Advertorial DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Waspadai Karhutla, Helmi Abdullah Minta Anggota Pantau Dapil

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah (Foto: Instagram @helmiabdullahofficial)

AVNMEDIA.ID -  Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda di tengah kondisi cuaca kering dan panjangnya hari tanpa hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, meminta kewaspadaan ditingkatkan untuk mengantisipasi munculnya titik api yang berpotensi berkembang dan meluas.

Menurut Helmi, penanganan karhutla di Kota Tepian sejauh ini telah mendapat perhatian dari berbagai pihak. Namun, kondisi lahan yang semakin kering membuat langkah pencegahan tetap perlu diperkuat.

Ia mengatakan, persoalan panjangnya hari tanpa hujan juga menjadi pembahasan dalam rapat bersama pemerintah pusat. Kondisi tersebut dikaitkan dengan dampak fenomena El Nino yang dapat memengaruhi pola cuaca dan curah hujan di sejumlah wilayah.

"Imbauan, karena dua hari yang lalu saya sendiri ikut Zoom dari pemerintah pusat arahan untuk memantau masalah lamanya tidak hujan ini," ujar Helmi, Jumat (28/8/2026).

DPRD Samarinda Ingatkan Warga Waspada Karhutla

Helmi mengingatkan masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar kawasan perkebunan dan wilayah padat penduduk, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Kondisi lahan yang gersang dan kering dinilai dapat membuat api lebih mudah muncul dan menyebar, terlebih ketika terjadi angin kencang.

Karena itu, pencegahan sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko karhutla di Samarinda.

Selain mengingatkan masyarakat, DPRD Samarinda juga memperkuat pengawasan melalui internal lembaga legislatif.

Anggota DPRD Diminta Pantau Kondisi di Dapil

Melalui Rapat Pimpinan (Rapim), anggota DPRD Samarinda diarahkan untuk turun langsung memantau kondisi di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Helmi mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar setiap perkembangan yang berpotensi mengkhawatirkan dapat segera diketahui dan dilaporkan.

"Jadi kami sendiri sudah tadi di rapim (rapat pimpinan) juga membicarakan masing-masing ke dapil (daerah pemilihan), turun memantau kalau ada perkembangan-perkembangan yang mengkhawatirkan segera laporan," jelasnya.

Pengawasan di tingkat dapil diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi memicu karhutla.

Laporan dari lapangan nantinya akan diteruskan secara berjenjang kepada Pemerintah Kota Samarinda, BPBD, hingga pemerintah pusat.

Dengan pola pemantauan tersebut, DPRD Samarinda berharap potensi karhutla dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas. (adv)

Related News
Recent News
image
Advertorial DPRD Samarinda Gelar HUT RI ke-81 Tanpa APBD, Libatkan Keluarga hingga Masyarakat
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-08-27 21:00:00

Perayaan HUT RI ke-81 DPRD Samarinda berlangsung meriah selama tiga hari tanpa dana APBD

image
Advertorial Samarinda Masih Kekurangan 500 Guru, DPRD Dorong Pengangkatan Berstatus ASN
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-08-21 20:12:00

DPRD Samarinda menyoroti kekurangan 500 guru dan mendorong pemenuhan tenaga pendidik