Drama Korea Still Shining Tuai Kritik, Adegan Ini dinilai Berbahaya
Episode 7 dan 8 disorot, penonton kritik drama Still Shining
STILL SHINING - Adegan di episode 7 dan 8 drama Korea Still Shining/Kolase: AVNMEDIA.ID
AVNMEDIA.ID - Drama Korea Still Shining menuai sorotan publik setelah menghadirkan adegan yang dianggap menampilkan perilaku mengemudi dalam kondisi mabuk dan hangover, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan penonton.
Drama yang dibintangi Park Jinyoung dan Kim Min Ju ini sebenarnya mengusung kisah hangat tentang anak muda yang saling menjadi cahaya dalam kehidupan satu sama lain, dengan nuansa emosional dan realistis.
Namun, alur cerita pada episode terbaru justru memicu kontroversi di kalangan penonton, terutama karena dinilai menghadirkan adegan sensitif yang berpotensi menimbulkan interpretasi negatif terkait keselamatan berkendara.
Adegan Episode 7 dan 8 Jadi Sorotan
Kontroversi bermula dari Episode 7 yang menampilkan karakter Yeon Tae Seo (Park Jinyoung) mengemudi menuju Seoul setelah sebelumnya berada dalam situasi yang mendorongnya untuk minum bersama sang kakek.
Tak hanya itu, ia juga kemudian muncul dalam adegan lain dengan latar botol soju yang terlihat jelas.
Kritik semakin memuncak di Episode 8 ketika karakter Bae Seongchan yang diperankan Shin Jae Ha digambarkan minum hingga larut malam.
Dialog dan Aksi Picu Reaksi Keras, Pernyataan Karakter Dinilai Kontradiktif
Dalam salah satu adegan, Seongchan bahkan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mengemudi karena telah minum dan akan menunggu hingga sadar.
Namun, alih-alih menepati ucapannya, ia justru tetap mengemudi lebih awal karena dorongan emosi dan rasa cemburu terhadap mantan kekasihnya.
Adegan ini memicu kritik karena dinilai memberikan gambaran yang tidak bertanggung jawab terkait keselamatan berkendara.
Sejumlah penonton menyuarakan keberatan mereka, bahkan salah satu di antaranya mengajukan keluhan resmi kepada Korea Communications Standards Commission.
Tim Produksi Akhirnya Buka Suara, Janji Evaluasi dan Perbaikan ke Depan
Menanggapi kontroversi tersebut, tim produksi akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara resmi pada 31 Maret.
Mereka menyatakan akan menerima kritik yang ada dengan rendah hati dan berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam menampilkan adegan serupa di masa mendatang.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pihak produksi menyadari pentingnya sensitivitas dalam mengangkat isu yang berkaitan dengan keselamatan publik.
Terutama dalam konteks tayangan yang dapat dengan mudah ditiru atau memengaruhi persepsi penonton.
Kontroversi ini pun menjadi pengingat bahwa tayangan hiburan, khususnya drama.
Drama memiliki pengaruh besar terhadap penonton dan perlu mempertimbangkan dampak dari setiap adegan yang ditampilkan, baik dari sisi pesan moral maupun tanggung jawab sosial yang menyertainya. (sal)





