Dari Film ke Konser, La La Land Rayakan 10 Tahun di Venice Film Festival
10 Tahun La La Land, Justin Hurwitz Hidupkan Kembali Musik Film
La La Land Rayakan 10 Tahun di Venice Film Festival dengan Konser Justin Hurwitz / Foto: X @firstshowing
AVNMEDIA.ID - Satu dekade setelah pertama kali memukau penonton di Venice Film Festival, La La Land kembali ke Venesia dalam format yang berbeda.
Film musikal garapan Damien Chazelle tersebut merayakan 10 tahun perjalanannya melalui pertunjukan “La La Land in Concert” dengan komposer Justin Hurwitz memimpin musik secara langsung.
Pertunjukan spesial tersebut digelar di Teatro La Fenice, Venesia, pada 5 September 2026. Acara ini menjadi bagian dari perayaan satu dekade sejak La La Land melakukan pemutaran perdana dunianya di Venice Film Festival pada 2016.
Dalam pertunjukan tersebut, film La La Land diputar di layar besar sementara musik dan lagu-lagu ikoniknya dimainkan secara langsung oleh Orchestra Regionale Filarmonia Veneta.
Justin Hurwitz bertindak sebagai konduktor, sedangkan Randy Kerber, yang juga terlibat dalam rekaman soundtrack asli film, tampil sebagai pianis.
Format tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.
Jika biasanya musik hanya terdengar sebagai bagian dari film, konser ini memungkinkan penonton menyaksikan gambar La La Land sembari mendengarkan langsung aransemen musik yang menjadi salah satu kekuatan utama film.
Kembalinya La La Land ke Venesia juga memiliki nilai simbolis. Pada 2016, film tersebut menjadi salah satu judul yang paling mendapat perhatian dalam kompetisi Venice International Film Festival.
Arsip resmi La Biennale di Venezia mencatat film tersebut sebagai bagian dari Venezia 73 – Concorso.
Saat itu, La La Land memperkenalkan kisah Mia dan Sebastian, dua insan yang mengejar impian masing-masing di Los Angeles.
Emma Stone dan Ryan Gosling menjadi pemeran utama dalam film yang memadukan drama romantis, musik, tari, dan atmosfer Hollywood klasik tersebut.
Penampilan Emma Stone bahkan mendapat penghargaan Volpi Cup for Best Actress di Venice Film Festival 2016.
Sementara itu, Justin Hurwitz menjadi sosok penting di balik identitas musikal film melalui komposisi yang kemudian mendapat pengakuan luas.
Salah satu lagu yang paling melekat dengan La La Land adalah “City of Stars”. Selain menjadi bagian penting dari hubungan Mia dan Sebastian, lagu tersebut turut memperkuat karakter film sebagai perpaduan antara kisah cinta dan perjuangan mengejar mimpi.
Hurwitz sendiri memiliki hubungan kreatif yang panjang dengan Damien Chazelle.
Keduanya telah bekerja sama dalam sejumlah film, termasuk Whiplash, La La Land, First Man, dan Babylon.
Kolaborasi tersebut membuat musik menjadi elemen yang sangat menonjol dalam karya-karya Chazelle.
Perayaan 10 tahun La La Land di Venesia juga melibatkan Cartier, yang mempersembahkan pertunjukan tersebut melalui Cartier Cinema Club bersama Lionsgate dan Hurwitz Concerts.
Keterlibatan Cartier memperpanjang hubungan merek tersebut dengan dunia perfilman dan Venice Film Festival.
Sebelumnya, Cartier juga pernah mempertemukan Chazelle dan Hurwitz dalam sebuah sesi mengenai proses kreatif dan kolaborasi mereka dalam pembuatan musik film.
Bagi La La Land, perayaan ini bukan sekadar pemutaran ulang film lama.
Konsep konser memperlihatkan bagaimana sebuah karya sinema dapat memperoleh kehidupan baru melalui pertunjukan musik secara langsung.
Selama sekitar dua setengah jam, penonton dapat kembali mengikuti perjalanan Mia dan Sebastian sekaligus menikmati musik Hurwitz dalam format orkestra.
Perpaduan tersebut menghadirkan pengalaman nostalgia bagi penggemar lama sekaligus membuka kesempatan bagi penonton baru untuk mengenal La La Land melalui cara yang berbeda.
Momen tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung di Teatro La Fenice, salah satu gedung opera paling terkenal di Venesia.
Tempat bersejarah tersebut memberikan latar yang kontras namun menarik bagi film yang sebagian besar ceritanya berlatar Los Angeles.
Sepuluh tahun setelah debutnya, La La Land dengan demikian kembali ke Venesia bukan sebagai film baru yang sedang memperkenalkan dirinya kepada dunia, melainkan sebagai karya yang telah meninggalkan jejak dalam budaya populer.
Bagi Justin Hurwitz, kembali memimpin musik La La Land di kota tempat film tersebut pertama kali diperkenalkan kepada dunia menjadi sebuah lingkaran perjalanan yang menarik.
Sementara bagi para penggemarnya, konser tersebut menjadi kesempatan untuk merayakan satu dekade perjalanan film musikal yang masih memiliki tempat khusus di hati penonton.
Dengan perayaan tersebut, La La Land sekali lagi membuktikan bahwa kisah tentang cinta, ambisi, musik, dan impian dapat melampaui batas sebuah film.
Sepuluh tahun setelah pertama kali bersinar di Venice Film Festival, karya Damien Chazelle itu kembali hadir melalui musik namun kali ini secara langsung di hadapan penonton. (san)





