‘If Wishes Could Kill’ Puncaki Netflix Global, Horor Remaja Ini Viral di 64 Negara
Serial Horor “Girigo” Jadi Sorotan Baru Netflix di Kategori Non-
Drama Korea If Wishes Could Kill menghadirkan episode 3 yang jauh lebih menyeramkan dan penuh elemen supranatural/ X @sojuuline
AVNMEDIA.ID - Serial If Wishes Could Kill sukses mencuri perhatian penonton global dan langsung menduduki posisi puncak tangga mingguan Netflix untuk kategori non-English series pada minggu kedua penayangannya.
Di tengah persaingan konten internasional yang semakin ketat, serial horor remaja asal Korea ini tidak hanya viral, tapi juga membuktikan daya tarik kuat genre young adult horror di platform streaming global.
Netflix mencatat, serial ini meraih 7,5 juta views untuk periode satu minggu yang berakhir pada Minggu, setelah sebelumnya langsung melesat ke posisi Top 4 hanya tiga hari setelah rilis pada 24 April.
Viral di 64 Negara, dari Korea hingga Brasil
Kesuksesan If Wishes Could Kill tidak berhenti di angka penayangan. Serial ini juga masuk Top 10 di 64 negara dan wilayah, termasuk Korea Selatan, Jepang, Thailand, Mesir, hingga Brasil.
Capaian ini memperkuat tren bahwa konten Korea berbasis thriller dan supernatural masih memiliki pasar global yang sangat kuat, terutama di segmen penonton muda.
Sinopsis If Wishes Could Kill: Aplikasi Permintaan yang Berujung Kutukan
Serial ini berfokus pada lima siswa SMA di Korea yang tanpa sengaja terjebak dalam kutukan aplikasi misterius bernama “Girigo”.
Aplikasi tersebut dikisahkan mampu mengabulkan permintaan pengguna, namun setiap keinginan yang terpenuhi selalu datang dengan konsekuensi mengerikan.
Dari sini, cerita berkembang menjadi perjuangan survival, di mana para karakter utama harus mencari cara untuk keluar dari kutukan sebelum semuanya terlambat.
Ending If Wishes Could Kill: Twist Gelap yang Bikin Penonton Terbelah
Tanpa mengungkap terlalu banyak spoiler, If Wishes Could Kill menutup ceritanya dengan twist ending yang gelap dan ambigu, yang justru memicu diskusi di media sosial.
Beberapa penonton menilai ending serial ini membuka kemungkinan season lanjutan, sementara lainnya menganggapnya sebagai kritik terhadap obsesi manusia terhadap “keinginan instan”.
Pendekatan ending seperti ini membuat serial ini tidak hanya sekadar tontonan horor, tetapi juga memiliki lapisan cerita psikologis yang cukup kuat.
Posisi di Netflix: Saingan Ketat Drama Korea Lain
Di sisi lain, serial komedi romantis Korea Sold Out on You juga mencatat performa kuat dengan menempati posisi ketiga dalam tangga mingguan Netflix.
Sementara itu di kategori film berbahasa Inggris, KPop Demon Hunters masih bertahan di posisi 5 besar dan mencatat rekor impresif dengan bertahan di Top 10 selama 46 minggu berturut-turut.
Horor Korea Masih Jadi Mesin Viral Netflix
Kesuksesan If Wishes Could Kill menegaskan bahwa genre horor remaja Korea masih menjadi salah satu kekuatan utama Netflix di pasar global.
Dengan kombinasi cerita kutukan modern, elemen teknologi (aplikasi Girigo), dan karakter remaja yang relatable, serial ini berhasil mengunci perhatian penonton lintas negara.
Dan dengan ending yang memicu perdebatan, besar kemungkinan serial ini belum benar-benar selesai—baik di layar maupun di percakapan penonton. (jas)





