Kecemasan Kelekatan Dapat Pengaruhi Kesehatan Seksual, Kok Bisa?
Kenali Apa Itu Kecemasan Kelekatan
ILUSTRASI - Kecemasan kelekatan memengaruhi keputusan seksual dan risiko hubungan menurut psikologi (Foto: Canva)
AVNMEDIA.ID - Keputusan seseorang dalam hubungan seksual ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh situasi atau dorongan sesaat, tetapi juga oleh cara ia memandang dirinya sendiri.
Psikologi menyebut kondisi ini berkaitan dengan kecemasan kelekatan (attachment anxiety), yaitu rasa takut tidak cukup dicintai atau ditinggalkan oleh pasangan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecemasan kelekatan berperan besar dalam keputusan seksual, termasuk dalam hal keamanan dan risiko yang diambil seseorang.
Apa Itu Kecemasan Kelekatan?
Kecemasan kelekatan adalah pola emosional yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan akan penolakan, ketidaklayakan diri, atau kehilangan hubungan.
Individu dengan kondisi ini cenderung menilai nilai dirinya berdasarkan penerimaan pasangan.
Dalam konteks hubungan, rasa takut kehilangan sering kali membuat seseorang mengorbankan kebutuhan pribadi demi mempertahankan kedekatan emosional.
Hubungan Kecemasan Kelekatan dan Keputusan Seksual
Penelitian psikologi menemukan bahwa individu dengan kecemasan kelekatan tinggi lebih berisiko mengambil keputusan seksual yang kurang aman.
Hal ini kerap dipicu oleh keyakinan bahwa menurunkan batasan atau mengabaikan perlindungan merupakan bentuk komitmen dan kepercayaan dalam hubungan.
Alih-alih didasarkan pada kenyamanan dan kesepakatan sehat, keputusan tersebut sering muncul dari dorongan untuk membuktikan nilai diri di mata pasangan.
Ketika Rasa Aman Disalahartikan sebagai Pengorbanan
Banyak orang tanpa sadar mengaitkan keintiman dengan pengorbanan diri.
Dalam hubungan yang dilandasi kecemasan, seseorang bisa percaya bahwa semakin besar pengorbanan yang dilakukan, semakin kuat pula ikatan yang terbangun.
Sayangnya, pola pikir ini dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan seksual dan emosional, karena keputusan diambil bukan dari kesadaran diri, melainkan dari ketakutan akan penolakan.
Faktor Emosional yang Memperbesar Risiko
Kecemasan kelekatan juga dapat berkaitan dengan perilaku impulsif dalam hubungan, termasuk penggunaan zat atau kebiasaan lain yang dianggap mampu meningkatkan kedekatan emosional.
Keyakinan bahwa “hal ini membuat hubungan terasa lebih dekat” sering kali menjadi pembenaran atas perilaku berisiko.
Padahal, kedekatan emosional yang sehat justru dibangun dari rasa aman, kejujuran, dan komunikasi yang setara.
Cara Mengurangi Dampak Kecemasan Kelekatan
Psikolog menekankan pentingnya menyadari pola pikir yang berakar dari kecemasan kelekatan.
Meski pola ini relatif stabil, perubahan tetap memungkinkan melalui pengalaman hubungan yang sehat, konsisten, dan saling menghargai.
Mengembangkan keterampilan relasi, menetapkan batasan yang jelas, serta membangun rasa percaya diri dapat membantu seseorang mengambil keputusan seksual yang lebih aman dan selaras dengan nilai diri.
Kesimpulan
Cara seseorang menilai dirinya sendiri memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan seksual.
Ketika keputusan diambil untuk mempertahankan hubungan, bukan berdasarkan kenyamanan dan keamanan pribadi, risiko pun meningkat.
Menyadari peran kecemasan kelekatan dan menantang keyakinan yang merugikan diri sendiri menjadi langkah penting menuju hubungan yang lebih sehat, baik secara emosional maupun fisik.
(apr)



