Review Blossom Through the Cloud: Drama CEO yang Bikin Adegan Rapat Terasa Penting
DRAMA CHINA - Blossom Through the Cloud justru mendapat perhatian karena sesuatu yang jauh lebih sederhana: adegan rapat perusahaan/ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Apa yang biasanya membuat drama CEO romantis menarik perhatian?
Jawabannya mungkin karakter pria dingin dengan setelan mahal, kantor mewah, mobil mewah, atau adegan romantis yang membuat penonton ikut baper.
Namun, Blossom Through the Cloud justru mendapat perhatian karena sesuatu yang jauh lebih sederhana: adegan rapat perusahaan.
Bukan karena rapatnya dibuat dramatis. Justru sebaliknya, adegan tersebut terasa seperti rapat sungguhan.
Drama China terbaru yang dibintangi Wei Zheming dan Liu Xien ini mulai tayang di Viu pada 31 Agustus 2026 dengan subtitle Indonesia. Mengambil latar industri penerbangan, Blossom Through the Cloud memadukan kisah cinta dengan ambisi profesional para karakternya.
Hasilnya, dunia kerja tidak sekadar menjadi dekorasi untuk mempertemukan pemeran utama.
Bukan Sekadar CEO yang Duduk di Ruang Mewah
Dalam drama romantis bertema CEO, jabatan tinggi seorang karakter laki-laki sering kali hanya digunakan untuk membangun kesan bahwa ia berkuasa.
Penonton diberi tahu bahwa tokoh tersebut adalah direktur, wakil presiden, atau pemilik perusahaan.
Namun, tidak banyak cerita yang benar-benar memperlihatkan bagaimana karakter itu bekerja.
Blossom Through the Cloud mengambil pendekatan berbeda melalui sosok Fu Mingyu, yang diperankan Wei Zheming.
Sebagai Wakil Presiden Hengshi Airlines, Fu Mingyu tidak hanya ditampilkan melalui pakaian formal dan ruang kerja mewah.
Ia benar-benar terlihat berada di lingkungan perusahaan dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Hal inilah yang membuat karakter Fu Mingyu terasa lebih masuk akal sebagai seorang eksekutif.
Adegan Rapat yang Justru Jadi Perbincangan
Dikutip dari Sina, adegan rapat pimpinan Hengshi Airlines dalam Blossom Through the Cloud menjadi pembicaraan warganet China.
Adegan tersebut bahkan mendapat julukan sebagai rapat yang dianggap benar-benar menghormati karakter seorang bos.
Alasannya sederhana.
Fu Mingyu tidak perlu membentak bawahan, melempar dokumen, atau menunjukkan kekuasaan secara berlebihan untuk membuktikan posisinya.
Rapat berlangsung di ruangan besar dengan banyak peserta. Para pegawai mengenakan pakaian formal dan kartu identitas, sementara layar di ruang rapat menampilkan peta rute serta data operasional penerbangan.
Pembahasannya pun tidak dibuat sekadar sebagai latar belakang.
Ada pembicaraan mengenai perencanaan rute, risiko keselamatan, hingga strategi pengembangan maskapai.
Yang menarik, tidak ada adegan romantis yang tiba-tiba muncul hanya untuk mempertemukan Fu Mingyu dan Ruan Sixian.
Rapat dibiarkan menjadi rapat.
Justru karena itulah adegan tersebut terasa berbeda.





