Es Campur Legendaris dan Roti Kukus Kekinian, Sama-Sama Tumbuh Lewat Digitalisasi
ROTI KUKUS Okurokus/ HO to Avnmedia.id
Seiring usaha membesar, Lukman mulai memanfaatkan berbagai layanan digital untuk membantu operasional bisnisnya.
Mulai dari layanan pesan-antar, pembayaran digital, hingga pencatatan transaksi digunakan untuk menjaga alur usaha tetap rapi, terutama saat mulai bekerja sama dengan vendor dan mitra di berbagai lokasi.
Bagi Lukman, teknologi bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi cara agar bisnis tetap berjalan tertata di tengah aktivitas usaha yang semakin kompleks.
Digitalisasi UMKM Dimulai dari Hal Sederhana
Kisah Amin dan Lukman menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar.
Bagi banyak usaha kecil, perubahan justru hadir dari kebutuhan paling sederhana dalam aktivitas sehari-hari, seperti menerima pembayaran digital, mencatat pemasukan, atau memantau arus kas usaha.
Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, mengatakan pihaknya melihat masih banyak pelaku UMKM, khususnya di kota-kota sekunder, yang belum sepenuhnya memahami transaksi digital.
Karena itu, DANA Bisnis dirancang agar lebih mudah digunakan oleh berbagai skala usaha, termasuk UMKM kecil yang baru mulai beradaptasi dengan teknologi.
“Ketika hal-hal mendasar ini mulai tertata, pelaku usaha memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengambil keputusan, menjaga keberlanjutan bisnis, dan secara bertahap mengakses solusi finansial lain yang relevan,” ujar Olavina.
Pada akhirnya, kisah dari kantin kampus hingga gerobak roti kukus ini memperlihatkan satu hal sederhana: usaha kecil tidak pernah benar-benar kecil bagi mereka yang menjalaninya.
Di balik setiap transaksi, ada keluarga yang ingin dijaga, ada mimpi yang ingin diteruskan, dan ada harapan agar usaha tetap tumbuh dari hari ke hari. (jas)





