Dari Pegunungan Salju hingga Lorong Hangat, 8 Lokasi Syuting Pavane Bikin Suasana Film Hidup
Lokasi syuting film Pavane dipilih bukan tanpa alasan
FILM - Keindahan visual Pavane lahir dari pilihan lokasi syuting yang penuh makna/ Foto: Netflix
AVNMEDIA.ID - Film Pavane yang dirilis di Netflix pada 20 Februari 2026 menampilkan visual yang kuat bukan hanya dari akting para pemerannya Go Ah‑sung, Byun Yo‑han, dan Moon Sang‑min tetapi juga dari lokasi‑lokasi nyata di Korea Selatan yang menjadi latar emosional cerita.
Dengan gaya sinematografi yang kuat dan juga nuansa emosional, film Pavane ini berhasil mencuri perhatian penonton internasional.
Film ini menggabungkan pemandangan natural dan urban untuk menciptakan suasana yang puitis, tenang, sekaligus reflektif, sesuai dengan tema cinta dan penyembuhan batin yang diangkat dari novel Pavane for a Dead Princess.
1. Jalan Pegunungan Bersalju – Provinsi Gangwon
Salah satu lokasi syuting paling mencolok dalam film adalah jalan pegunungan bersalju yang tampak di banyak cuplikan trailer.
Jalan berliku yang diselimuti putihnya salju ini diperkirakan berada di Provinsi Gangwon, seperti area Pyeongchang atau Inje.
Pemandangan dingin dengan pepohonan bare dan lengkungan panjang jalan menggambarkan rasa kesendirian dan keterasingan batin salah satu tokoh utama, serta memberi kesan perjalanan tanpa akhir yang simbolis.
2. “Kawasan Gaya Eropa” – Paju atau Songdo International Business District
Adegan dengan bangunan modern berfasad kaca dan jalan kota yang bersih kemungkinan besar difilmkan di Paju atau Songdo International Business District di Incheon.
Area ini memberi visual metropolitan yang elegan dan bersih secara arsitektur, mencerminkan ambisi dan jarak emosional antar karakter dalam bagian film yang lebih gelap dan reflektif.
3. Gang Sempit Dekat Namsan – Haebangchon / Hannam‑dong
Salah satu lokasi urban lain yang muncul adalah gang sempit berlampu kuning hangat yang diduga berada di daerah Haebangchon atau Hannam‑dong dekat Gunung Namsan di Seoul.
Lorong‑lorong yang mengandung kontras antara keintiman dan ketegangan ini menjadi latar penting bagi momen‑momen dialog internal dan konfrontasi emosional tokoh untuk menjadi lokasi syuting film ini.
4. Bianglala Saat Senja – Everland atau Seoul Land
Lokasi syuting dengan visual puitis lain yang menarik adalah bianglala di taman hiburan saat matahari terbenam.
Lokasi ini diperkirakan berupa area amusement park seperti Everland di Yongin atau Seoul Land di Gwacheon.
Adegan ini tak menggambarkan suasana riang, melainkan menjadi metafora waktu dan kenangan, berputar dalam ritme yang hampir seperti tarian pelan kehidupan tokoh‑tokoh film.
5. Lotte Department Store – Incheon
Lokasi modern lain yang sering terlihat adalah Lotte Department Store cabang Incheon di district Michuhol‑gu.
Pusat perbelanjaan ini menjadi latar untuk beberapa adegan keseharian dan rutinitas tokoh, menunjukkan kontras antara gemerlap kehidupan normal dan kerumitan batin karakter yang tersembunyi.
6. Wolmi Zzang Land – Incheon
Selain bianglala besar, film ini juga menampilkan area Wolmi Zzang Land di Jung‑gu, Incheon sebuah taman hiburan kecil dengan suasana retro.
Visual dari lokasi ini memberi sentuhan nostalgia dan memberi nuansa tersendiri untuk adegan‑adegan yang lebih tenang dan introspektif.
7. Ihwa Mural Village – Jongno‑gu, Seoul
Ihwa Mural Village di Jongno‑gu, Seoul, tampil sebagai salah satu lokasi yang memadukan seni mural dengan lanskap urban.
Tempat ini memberikan latar kreatif sekaligus intim yang mencerminkan kedalaman emosional dan perjalanan batin tokoh ketika mereka mengevaluasi kembali kehidupan mereka.
8. 7‑Eleven Sinchon One Room (Area Depan) – Seodaemun‑gu, Seoul
Tidak hanya lokasi syuting besar dan pemandangan luas, film ini juga menampilkan visual sederhana seperti area depan 7‑Eleven di Sinchon, yang menjadi simbol kehidupan sehari‑hari dan realitas kota Seoul yang terus berjalan meski di baliknya ada perjuangan batin.
Kesimpulan
Delapan lokasi syuting ini tidak hanya sekadar latar masing‑masing tempat justru menguatkan mood dan tema cerita Pavane, mulai dari kesunyian pegunungan bersalju hingga lorong hangat berlampu, dari taman hiburan yang tenang hingga sudut kota yang akrab.
Visual‑visual tersebut memperkaya narasi film Pavane, menjadikannya tidak sekadar kisah cinta tetapi juga perjalanan emosional yang halus namun memikat. (naf)




