Deretan Alasan Mengapa The Art of Sarah Jadi Drama Korea Paling Memikat Sejauh Ini
THE ART OF SARAH - Dari sinematografi gelap yang elegan hingga tata kostum yang mencerminkan dunia high society, The Art of Sarah terasa seperti film layar lebar yang dipadatkan menjadi serial/ X @NetflixMENA
AVNMEDIA.ID - Netflix kembali mencetak gebrakan lewat The Art of Sarah, serial misteri thriller 8 episode yang langsung mencuri perhatian global.
Sejak diumumkan awal 2026, drama ini sudah masuk daftar tontonan paling dinanti. Kini setelah seluruh episodenya tayang, satu hal jadi jelas: ini bukan sekadar K-drama biasa.
Berikut deretan alasan mengapa The Art of Sarah layak disebut sebagai drama Korea paling memikat sejauh ini.
1. Premis Misteri yang Langsung Mengguncang
Cerita berpusat pada Sarah Kim, seorang sosialita dan petinggi regional brand mewah Boudoir.
Hidupnya tampak sempurna—hingga sebuah mayat ditemukan di saluran pembuangan dengan ciri-ciri identik dengannya.
Tas Birkin khas miliknya.
Tato unik di pergelangan kaki bertuliskan “splendid melancholy”.
Namun kejutan datang ketika Sarah justru muncul dalam keadaan hidup.
Lalu, siapa sebenarnya korban yang ditemukan itu?
Sejak momen tersebut, penonton langsung ditarik masuk ke pusaran misteri yang sulit ditebak.
2. Akting Shin Hye-sun yang Levelnya Berbeda
Nama Shin Hye-sun memang bukan wajah baru di dunia K-drama.
Namun di The Art of Sarah, ia tampil di level berbeda.
Karakter Sarah Kim menuntut emosi yang terus berubah—tenang, manipulatif, rapuh, hingga misterius dalam hitungan detik.
Transformasi ini membuat penonton terus bertanya: apakah Sarah korban, pelaku, atau dalang di balik semuanya?
Performa Shin Hye-sun menjadi tulang punggung serial ini.
Tanpanya, kompleksitas cerita mungkin tak akan terasa seintens ini.
3. Investigasi yang Tak Pernah Terasa Aman
Kehadiran Park Mu-gyeong, kepala Unit Kejahatan Kekerasan yang diperankan Lee Joon-hyuk, membuat dinamika cerita semakin tajam.
Alih-alih berjalan lurus, alur penyelidikan terus berubah arah.
Setiap episode membuka potongan kebenaran baru, namun di saat bersamaan menghadirkan teka-teki tambahan.
Penonton dipaksa merangkai sendiri serpihan fakta yang disajikan.
Twist di akhir episode pun bukan sekadar kejutan kosong—melainkan hasil dari build-up yang matang sejak awal.
4. Produksi yang Sinematik dan Berkelas
Dari sinematografi gelap yang elegan hingga tata kostum yang mencerminkan dunia high society, The Art of Sarah terasa seperti film layar lebar yang dipadatkan menjadi serial.
Skoring musiknya pun memberi efek mencekam tanpa berlebihan. Atmosfer yang dibangun konsisten: glamor di permukaan, gelap di baliknya.
Tak heran jika drama ini terasa premium dibanding rilisan lain di awal 2026 yang lebih banyak didominasi rom-com.
5. Menghidupkan Kembali Thriller Kriminal di Netflix
Sejak awal tahun, Netflix cenderung menghadirkan drama romantis dan komedi.
The Art of Sarah hadir sebagai angin segar di tengah dominasi genre ringan tersebut.
Drama ini mengisi kekosongan thriller kriminal yang serius, kompleks, dan psikologis.
Bukan hanya soal siapa pelaku, tetapi juga tentang manipulasi, identitas, dan obsesi terhadap citra sosial.
The Art of Sarah bukan hanya sukses karena premisnya yang unik, tetapi karena eksekusinya yang presisi.
Akting kuat, alur penuh twist, serta produksi yang sinematik menjadikannya salah satu drama Korea terbaik Netflix tahun ini.
Jika kamu mencari tontonan akhir pekan yang penuh misteri dan tidak mudah ditebak, drama ini wajib masuk daftar binge-watch kamu.
Dan dengan respons global yang terus meningkat, sepertinya kesuksesan The Art of Sarah baru saja dimulai. (jas)




