Blak-Blakan Donna Faroek soal Kisruh Kepengurusan Kadin Indonesia, Posisi Kepengurusan Masih Pada Arsjad Rasjid
Donna Faroek bersama Arsjad Rasjid/ Foto: IG @donnafaroek
"Kalau yang mereka klaim (Munaslub), ada 28 provinsi, itu ketumnya abal-abal. Kaltim, saya belum dapat info, apakah ada dimanipulasi orang-orangnya (yang ikut Munaslub Kadin), tapi kalau Kaltim, tak ada kepengurusan abal-abal. Tak ada keterangan Kaltim dimanipulasi atau dicarikan orang yang abal-abal," ucapnya.
Diketahui, pada 14 September 2024 lalu, muncul Munaslub Kadin Indonesia yang memilih dan menetapkan anak Aburizal Bakrie, Anindya Novyan Bakrie sebagai ketua umum.
Tak lama, setelahnya, kubu Arsjad Rasjid menolak hasil itu dengan mengatakan bahwa Munaslub yang digelar adalah ilegal. ‘
Ilegal itu dikarenakan, pada proses penggantian ketua umum, kuorum tak capai jumlah yang sah.
Sebagai informasi, Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid sempat melepas jabatannya pada gelaran Pilpres 2024. Saat itu, ia ditunjuk sebagai ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Kelompok pengusaha itu kemudian dipimpin oleh Plt Harian Ketum Kadin Yukki Nugrahawan Hanafi.
Kemudian, Arsjad kembali mengambil alih jabatannya usai Ganjar-Mahfud kalah di Pilpres 2024. (jas)





