AI Bisa Bikin Ponsel Jadi Lebih Buruk! Rantai Pasok Tertekan, Harga Naik, Spek Mandek

AI DI SMARTPHONE - Untuk menjalankan fitur AI on-device, ponsel justru membutuhkan RAM lebih besar. Inilah dilema utama yang kini dihadapi produsen smartphone/ Foto: Pexels

Inilah dilema utama yang kini dihadapi produsen smartphone.

 

Risiko “Resesi Spesifikasi” Mengintai Konsumen

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya “spec-cession” atau resesi spesifikasi.

Biasanya, ponsel baru hadir dengan harga relatif sama, namun menawarkan chipset lebih cepat, layar lebih baik, dan kamera lebih canggih.

Kini, pola tersebut terancam berubah.

Konsumen bisa saja membayar lebih mahal untuk ponsel dengan peningkatan hardware yang sangat terbatas—atau bahkan lebih buruk dibanding generasi sebelumnya.

Masalah ini tidak hanya dialami Samsung. Apple, Google, hingga Xiaomi sama-sama bergantung pada pasokan memori global yang kian mengetat, menjadikan tekanan ini bersifat industri, bukan kasus individual.

Pengguna yang Fokus Hardware Paling Terdampak

Bagi pengguna yang mengutamakan hardware fisik—seperti lensa zoom, kapasitas baterai, dan kualitas material bodi—tren ini jelas merugikan.

Jika anggaran produksi (Bill of Materials/BOM) tersedot untuk memori AI, maka komponen lain berpotensi ditekan kualitasnya.

Akibatnya, siklus upgrade bisa ikut terganggu.

Jika ponsel generasi baru hadir dengan harga lebih tinggi namun kamera atau baterai stagnan, minat untuk upgrade otomatis menurun, terutama di segmen pengguna berat.

Related News
Recent News
image
Techno Apple Watch Series 11 Lagi Diskon Besar di Amazon, Potongan Harga US$100
by Adrian Jasman2026-01-12 13:00:00

Apple Watch Series 11 diskon US$100 di Amazon, harga turun di bawah US$300.

image
Techno Wow, iPhone Lipat Apple Bakal Tanpa Bekas Lipatan di Layar! Ungguli Samsung Galaxy Z Fold 7?
by Adrian Jasman2026-01-11 22:03:28

iPhone lipat Apple dikabarkan bakal layar tanpa bekas lipatan, ungguli Galaxy Z Fold 7