Indonesia Pangkas Produksi Nikel, Dunia Panik: Dampak Besar ke EV, Pertahanan hingga Ekonomi Global

ILUSTRASI NIKEL - Tiongkok saat ini mengonsumsi lebih dari 63% nikel global dan menguasai sekitar 75% kapasitas peleburan di Indonesia. Namun, bahan baku tetap berada di bawah kendali Indonesia/ Unsplash

AVNMEDIA.ID -   Indonesia kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah mengambil langkah strategis yang berpotensi mengguncang rantai pasok global.

Negara ini yang menguasai sekitar 60,2% produksi nikel dunia, resmi memangkas kuota tambang nikel untuk 2026 menjadi 260–270 juta ton, turun signifikan dari 379 juta ton pada 2025.

Kebijakan ini memunculkan potensi kesenjangan pasokan hingga 80–100 juta ton, yang dinilai dapat berdampak langsung pada industri baja tahan karat, kendaraan listrik (EV), hingga sektor pertahanan global.

Indonesia Kuasai Pasokan, Dunia Bergantung

Nikel saat ini bukan sekadar komoditas tambang biasa.

Sekitar 70% konsumsi nikel global digunakan untuk baja tahan karat, sementara sisanya digunakan dalam baterai EV, superalloy, hingga industri kedirgantaraan dan pertahanan.

Dalam konteks ini, posisi Indonesia menjadi sangat krusial.

Sejak pelarangan ekspor bijih mentah dan dorongan hilirisasi, pangsa pasar Indonesia melonjak dari 31,5% (2020) menjadi 60,2% (2024), dengan proyeksi mencapai 74% pada 2035 menurut S&P Global.

Pemangkasan Kuota dan Ancaman Pasokan Global

Kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 ditetapkan hanya 260–270 juta ton, jauh di bawah kebutuhan smelter domestik yang mencapai 340–350 juta ton.

Forum Smelter Nikel Indonesia (FINI) bahkan memperingatkan utilisasi pabrik bisa turun dari 90% menjadi 70%.

Di sisi lain, total permintaan produksi dari perusahaan tambang mencapai 460–470 juta ton, namun pemerintah hanya menyetujui sekitar separuhnya.

Lebih dari Sekadar Baterai EV

Meski sering dikaitkan dengan kendaraan listrik, penggunaan nikel jauh lebih luas.

Sekitar 70% digunakan untuk baja tahan karat yang hadir dalam:

Related News
Recent News
image
Business Update Xiaomi Indonesia, Rilis Watch 5 hingga REDMI Buds 8 Pro
by Adrian Jasman2026-03-04 14:00:00

Xiaomi Indonesia rilis Watch 5, Tag, Power Bank magnetik, dan REDMI Buds 8 Pro di 2026.

image
Business Cara Digitalisasi yang Bikin Bisnis Laundry Lebih Efisien
by Adrian Jasman2026-02-28 10:31:46

Mau Laundry optimalkan bisnis dengan digitalisasi & DANA Bisnis, efisiensi hingga franchise.