Dari Miley Cyrus hingga Sabrina Carpenter, Ini Jejak Dolly Parton di Musik Generasi Baru
Pengaruh Dolly Parton pada Musisi Perempuan Gen Z
Dolly Parton bersama Sabrina Carpenter & Miley Cyrus / Kolase: AVNMEDIA.ID
Selain kolaborasi langsung, koleksi lagu Dolly Parton juga terus mendapatkan perhatian melalui berbagai versi dan penampilan ulang.
Beberapa lagu seperti “Jolene”, “9 to 5”, “I Will Always Love You”, dan “Coat of Many Colors” merupakan beberapa karya yang menjadi bagian penting dari katalog musiknya.
“I Will Always Love You” bahkan memiliki perjalanan yang sangat panjang. Lagu tersebut ditulis dan direkam pertama kali oleh Parton sebelum kemudian menjadi sangat populer melalui versi Whitney Houston.
Warisan Parton juga tidak hanya berkaitan dengan musik. Ia dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, aktris, pengusaha, dan filantropis.
Kemampuannya membangun karier sambil mempertahankan identitas pribadi menjadi salah satu alasan mengapa namanya tetap relevan hingga sekarang.
Koneksi dengan musisi wanita generasi muda memperlihatkan bahwa pengaruh Parton terus berkembang.
Miley Cyrus memiliki hubungan personal sekaligus musikal dengannya. Beyoncé membawa “Jolene” ke dalam proyek musiknya sendiri, sedangkan Sabrina Carpenter bekerja langsung dengan Parton dalam versi baru “Please Please Please”.
Dengan demikian, koleksi lagu Dolly Parton bukan sekadar peninggalan dari era musik country masa lalu. Lagu-lagu tersebut terus mendapatkan kehidupan baru melalui suara musisi dari generasi berikutnya.
Bagi pendengar muda, nama Dolly Parton mungkin pertama kali muncul bukan dari rekaman asli tahun 1970-an, melainkan melalui Miley Cyrus, Beyoncé, Sabrina Carpenter, atau berbagai versi lagu yang tersedia di platform musik modern.
Di situlah kekuatan warisan Dolly Parton terlihat. Karyanya mampu melewati perubahan zaman dan genre, sekaligus tetap relevan ketika dibawakan atau diperkenalkan kembali oleh musisi wanita dari generasi berbeda. (san)





