Zara Larsson Kecam White House Gara-Gara Lagu “Midnight Sun” dipakai di Video Deportasi ICE
Zara Larsson Kritik Video Deportasi Trump yang Gunakan Lagunya
White House Pakai Lagu Zara Larsson, Sang Penyanyi Layangkan Kritik Keras / Foto: Interview Magazine
Ia menyinggung kesempatan yang diperolehnya sejak kecil, termasuk akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, perjalanan, dan berbagai peluang lainnya.
Ia kemudian mengungkapkan pandangannya bahwa orang-orang yang menjadi sasaran kebijakan deportasi juga memiliki kehidupan, keluarga, serta alasan masing-masing untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Kritik Larsson tidak berhenti pada persoalan penggunaan musik. Ia juga melontarkan bahasa yang sangat keras terhadap pihak di balik video tersebut dan menyebut mereka sebagai 'pecundang'.
Pernyataan tersebut merupakan respons pribadi Larsson terhadap penggunaan lagunya dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran hak cipta atau penggunaan lagu tanpa izin.
Status perizinan penggunaan “Midnight Sun” dalam video tersebut perlu dibedakan dari kritik Larsson mengenai konteks pemakaiannya.
Kontroversi ini bukan kali pertama musik Zara Larsson muncul dalam konten yang berkaitan dengan kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sebelumnya, lagu Larsson lainnya, “Lush Life”, juga digunakan dalam sebuah video yang dipublikasikan pihak Gedung Putih.
Video tersebut berkaitan dengan pesan mengenai penegakan hukum dan aktivitas ICE. Larsson pada kesempatan tersebut juga menyatakan keberatannya terhadap penggunaan musiknya.
Penggunaan musik populer dalam komunikasi politik dan pemerintahan bukan persoalan baru.
Para musisi dalam sejumlah kasus sebelumnya juga pernah menyatakan keberatan ketika karya mereka digunakan dalam konteks yang tidak mereka dukung atau tidak sesuai dengan citra maupun pesan karya tersebut.
Dalam kasus terbaru ini, titik persoalannya adalah perbedaan antara konteks asli lagu “Midnight Sun” dan pesan yang muncul dalam video Gedung Putih.





