Lingkup Psikologi

Hasrat Jadi Kunci Keberhasilan dalam Hubungan dan Kehidupan, Kok Bisa?

Di Balik Keberhasilan, Ada Hasrat yang Menggerakkan Hidup

ILUSTRASI - Hasrat jadi kunci keberhasilan dalam hubungan dan kehidupan, ini 5 penjelasannya (Foto: Canva)

AVNMEDIA.ID - Setiap hari, orang dewasa membuat puluhan ribu keputusan, mulai dari hal sepele sampai yang menentukan masa depan.

Menariknya, sebagian besar keputusan itu lahir dari hasrat: apa yang kita inginkan, dambakan, dan kejar dalam hidup.

Dalam bukunya Desire: The Longings Inside Us and the New Science of How We Love, Heal, and Grow, Jay Stringer menjelaskan bahwa hasrat bukan sekadar keinginan sesaat.

Hasrat adalah energi yang membangkitkan rasa ingin tahu, menyalakan ambisi, dan mendorong kita menuju versi diri yang lebih baik.

Artinya, keberhasilan dalam hubungan dan kehidupan bukan cuma soal strategi atau kerja keras, tapi juga soal memahami apa yang sebenarnya kita inginkan dari dalam.

Hasrat Berubah Seiring Usia dan Tahap Kehidupan

Penelitian menunjukkan bahwa hasrat seseorang berubah sepanjang hidup.

Di usia muda, banyak orang terdorong oleh keinginan untuk bertumbuh, menemukan arah, dan membangun identitas.

Sementara itu, di usia yang lebih matang, keberhasilan justru datang dari hidup yang autentik, menjadi diri sendiri tanpa topeng.

Namun, hasrat juga bisa dipengaruhi lingkungan. Iklan, media sosial, hingga ekspektasi keluarga sering kali membentuk apa yang kita pikir kita inginkan.

Padahal, belum tentu itu benar-benar kebutuhan terdalam kita.

Stringer menyebut ada lima hasrat inti yang membentuk arah hubungan kehidupan seseorang.

5 Hasrat Inti yang Membentuk Arah Hubungan Kehidupan

1. Hasrat untuk Keutuhan: Menyembuhkan Luka Lama

Seiring waktu, banyak orang menyadari bahwa ada bagian dalam dirinya yang belum selesai.

Luka masa kecil, trauma, atau pengalaman pahit sering kali diam-diam memengaruhi pola hubungan di masa dewasa.

Hasrat untuk keutuhan membuat kita ingin merasa dilihat, aman, diterima, dan dipahami.

Ketika kebutuhan ini terpenuhi, seseorang cenderung lebih stabil secara emosional dan lebih siap membangun hubungan yang sehat.

Keberhasilan dalam hubungan sering kali dimulai dari keberanian untuk berdamai dengan masa lalu.

2. Hasrat untuk Bertumbuh: Jadi Versi Terbaik Diri Sendiri

Tak ada manusia yang masuk usia dewasa dalam kondisi benar-benar “sempurna”.

Setiap orang membawa luka, ketakutan, dan mekanisme bertahan hidup masing-masing.

Hasrat untuk bertumbuh membuat seseorang ingin hidup lebih autentik, lebih kuat, dan lebih sadar diri.

Ini termasuk belajar menghadapi konflik, menerima ketidaknyamanan, hingga membangun identitas yang kokoh.

Menariknya, keberhasilan dalam kehidupan jangka panjang bukan tentang selalu nyaman, tetapi tentang kemampuan bertahan dan berkembang saat keadaan sulit.

3. Hasrat untuk Keintiman: Ingin Mengenal dan Dikenal

Keintiman bukan cuma soal hubungan romantis, tapi tentang keinginan untuk benar-benar mengenal orang lain, dan berani dikenal apa adanya.

Terapis David Schnarch pernah mengatakan, “Tak seorang pun benar-benar siap menikah, pernikahanlah yang membuatmu siap".

Artinya, hubungan bukan tentang menemukan pasangan yang sempurna, melainkan tentang bertumbuh bersama melalui konflik, kebosanan, kecemasan, dan harapan.

Tak ada kisah cinta yang bebas dari ujian.

Namun, hubungan yang sehat justru membuat kedua pihak berkembang menjadi versi terbaik dirinya.

Di sinilah hasrat berperan besar dalam menentukan keberhasilan hubungan.

4. Hasrat untuk Kenikmatan: Lebih dari Sekadar Fisik

Manusia punya kebutuhan dasar akan sentuhan, vitalitas, dan koneksi.

Namun, kenikmatan sejati tidak hanya lahir dari teknik atau komunikasi yang lebih baik, melainkan dari keterbukaan dan penyembuhan emosional.

Bahkan, tantangan dalam kehidupan seksual bisa menjadi cermin kapasitas seseorang untuk keintiman dan kejujuran.

Saat dijalani dengan sehat, hubungan intim bisa menjadi pengalaman yang memulihkan, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik.

5. Hasrat untuk Makna: Untuk Apa Kita Hidup?

Di fase tertentu, pertanyaan yang muncul bukan lagi “apa yang ingin aku miliki?” melainkan “untuk apa aku hidup?”

Hasrat untuk makna membantu seseorang melepaskan hal-hal yang menahan dirinya dan fokus pada tujuan yang lebih dalam.

Ini bisa berupa membangun relasi yang bermakna, berkontribusi bagi orang lain, atau menemukan komunitas yang tepat.

Pada akhirnya, keberhasilan dalam hubungan dan kehidupan bukan diukur dari pencapaian materi semata, melainkan dari seberapa selaras hidup kita dengan hasrat terdalam.

Memahami Hasrat, Kunci Keberhasilan dalam Hubungan Kehidupan

Hasrat bukan musuh yang harus ditekan, melainkan kompas yang perlu dipahami.

Ketika seseorang mengenali lima hasrat inti, keutuhan, pertumbuhan, keintiman, kenikmatan, dan makna, ia akan lebih sadar dalam mengambil keputusan.

Dan mungkin, di situlah rahasia sebenarnya dari keberhasilan bahwa bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang hidup dengan jujur terhadap apa yang benar-benar kita inginkan.

(apr)

Related News
Recent News
image
Sex and Relationship Terlalu Banyak Berita Buruk? Ini Dampak Doomscrolling yang Ternyata Bisa Kikis Empati dan Kesehatan Mental
by April2026-02-20 18:25:48

Doomscrolling picu compassion collapse, empati melemah, dan mental jadi kewalahan.

image
Sex and Relationship Emosi Memuncak? Ini 6 Cara Menenangkan Diri agar Perasaan Kembali Tenang dan Stabil
by April2026-02-18 18:31:30

Dalam psikologi, proses mengelola respons emosi agar kembali tenang disebut regulasi emosi.