Dulu Jadi Film Favorit Era 2000-an, 7 Judul Ini Ternyata Sudah Berusia 20 Tahun
7 Judul Ini Ternyata Sudah Berusia 20 Tahun
FILM - FILM - Nostalgia era 2000-an, tujuh film Indonesia yang dulu terkenal ternyata sudah berusia 20 tahun/ Foto: Kolase Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Sulit dipercaya, sejumlah film Indonesia yang dulu begitu sering dibicarakan penonton ternyata kini sudah berusia dua dekade.
Film-film tersebut dirilis sekitar 2006, ketika industri perfilman Tanah Air mulai menghadirkan semakin banyak cerita yang dekat dengan kehidupan anak muda sekaligus mengangkat persoalan sosial.
Jika dihitung dari 2026, film-film tersebut telah melewati perjalanan selama 20 tahun.
Menariknya, beberapa judul masih cukup mudah dikenali sampai sekarang, baik karena pemainnya, cerita, soundtrack, maupun karakter yang pernah menjadi pembicaraan.
Berikut tujuh film Indonesia yang ternyata sudah 20 tahun dan pernah begitu dikenal pada masanya.
1. Heart
Bicara soal film Indonesia era 2000-an, Heart menjadi salah satu judul yang sulit dilupakan.
Film arahan Hanny R. Saputra ini menghadirkan Nirina Zubir, Acha Septriasa dan Irwansyah sebagai pemeran utama.
Kisahnya berpusat pada hubungan Rachel dan Farel yang telah bersahabat sejak lama.
Hubungan keduanya kemudian berubah ketika persoalan cinta mulai masuk ke dalam persahabatan mereka.
Popularitas Heart tidak hanya datang dari ceritanya.
Soundtrack film tersebut juga ikut menjadi bagian dari fenomena budaya pop pada masa itu.
Nirina Zubir bahkan meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik lewat perannya sebagai Rachel di FFI 2006.
2. Jomblo
Sebelum kata “jomblo” menjadi istilah yang begitu sering digunakan di media sosial, Hanung Bramantyo sudah mengangkat kehidupan para lajang ke layar lebar melalui Jomblo.
Film yang diadaptasi dari novel karya Adhitya Mulya tersebut bercerita mengenai kehidupan empat sahabat dan berbagai persoalan asmara yang mereka hadapi.
Ringgo Agus Rahman, Dennis Adhiswara dan sejumlah pemain lainnya menjadi bagian dari film yang memadukan komedi, persahabatan dan kisah percintaan tersebut.
Jomblo juga masuk dalam daftar film pilihan FFI 2006 dan Ringgo Agus Rahman mendapat nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik.
3. Mendadak Dangdut
Nama Titi Kamal pada era 2000-an juga sangat lekat dengan Mendadak Dangdut.
Film yang disutradarai Rudy Soedjarwo ini menawarkan cerita mengenai seorang perempuan yang harus berhadapan dengan kehidupan baru di dunia musik dangdut.
Tidak hanya filmnya yang dikenal, lagu “Jablai” yang berkaitan erat dengan film tersebut juga ikut populer.
Peran Titi Kamal sebagai Petris atau Iis Maduma bahkan membawanya masuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2006.
Film ini juga membawa pulang Piala Citra untuk Kinaryosih sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.
4. Garasi
Garasi menjadi salah satu film yang cukup berbeda karena menjadikan kehidupan sebuah band sebagai bagian utama cerita.
Film arahan Agung Sentausa tersebut dibintangi Ayu Ratna, Fedi Nuril dan Aries Budiman.
Cerita film tidak berhenti pada persoalan musik.
Persahabatan, keluarga, hubungan antarpemain dan pencarian jati diri turut menjadi bagian dari perjalanan para karakter.
Pada FFI 2006, Garasi mendapat lima nominasi, termasuk untuk kategori pemeran utama pria dan wanita.
Film ini juga bersaing dalam sejumlah kategori musik dan teknis.
5. Denias Senandung di Atas Awan
Dua puluh tahun lalu, Denias, Senandung di Atas Awan membawa kisah perjuangan seorang anak Papua dalam mendapatkan pendidikan ke layar lebar.
Film arahan John De Rantau tersebut menampilkan Albert Fakdawer sebagai Denias.
Ceritanya menggambarkan perjuangan Denias menghadapi berbagai keterbatasan demi mengejar keinginannya untuk bersekolah.
Film tersebut menjadi salah satu karya yang menonjol di FFI 2006.
Albert Fakdawer memenangkan Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik, sedangkan filmnya juga mendapatkan penghargaan untuk skenario cerita asli.
6. Berbagi Suami
Berbagi Suami menawarkan cerita yang lebih serius.
Film karya Nia Dinata tersebut mengangkat kehidupan tiga perempuan dengan latar belakang berbeda dan persoalan rumah tangga yang berkaitan dengan poligami.
Ketika dirilis, film ini menjadi salah satu karya yang mendapat perhatian karena berani mengangkat tema sosial yang cukup sensitif.
Dalam FFI 2006, Berbagi Suami memperoleh sejumlah nominasi, termasuk kategori film, sutradara dan pemeran.
Film tersebut juga menjadi salah satu judul yang bersaing dalam berbagai penghargaan perfilman pada masa itu.
Nama-nama seperti Shanty, El Manik, Tio Pakusadewo dan Ria Irawan ikut memperkuat jajaran pemainnya.
7. Lentera Merah
Bagi penggemar horor Indonesia, Lentera Merah juga menjadi salah satu judul yang cukup melekat dengan era tersebut.
Film arahan Hanung Bramantyo ini membawa cerita bernuansa misteri yang berlatar kehidupan mahasiswa.
Film ini masuk dalam daftar 10 film cerita bioskop yang dipilih Komite Seleksi FFI 2006.
Kehadirannya menunjukkan bahwa pada periode tersebut film Indonesia tidak hanya didominasi kisah cinta dan drama, tetapi juga mulai menawarkan beragam genre untuk penonton.
Ada film favorit kalian? (naf)
- Daftar 13 Film Internasional Tayang di Bioskop September 2026, Ada Resident Evil hingga Avengers: Endgame Encore
- Daftar Film yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Film Indonesia hingga Stranger Things
- Spoiler Mousetrap Episode 2: Moon-jae Terus Diburu Noja, Doppelganger Mulai Bongkar Identitasnya





