Garuda Indonesia Gandeng Saudia, Akses Penerbangan ke Timur Tengah hingga Eropa Makin Luas
Indonesia merupakan salah satu pasar besar untuk perjalanan religi ke Arab Saudi. Karena itu, integrasi konektivitas kedua maskapai berpotensi memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi jemaah Indonesia/ HO to Avnmedia.id
Target Joint Business Mulai 2027
Penandatanganan Joint Business Framework Agreement belum berarti seluruh skema kerja sama langsung berlaku.
Kedua maskapai masih harus melewati proses persetujuan regulator dan menyelesaikan sejumlah kesepakatan teknis maupun komersial.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Joint Business Garuda Indonesia dan Saudia ditargetkan mulai diluncurkan pada 2027.
Glenny menyebut penyelarasan dalam perencanaan jaringan, aktivitas komersial, serta berbagai titik interaksi dengan pelanggan akan menjadi bagian penting dari tahap berikutnya.
“Seiring dengan langkah kami menuju Joint Business, penyelarasan yang lebih erat dalam perencanaan jaringan, kegiatan komersial, dan berbagai titik interaksi utama dengan pelanggan, termasuk peluang untuk melakukan co-location terminal akan memungkinkan kedua maskapai untuk memperkuat kehadiran masing-masing di pasar,” kata Glenny.
Kerja sama ini pada akhirnya bukan hanya menyangkut dua maskapai. Bagi pasar Indonesia, integrasi jaringan Garuda Indonesia dan Saudia membuka peluang terbentuknya koridor perjalanan yang lebih luas dari Indonesia menuju Arab Saudi dan dilanjutkan ke Timur Tengah, Eropa hingga Afrika.
Dengan jaringan gabungan lebih dari 120 destinasi, tahap berikutnya akan menjadi penentu seberapa besar kemitraan tersebut mampu diterjemahkan menjadi tambahan konektivitas dan pilihan perjalanan bagi penumpang Indonesia. (jas)
- Air New Zealand dan Singapore Airlines Perluas Jaringan Penerbangan, Tambah Kapasitas Rute Selandia Baru–Singapura
- Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan ke Amsterdam Mulai Agustus 2026
- Fitur Baru Igloo: TravelShield AI dan Blue Ribbon Bags! Bikin Perjalanan Wisata Makin Nyaman
- 40% Bisnis Asia Pasifik Alihkan Fokus ke Intra-Asia dan Eropa, FedEx Hadirkan Solusi Navigasi Regulasi Baru





