Lingkup Psikologi

Ingin Tetap on Track? Ini Cara Jaga Motivasi Meski Merasa Apa yang Dilakukan Belum Cukup

Ketika Kepedulian Justru Menguras Motivasi

ILUSTRASI - Merasa belum cukup berbuat? Ini cara jaga motivasi dan tetap on track di tengah dunia yang kacau (Foto: Canva)

AVNMEDIA.ID - Di tengah dunia yang semakin penuh konflik, ketidakadilan, dan krisis kemanusiaan, menjaga motivasi agar tetap on track bukanlah hal mudah.

Banyak orang mulai mempertanyakan peran dirinya dalam hidup, terutama ketika rasa peduli terhadap sekitar tidak sejalan dengan kondisi yang sedang dijalani.

Keinginan untuk punya peran berbuat lebih kerap bertabrakan dengan realitas, memunculkan rasa bersalah karena merasa kontribusi yang diberikan belum cukup berarti.

Situasi ini umum dialami dalam hidup oleh mahasiswa, pekerja muda, hingga mereka yang tengah membangun masa depan, peduli, namun lelah; ingin membantu, tetapi merasa belum berada di posisi yang tepat.

Ketika Kepedulian Justru Menguras Motivasi

Rasa peduli terhadap dunia seharusnya menjadi kekuatan.

Namun tanpa arah yang jelas, kepedulian justru bisa berubah menjadi beban emosional.

Banyak orang merasa sulit fokus karena terus dihantui pikiran bahwa ada hal “lebih penting” yang seharusnya mereka lakukan.

Akibatnya, motivasi menurun, produktivitas terganggu, dan rasa bersalah terus berulang tanpa menghasilkan aksi nyata.

Pertanyaan Penting untuk Tetap on Track

Saat melihat hal-hal buruk terjadi, banyak orang hanya bertanya: Apakah aku peduli? dan Apakah ada yang bisa kulakukan?

Padahal, ada satu pertanyaan penting yang sering terlewat: Apakah aku memiliki kemampuan, peran, atau posisi yang tepat untuk bertindak saat ini?

Jika jawabannya belum, itu bukan tanda ketidakpedulian.

Bisa jadi, kamu memang sedang berada di fase persiapan.

Rasa Bersalah yang Tidak Spesifik Tidak Membantu

Perasaan seperti “aku egois” atau “yang kulakukan tidak berguna” sering kali tidak disertai rencana konkret.

Pikiran ini tidak mendorong perubahan, justru menguras energi mental dan membuat seseorang kehilangan arah.

Alih-alih membantu dunia, rasa bersalah semacam ini justru membuat seseorang terjebak dan sulit melangkah maju.

Jaga Energi untuk Waktu yang Tepat

Tidak semua orang dipanggil untuk turun langsung di setiap krisis.

Menjaga energi, fokus, dan kapasitas diri adalah bagian penting dari kontribusi jangka panjang.

Menghabiskan tenaga untuk menyalahkan diri sendiri hanya akan membuat kita kelelahan sebelum benar-benar dibutuhkan.

Tetap on track berarti tahu kapan harus bergerak, dan kapan harus mempersiapkan diri.

Privilege Bukan untuk Disangkal, tapi Dimanfaatkan

Memiliki kesempatan belajar, bekerja, atau berkembang memang sebuah privilese. Namun menolaknya bukan solusi.

Justru dari posisi inilah seseorang bisa membangun kompetensi dan dampak yang lebih besar di masa depan.

Jika orang-orang yang peduli memilih berhenti karena rasa bersalah, ruang tersebut akan diisi oleh mereka yang mungkin tidak memiliki kepedulian yang sama.

Tetap Melangkah Juga Bentuk Kepedulian

Tetap fokus pada apa yang sedang dijalani, belajar, bekerja, atau membangun diri, bukan berarti menutup mata dari dunia.

Dalam banyak kasus, itulah cara paling bertanggung jawab untuk tetap berkontribusi secara berkelanjutan.

Dunia mungkin belum bisa kamu selamatkan hari ini.

Tapi menjaga diri tetap on track bisa menjadi langkah awal agar suatu hari nanti, apa yang kamu lakukan benar-benar memberi makna.

(apr)

Related News
Recent News
image
Sex and Relationship 5 Jenis Cinta untuk Jaga Kesehatan Batin Manusia, Lebih dari Sekadar Romantisme!
by April2026-02-09 16:10:39

Cinta kian relevan di tengah dunia penuh kekacauan, menjadi fondasi kemanusiaan dan kesehatan batin.

image
Sex and Relationship Hidup Tak Seimbang? Ini Pentingnya Menyelaraskan Hidup dengan Nilai Diri
by April2026-02-07 07:05:00

Hidup tak seimbang bisa dipicu nilai diri tak selaras, ini penjelasan psikolog.