Film Pendek Playvul NYRA Tembus Festival Dunia, Angkat Isu Toxic Masculinity hingga Kekerasan Seksual
PEMUTARAN FILM - Pemutaran Film More Pain, More Gain, Ambang Batas & Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa/ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Rumah produksi film Playvul NYRA membawa film pendek Indonesia ke panggung festival internasional melalui tiga karya, yakni More Pain, More Gain, Ambang Batas, dan Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa.
Ketiga film tersebut telah diputar dan berkompetisi di sejumlah festival film internasional, mulai dari Fantasia International Film Festival, Tampere Film Festival, Balinale, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), hingga Short Shorts Film Festival & Asia di Tokyo.
Lewat film-film tersebut, Playvul NYRA mengangkat sejumlah isu sosial yang sensitif dan dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti toxic masculinity, kultus modern, consent, hingga kekerasan seksual terhadap perempuan.
Setelah menjalani perjalanan di sejumlah festival internasional, film Ambang Batas kini dapat disaksikan masyarakat secara gratis melalui kanal YouTube Playvul NYRA.
Film Pendek Indonesia Makin Dilirik Festival Internasional
Perjalanan Playvul NYRA hadir di tengah meningkatnya eksistensi film Indonesia dalam festival film internasional.
Berdasarkan riset Cinema Poetica, jumlah film Indonesia yang diputar di festival internasional meningkat dari 73 judul pada 2023 menjadi 126 judul pada 2025. Film-film tersebut tersebar di 91 festival yang berlangsung di 36 negara.
Dari 48 penghargaan internasional yang diraih film Indonesia, sebanyak 23 penghargaan diberikan kepada film fiksi pendek. Kategori tersebut menjadi jenis film dengan jumlah penghargaan internasional terbanyak.
Co-Director Playvul NYRA, Nadina Habsjah, mengatakan film pendek memberikan ruang bagi kreator untuk menyampaikan gagasan secara lebih fokus dan dekat dengan penonton.
“Medium ini memungkinkan kami menyampaikan keresahan secara lebih fokus dan dekat dengan penonton,” ujar Nadina.
Ia melihat semakin banyaknya film pendek Indonesia yang mendapat tempat di festival internasional menjadi peluang bagi kreator untuk membawa cerita yang berani dan relevan ke tingkat global.
Co-Director Playvul NYRA lainnya, Yusgunawan Marto, mengatakan setiap karya yang diproduksi berangkat dari keresahan yang kemudian diterjemahkan ke dalam cerita.
Menurutnya, film tidak harus selalu memberikan jawaban hitam-putih kepada penonton. Sebaliknya, film dapat menjadi ruang untuk memahami kompleksitas manusia sekaligus membuka percakapan mengenai isu yang selama ini sulit dibicarakan.





