Lingkup Psikologi

Benarkah Cantik Jadi Syarat Nilai Diri? Saat Standar Kecantikan Tekan Perempuan di Era Modern

Ritual Kecantikan: Tekanan atau Bentuk Perawatan Diri?

ILUSTRASI - Benarkah cantik jadi syarat nilai diri? Standar kecantikan digital kian menekan perempuan di era media sosial (Foto: Canva)

AVNMEDIA.ID - Di era media sosial, makna cantik tak lagi sekadar soal selera, melainkan seolah menjadi tolok ukur nilai diri.

Standar kecantikan yang disebarkan lewat filter, algoritma, dan budaya influencer membuat banyak wanita merasa harus memenuhi kriteria tertentu agar dianggap cukup, layak, dan diterima.

Pertanyaannya, benarkah cantik kini menjadi syarat utama nilai diri perempuan?

Fenomena ini tidak hadir tanpa dampak.

Di balik visual yang tampak sempurna, tekanan psikologis terhadap perempuan justru kian meningkat.

Standar Kecantikan Digital yang Sulit Dicapai

Standar kecantikan modern cenderung sempit dan seragam: tubuh langsing, kulit mulus, awet muda, dan proporsi tubuh tertentu.

Dengan bantuan teknologi digital, gambaran ini terus dipoles hingga tampak nyaris tanpa cela.

Akibatnya, banyak wanita membandingkan dirinya dengan versi manusia yang sudah melalui proses edit, kurasi, bahkan komersialisasi.

Perbandingan yang berlangsung terus-menerus membuat tubuh diperlakukan seperti proyek yang harus diawasi dan diperbaiki tanpa henti.

Ketika Cantik Menjadi Tolak Ukur Harga Diri

Salah satu tekanan terbesar muncul saat kecantikan dipersepsikan sebagai syarat untuk bernilai.

Dalam kondisi ini, harga diri menjadi rapuh karena bergantung pada penampilan fisik.

Related News
Recent News
image
Sex and Relationship 8 Cara Tunjukkan Cinta kepada Orang yang Kamu Cintai, Biar Hubungan Tetap Romantis
by April2026-02-10 16:07:22

Cara tunjukkan cinta agar hubungan tetap romantis, hangat, dan sehat lewat kebiasaan sehari-hari.

image
Sex and Relationship 5 Jenis Cinta untuk Jaga Kesehatan Batin Manusia, Lebih dari Sekadar Romantisme!
by April2026-02-09 16:10:39

Cinta kian relevan di tengah dunia penuh kekacauan, menjadi fondasi kemanusiaan dan kesehatan batin.