grup dari pandemi COVID-19, di mana penjualan belum mencapai tingkat yang diharapkan oleh manajemen, dan situasi pasar memburuk akibat dampak dari Krisis Timur Tengah. Dua masalah ini telah berdampak negatif terhadap hasil Grup untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024," tulis manajemen dalam laporan keuangan.
Saat ini, melansir dari laporan yang sama, per 30 September 2024, gerai KFC yang masih beroperasi di Indonesia adalah sejumlah 715 gerai.
Sementara itu, untuk karyawan, per 30 September 2024, grup usaha FAST memiliki 13,715 karyawan.
Angka ini jika dibandingkan pada 31 Desember 2023 dengan 15.989 karyawan, berarti ada penurunan jumlah karyawan sebanyak 2.274 orang. (jas)