Canva Rilis 100+ Pembaruan, Dorong Transformasi Platform Produktivitas Berbasis AI
CANVA - Dengan lebih dari 100 pembaruan sepanjang 2026, Canva kini tengah mendorong transformasi dari platform desain menjadi rangkaian aplikasi produktivitas visual yang menggabungkan konten, data, kolaborasi, dan AI dalam satu alur kerja/ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Canva semakin agresif memperluas perannya di pasar aplikasi produktivitas.
Hingga September 2026, platform komunikasi visual tersebut telah menghadirkan lebih dari 100 pembaruan fitur di dalam Canva Visual Suite sejak awal tahun.
Pembaruan tersebut mencakup Doc, Presentasi, Sheet, Papan Tulis, Video, hingga berbagai fitur pendukung produktivitas lainnya.
Canva menyebut hampir satu pembaruan hadir setiap dua hari. Pada saat yang sama, lebih dari 1 miliar desain dibuat di Canva setiap bulan, menunjukkan pergeseran penggunaan platform dari sekadar kebutuhan desain visual ke berbagai aktivitas pekerjaan.
100 Juta Orang Gunakan Canva untuk Presentasi
Pertumbuhan Canva juga terlihat dari penggunaan fitur Presentasi.
Lebih dari 100 juta orang menggunakan Canva Presentasi setiap bulan, menjadikannya salah satu dari tiga fitur teratas yang digunakan pengguna untuk membuat presentasi.
Sementara penggunaan Canva Docs meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Canva juga mencatat hampir 3.000 presentasi dibuat setiap menit, sedangkan Canva Doc digunakan untuk membuat hampir 1.000 dokumen setiap menit.
Adopsi di kalangan perusahaan turut meningkat. Lebih dari 98 persen perusahaan Fortune 500 kini menggunakan Canva untuk kebutuhan pekerjaan, dengan adopsi perusahaan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Indonesia Jadi Salah Satu Pasar Utama Canva
Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi Canva, terutama dalam penggunaan platform melalui perangkat mobile.
Lebih dari 75 persen pengguna aktif bulanan Canva Visual Suite di Indonesia mengakses platform melalui perangkat seluler.
Indonesia juga tercatat sebagai pasar terbesar ketiga Canva secara global.
Pengguna di Indonesia masuk dalam tiga besar pasar Canva secara global untuk berbagai jenis desain utama, termasuk Doc, Presentasi, Sheet, Situs Web, dan Papan Tulis.
Di Asia Tenggara, lebih dari separuh presentasi Canva dibuat dengan memulai prosesnya melalui perangkat mobile. Angkanya bahkan mencapai hampir dua dari tiga presentasi di Indonesia.
Canva Satukan Dokumen, Data, hingga Presentasi
Strategi Canva kini mengarah pada satu platform yang dapat menangani berbagai tahapan pekerjaan.
Melalui Canva Visual Suite, pengguna dapat memulai proyek melalui Papan Tulis, mengembangkannya menjadi brief di Doc, mengolah data melalui Sheet, kemudian mengubahnya menjadi Presentasi tanpa harus berpindah platform.
Seluruh proses tersebut berada dalam ekosistem yang sama dan mendukung kolaborasi secara real-time.
Canva menyebut lebih dari 250 juta desain multi-format telah dibuat sejak format baru tersebut diluncurkan tahun lalu.
Artinya, Canva mulai memosisikan dirinya bukan hanya sebagai platform desain, tetapi sebagai bagian dari alur kerja perusahaan untuk merencanakan, mengatur, mengukur, dan menyelesaikan pekerjaan.
AI Mulai Masuk ke Pengolahan Data
Salah satu fokus pembaruan Canva adalah pemanfaatan AI untuk membantu pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan proses manual.
Pada Canva Sheet, misalnya, fitur AI dapat membantu menganalisis data dan mengubahnya menjadi grafik serta tabel yang siap digunakan dalam presentasi maupun dokumen.
Canva juga menambahkan fitur seperti filter publik, penyembunyian kolom, dan pengelompokan baris untuk membantu pengguna mengatur informasi yang dibagikan.
Sementara itu, Canva Doc diperkuat dengan tata letak visual yang lebih kaya, termasuk desain full-page, pemisah halaman otomatis, dan berbagai gaya baru untuk menghasilkan dokumen yang lebih rapi.
Presentasi dan Whiteboard Makin Terintegrasi
Canva juga memperbarui fitur Papan Tulis untuk mendukung proses brainstorming dan kolaborasi.
Melalui fitur seperti Follow Collaborators, anggota tim dapat langsung berpindah ke bagian tempat rekan mereka bekerja. Reaksi satu klik juga memungkinkan pengguna memberikan umpan balik secara real-time.
Ketika ide sudah siap dikembangkan, Papan Tulis dapat diubah menjadi Presentasi atau Doc hanya dengan satu klik.
Pada Presentasi, Canva menambahkan fitur untuk membantu pengguna mempersiapkan hingga menyampaikan materi, termasuk perkiraan waktu presentasi, presentasi satu klik, serta catatan presenter otomatis yang mengubah materi menjadi poin-poin pembicaraan.
Canva Tak Lagi Sekadar Platform Desain
Perkembangan tersebut memperlihatkan perubahan posisi Canva di pasar teknologi.
Jika sebelumnya Canva dikenal sebagai platform untuk membuat desain visual, kini perusahaan memperluas ekosistemnya untuk menangani berbagai kebutuhan pekerjaan dalam satu platform.
Mulai dari brainstorming, penulisan dokumen, pengolahan data, pembuatan presentasi, hingga pengembangan situs web, seluruh proses diarahkan agar dapat berlangsung dalam satu ekosistem.
Di sisi lain, Canva juga mencatat hampir 1 juta situs web dipublikasikan setiap bulan. Fitur Canva Kode bahkan telah digunakan untuk membuat lebih dari 6 juta situs web.
Dengan lebih dari 100 pembaruan sepanjang 2026, Canva kini tengah mendorong transformasi dari platform desain menjadi rangkaian aplikasi produktivitas visual yang menggabungkan konten, data, kolaborasi, dan AI dalam satu alur kerja. (jas)
- Canva Code 2.0 Resmi Hadir di Indonesia, Kini Bisa Bikin Website hingga Game Tanpa Harus Bisa Coding
- Laptop AI Copilot+™ Murah Apa yang Terbaik? Kenali Keunggulan ASUS Vivobook S14 OLED
- Ini Dia Spek Motherboard iGame B850I MINI OC V14, Produk Baru COLORFUL untuk PC Gaming Mini-ITX
- Canva Gandeng King Nassar Luncurkan Kampanye AI 'NyatAIn di Canva', Bidik UMKM hingga Kreator Digital Indonesia





