Ending The Scarecrow Dinilai Tidak Memuaskan, Sutradara Sengaja Tolak Happy Ending demi Tetap Realistis?
Alasan The Scarecrow tak happy ending
DRAKOR - Sutradara drama Korea The Scarecrow/Kolase:AVNMEDIA.ID
AVNMEDIA.ID - Drama Korea The Scarecrow kembali menjadi perbincangan setelah endingnya dinilai kurang memuaskan oleh sebagian penonton.
Alih-alih memberikan penutup penuh balas dendam manis seperti drama kriminal pada umumnya, The Scarecrow justru mempertahankan rasa sesak, frustrasi, dan emosi pahit hingga episode terakhir.
Namun ternyata keputusan tersebut memang sengaja dibuat oleh sang sutradara.
Dalam wawancara terbaru, sutradara Park Jun Woo menjelaskan bahwa mereka sejak awal memang tidak ingin membuat ending yang terasa terlalu “lega” hanya demi memuaskan penonton.
Menurutnya, jika melihat kasus nyata yang menjadi inspirasi drama tersebut, banyak korban justru tidak pernah benar-benar mendapat keadilan.
Terinspirasi Kasus Pembunuhan Berantai Hwaseong
Drama The Scarecrow sendiri diketahui terinspirasi dari kasus pembunuhan berantai Hwaseong yang sangat terkenal di Korea Selatan.
Kasus tersebut kembali ramai dibahas setelah identitas pelaku asli akhirnya terungkap 34 tahun kemudian.
Park Jun Woo mengaku dirinya bahkan sempat bertemu langsung dengan korban salah tuduh yang dipaksa mengaku hingga harus dipenjara selama 20 tahun.
Ia juga bertemu keluarga korban pembunuhan asli.
Setelah pertemuan tersebut, ia memutuskan bahwa The Scarecrow tidak boleh sekadar menjadi drama kriminal yang fokus mencari sensasi siapa pelaku sebenarnya.
Sebaliknya, drama ini dibuat untuk memperlihatkan luka panjang yang terus ditanggung orang-orang yang ditinggalkan tragedi itu.
“Karena di dunia nyata, korban pun tidak benar-benar mendapat keadilan. Banyak pelaku dan orang-orang yang terlibat tidak dihukum dengan layak,” ungkap sang sutradara.
Tolak Ending “Sat-Set” Demi Realisme
Park Jun Woo juga mengungkap bahwa pihak studio dan stasiun televisi sempat meminta ending yang lebih memuaskan dan dramatis.
Namun ia menolak usulan tersebut.
Menurutnya, tidak masuk akal jika drama yang sangat dekat dengan tragedi nyata tiba-tiba memberikan hukuman instan pada penjahat hanya demi kepuasan penonton.
“Masa iya penjahatnya tiba-tiba mati kesambar petir atau kecelakaan?” ujarnya.
Karena itu, rasa sesak dan frustrasi sengaja dipertahankan sampai akhir drama.
Hal tersebut justru menjadi alasan mengapa banyak penonton merasa ending The Scarecrow begitu berat secara emosional.
Penulis Sempat Menolak Proyek Selama Enam Bulan
Penulis Lee Ji-hyun juga mengaku sempat menolak proyek ini selama hampir enam bulan.
Ia merasa tema tentang keluarga korban dan kehilangan anak terlalu berat untuk ditulis.
Namun akhirnya ia setuju setelah merasa drama ini bisa menjadi bentuk penghiburan bagi korban nyata yang masih hidup dengan trauma tersebut sampai sekarang.
Menariknya, Park Jun Woo juga mengatakan bahwa setelah sebelumnya membuat drama balas dendam seperti Taxi Driver, ia justru merasa ada sesuatu yang kurang.
Menurutnya, dalam drama balas dendam, semua masalah memang bisa terlihat selesai dengan memuaskan.
Padahal di dunia nyata, luka korban sering kali tidak pernah benar-benar hilang.
Di akhir wawancara, Lee Ji-hyun mengatakan dirinya tidak berharap The Scarecrow akan terus dikenang sebagai drama populer.
Ia hanya berharap penonton tetap menyimpan rasa sedih, emosi, dan pesan yang ditinggalkan drama tersebut setelah episode terakhir selesai. (sal)





