Emosi Memuncak? Ini 6 Cara Menenangkan Diri agar Perasaan Kembali Tenang dan Stabil
Bukan Mengabaikan Emosi, Tapi Mengelola Jadi Lebih Sehat
ILUSTRASI - Emosi sedang memuncak? Beikut ini cara-cara menenangkan diri agar perasaan kembali tenang dan stabil (Foto: Canva)
AVNMEDIA.ID - Perasaan yang datang secara tiba-tiba dan terasa begitu kuat sering kali membuat seseorang sulit berpikir jernih.
Dalam kondisi emosi yang intens, banyak orang bereaksi secara spontan tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Padahal, kemampuan menenangkan diri saat emosi memuncak menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan mental sekaligus mencegah keputusan yang disesali kemudian hari.
Dalam psikologi, proses mengelola respons emosi agar kembali tenang disebut regulasi emosi.
Salah satu cara paling efektif untuk melakukannya adalah dengan berhenti sejenak, memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk kembali stabil sebelum mengambil tindakan.
Berikut enam cara menenangkan diri ketika perasaan terasa terlalu besar.
Ini 6 Cara Menenangkan Diri Ketika Emosi Sedang Intens
1. Tarik Napas Dalam dan Perlahan
Langkah pertama yang paling sederhana adalah fokus pada pernapasan.
Menarik napas dalam dan menghembuskannya secara perlahan selama beberapa menit dapat membantu tubuh keluar dari respons stres atau “fight or flight”.
Teknik pernapasan dalam membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yaitu sistem yang berperan dalam menenangkan tubuh.
Salah satu metode yang banyak digunakan adalah box breathing, yakni menarik napas selama empat detik, menahan empat detik, lalu menghembuskan napas selama empat detik secara perlahan.
2. Kenali dan Sebutkan Emosi yang Dirasakan
Memberi nama pada emosi seperti marah, cemas, kecewa, atau sedih dapat membantu otak berpindah dari respons emosional menuju pemikiran yang lebih rasional.
Langkah ini penting agar seseorang tidak langsung bereaksi tanpa memahami apa yang sebenarnya dirasakan.
Mengenali emosi juga bisa dilakukan dengan memperhatikan perubahan fisik, seperti detak jantung yang meningkat, napas menjadi cepat, atau otot terasa tegang.
3. Percikkan Air Dingin ke Wajah
Cara sederhana lainnya adalah membasuh wajah dengan air dingin.
Sensasi dingin dapat membantu mereset sistem saraf dan memberikan efek tenang secara cepat, meski sifatnya sementara.
Air dingin juga membantu meningkatkan kewaspadaan sehingga pikiran rasional dapat kembali mengambil alih saat emosi sedang memuncak.
4. Bergerak atau Berjalan Kaki
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 10 menit terbukti membantu tubuh melepaskan zat kimia otak yang memberikan efek menenangkan.
Selain itu, bergerak juga membantu mengalihkan fokus dari emosi yang sedang intens.
5. Kenali Pemicu Emosi
Setelah kondisi mulai tenang, penting untuk memahami apa yang sebenarnya memicu emosi tersebut.
Menanyakan pada diri sendiri tentang kejadian sebelum emosi muncul dapat membantu melihat situasi secara lebih objektif.
Dengan memahami pemicu, seseorang dapat menilai apakah situasi tersebut benar-benar mengancam atau hanya respons emosional sesaat.
6. Ubah Cara Pandang dan Alihkan Fokus
Langkah terakhir adalah mencoba melihat kejadian dari sudut pandang lain.
Mengubah cara pandang atau reframing membantu mengurangi intensitas emosi dan membuat situasi terasa lebih mudah diterima.
Bukan Mengabaikan Emosi, Tapi Mengelola Jadi Lebih Sehat
Alih-alih terus memikirkan kejadian yang tidak bisa dikendalikan, fokus dapat dialihkan pada hal yang lebih konstruktif.
Menjaga emosi tetap stabil bukan berarti mengabaikan perasaan, melainkan memahami dan mengelolanya dengan lebih sehat.
Seperti ungkapan aktris dan komedian Lily Tomlin, “Untuk kelegaan yang cepat, cobalah melambat.”
(apr)




