Jamie Foxx dan Wendell Pierce Kecam Insiden Ujaran Rasis di BAFTA, Begini Kronologi Insiden John Davidson...
Kronologi Insiden John Davidson di BAFTA
SELEBRITI - Michael B. Jordan dan Delroy Lindo dalam BAFTA Awards (Foto: Getty Image)
AVNMEDIA.ID - Aktor Hollywood Jamie Foxx dan Wendell Pierce secara terbuka mengecam insiden ujaran rasis yang terjadi dalam ajang BAFTA Awards.
Peristiwa tersebut melibatkan aktivis sindrom Tourette, John Davidson, yang meneriakkan kata berkonotasi rasial saat Michael B. Jordan dan Delroy Lindo tampil di atas panggung.
Insiden ini memicu reaksi keras dari sejumlah figur publik dan kembali memicu perdebatan soal penanganan ujaran rasis dalam acara berskala internasional.
Kronologi Insiden John Davidson di BAFTA
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 22 Februari, saat BAFTA digelar di London.
John Davidson, 54 tahun, hadir untuk mendukung film I Swear, yang diangkat dari kisah hidupnya sebagai penyandang sindrom Tourette.
Saat Michael B. Jordan dan Delroy Lindo membacakan nominasi untuk kategori Best Visual Effects, terdengar teriakan kata berkonotasi rasial dari arah penonton.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa sepanjang acara juga terdengar sejumlah teriakan lain.
Sindrom Tourette diketahui dapat menyebabkan tic verbal maupun fisik secara tidak disengaja. Namun, insiden tersebut tetap menuai kontroversi luas.
Reaksi Wendell Pierce
Wendell Pierce menyampaikan kekecewaannya melalui media sosial X.
Ia menilai bahwa respons pertama yang seharusnya muncul adalah permintaan maaf tegas kepada Michael B. Jordan dan Delroy Lindo.
Menurut Pierce, apa pun alasannya, ujaran rasis tidak dapat dibenarkan.
Ia menegaskan bahwa penghinaan terhadap para aktor tersebut harus menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden.
Jamie Foxx Ikut Bersuara
Jamie Foxx juga memberikan komentar keras di media sosial. Ia menilai insiden tersebut sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima” dan mempertanyakan pembelaan terhadap pelaku.
Pernyataan dari dua aktor senior ini semakin memperbesar sorotan terhadap BAFTA dan penyelenggara acara.
Tanggapan BAFTA dan BBC
Pembawa acara BAFTA, Alan Cumming, sempat menjelaskan kepada penonton bahwa film I Swear membahas pengalaman individu dengan sindrom Tourette, termasuk kemungkinan munculnya ucapan spontan.
Namun, Delroy Lindo kemudian mengungkapkan bahwa ia berharap ada perwakilan BAFTA yang berbicara langsung kepadanya dan Michael B. Jordan setelah kejadian tersebut.
Sementara itu, BBC menyampaikan permintaan maaf karena momen tersebut tidak diedit dari siaran tunda di BBC One dan sempat muncul di layanan BBC iPlayer sebelum akhirnya dihapus.
Dalam pernyataannya, BBC menyebut bahwa bahasa yang terdengar berasal dari tic verbal yang tidak disengaja dan tidak dimaksudkan sebagai tindakan ofensif.
Meski begitu, pihak penyiar mengakui seharusnya bagian tersebut telah disunting sebelum tayang.
John Davidson dan Film I Swear
John Davidson diketahui mulai mengalami gejala sindrom Tourette sejak usia 12 tahun.
Film I Swear yang diputar di BAFTA diangkat dari kisah hidup dan pengalamannya menghadapi kondisi tersebut.
Meski demikian, insiden di BAFTA tetap menjadi sorotan utama dan memunculkan perdebatan luas tentang sensitivitas, tanggung jawab penyelenggara acara, serta perlindungan terhadap tamu undangan dari ujaran rasis.
Sorotan Publik terhadap BAFTA
Kasus ini menjadi pukulan bagi BAFTA yang dikenal sebagai salah satu ajang penghargaan film paling bergengsi di dunia.
Reaksi dari Jamie Foxx dan Wendell Pierce memperlihatkan bahwa komunitas industri hiburan tidak tinggal diam terhadap isu diskriminasi rasial.
Hingga kini, perdebatan soal bagaimana insiden tersebut ditangani masih terus berlangsung di media sosial dan berbagai platform pemberitaan internasional.
(apr)




