Ini CCRC, Perusahaan Asal China yang Produksi Kereta Tanpa Rel untuk IKN Tapi Tak Lolos Uji Coba

Postingan Instagram CRRC/ IG @crrc_global

Dari perusahaan-perusahaan itu, total karyawan yang dimiliki CRRC adalah lebih dari 170.000 karyawan.

CRRC menyatakan bahwa pihaknya adalah pemasok peralatan angkutan kereta api terbesar di dunia dengan lini produk terlengkap dan teknologi terdepan.

Bisnis utamanya meliputi R&D, desain, manufaktur, perbaikan, penjualan, penyewaan, dan layanan teknis untuk kereta api, kendaraan angkutan kereta api perkotaan, mesin teknik, semua jenis peralatan listrik, peralatan dan suku cadang elektronik, produk listrik dan peralatan perlindungan lingkungan, serta layanan konsultasi, investasi dan manajemen industri, manajemen aset, dan impor dan ekspor.

Dalam pengembangan inovasi teknologi, perusahaan telah membangun platform teknologi peralatan angkutan kereta api dan basis manufaktur terkemuka di dunia.

Produk kelas dunianya seperti kereta berkecepatan tinggi, lokomotif berdaya tinggi, truk kereta api, dan kendaraan angkutan kereta api perkotaan dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan geografis yang kompleks dan memenuhi beragam kebutuhan pasar.

"Kereta cepat yang diproduksi oleh CRRC telah menjadi salah satu permata mahkota Tiongkok untuk memamerkan pencapaian pembangunan Tiongkok kepada dunia," demikian sebagaimana dilansir dari situs resmi perusahaan.

"Di masa mendatang, misi kami adalah menghubungkan dunia melalui mobilitas yang lebih baik, dan tujuan kami adalah untuk melanjutkan inovasi, reformasi, dan internasionalisasi," lanjut keterangan yang ada. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business DANA Raih Penghargaan Komdigi sebagai Perusahaan Paling Aktif Laporkan Konten Ilegal
by Adrian Jasman2026-06-02 19:34:36

DANA meraih penghargaan Komdigi sebagai perusahaan paling aktif melaporkan konten ilegal.

image
Business SCG Catat Pertumbuhan EBITDA 17 Persen di Q1 2026, Perkuat Resiliensi Bisnis Hadapi Gejolak Global
by Adrian Jasman2026-05-29 19:53:52

SCG catat EBITDA Rp8,3 triliun di Q1 2026, didorong strategi efisiensi dan bisnis regional.