Selebriti Indonesia

Viral! Maudy Ayunda Tuai Kritik Usai Ajak Mindfulness di Tengah Kabar Buruk, Warganet: Bad News Kamu Itu Bad Reality Orang Lain

Video telah ditonton lebih dari 153 ribu kali

VIDEO - Viral Video Maudy Ayunda Ajak Mindfulness di Tengah Kabar Buruk, Tuai Kritik Warganet soal Empati hingga Disinggung sebagai Penerima Beasiswa LPDP (Foto: YouTube Maudy Ayunda)

AVNMEDIA.ID - Nama Maudy Ayunda kembali menjadi sorotan setelah video terbarunya yang membahas mindfulness di tengah banyaknya kabar buruk menuai beragam respons dari warganet.

Video berjudul “mindfulness in the age of bad news - maudy ayunda” tersebut diunggah melalui kanal YouTube Maudy Ayunda pada 21 Agustus 2026.

Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 153 ribu kali. Namun, pesan yang disampaikan Maudy justru mendapat kritik dari sejumlah warganet.

Sebagian warganet menilai pembahasan mengenai membatasi paparan berita buruk terdengar kurang sensitif jika disampaikan dari sudut pandang seseorang yang dianggap memiliki privilese.

Maudy Ayunda Ajak Warganet Terapkan Mindfulness

Dalam video tersebut, Maudy Ayunda membahas pentingnya menjaga kesehatan mental dengan lebih sadar terhadap informasi yang dikonsumsi sehari-hari.

Ia mengajak penonton untuk tidak terus-menerus terpapar berbagai kabar buruk yang dapat memengaruhi kondisi pikiran dan kesejahteraan diri.

Pembahasan tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep mindfulness, yakni upaya untuk lebih sadar terhadap apa yang sedang dirasakan dan dilakukan pada saat ini.

Video itu dibuat Maudy ketika sedang sarapan. Dalam salah satu bagian, ia terlihat menikmati menu yang terdiri dari alpukat, cottage cheese, dan telur omega.

Latar dapur yang terlihat cukup mewah dalam video tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang disoroti oleh warganet.

Maudy Ayunda Dinilai Tidak Napak Tanah

Sejumlah komentar mempertanyakan pesan yang disampaikan Maudy karena menurut mereka, tidak semua orang memiliki pilihan untuk membatasi paparan terhadap “bad news”.

Bagi sebagian masyarakat, kabar buruk mengenai kondisi sosial, ekonomi, maupun kebijakan publik bukan sekadar informasi yang muncul di media, tetapi dapat berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu pengguna YouTube dengan akun @pal*** menilai pesan Maudy terdengar kurang peka karena disampaikan ketika dirinya berada di dapur berpendingin udara sambil menyiapkan makanan yang dianggap cukup mahal.

“The thing is, you share your so-called ‘struggle pribadi’, in your air-conditioned kitchen, while preparing fancy bread with cottage cheese and omega 3 eggs that probably cost Rp50k+ for one serving, saying that you’d limit the ‘bad news’ for the sake of your well-being. See how it definitely came out as extremely tone deaf?” tulis akun tersebut.

Akun yang sama juga menyinggung latar belakang pendidikan Maudy di Stanford dan menyebut bahwa pendidikan tersebut berkaitan dengan pembiayaan yang berasal dari masyarakat.

Komentar tersebut kemudian dilanjutkan dengan sindiran mengenai status Maudy sebagai penerima beasiswa.

Video Maudy Ayunda Banjir Kritik

Komentar bernada kritik juga datang dari sejumlah pengguna YouTube lainnya.

“SEKALI BUDEK TETAP BUDEK. SELAMAT KAMU KONSISTEN BUDEKNYA. MUST BE NICE TO HAVE A CHOICE TO AVOID BAD NEWS SINCE IT HAS NEVER HAPPENED IN YOUR BACKYARD,” tulis @sek***.

Sementara itu, akun @nad*** menyoroti perbedaan kondisi yang dialami masyarakat.

“bad news kamu adalah bad reality dari orang-orang tau, info aja,” tulisnya.

Komentar lain dari @sal*** menyebut bahwa penderitaan orang lain tidak semestinya dianggap sebagai sesuatu yang bisa begitu saja dikategorikan sebagai hal negatif yang ingin dihindari.

“Imagine describing someone else’s suffering as ‘negativity’ you’ve chosen to remove from your life. The tone deaf Olympics have a new frontrunner,” tulis akun tersebut.

Ada pula warganet yang menganggap pesan Maudy lebih relevan bagi kelompok masyarakat yang memiliki privilese.

“Ini kayak nasehat untuk sesama orang kaya,” ucap @fau***.

“For many of us, it's not just a news. It's our REALITY... can't ignore it....” tulis @nur***.

Komentar lain bahkan menyebut Maudy sebagai “tone deaf final boss”.

Warganet Soroti Privilese untuk Memilih Bad News

Kritik yang lebih panjang disampaikan akun @mag***.

Menurutnya, membatasi paparan berita buruk memang dapat dibenarkan dari sisi kesehatan mental. Namun, pilihan tersebut dinilai sebagai sebuah privilese bagi orang yang tidak terdampak langsung oleh persoalan yang diberitakan.

“Narasi ini benar secara teori, tapi gagap realitas. Membatasi dan mengkurasi bad news itu privilese orang yang hidupnya tidak terdampak langsung oleh kebijakan publik yang buruk,” tulis akun tersebut.

Ia juga berpendapat bahwa masyarakat yang terdampak langsung oleh krisis tidak dapat begitu saja menganggap persoalan tersebut sebagai konten yang bisa dimatikan atau dihindari.

Komentar lainnya menggunakan analogi kapal Titanic untuk menggambarkan kritik terhadap pesan Maudy.

“Ibaratnya kejadian Titanic, kakak ini udah naik sekoci duluan sambil dadah-dadah nyemangatin ke orang yang lagi tenggelam di laut beku supaya tetep positive,” ujar @mik***.

Maudy Ayunda Merupakan Penerima Beasiswa LPDP

Sorotan terhadap Maudy Ayunda juga tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya.

Maudy dikenal sebagai salah satu artis Indonesia yang memiliki rekam jejak akademik di sejumlah universitas ternama dunia.

Ia menempuh pendidikan sarjana di University of Oxford, Inggris, dengan mengambil jurusan Philosophy, Politics and Economics (PPE).

Maudy menyelesaikan pendidikan S1 tersebut dengan predikat cum laude.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Oxford, Maudy kemudian melanjutkan studi magister di Stanford University, Amerika Serikat.

Ia sempat diterima di dua universitas ternama, yakni Stanford University dan Harvard University, sebelum akhirnya memilih Stanford.

Di Stanford, Maudy mengikuti program joint degree dan memperoleh dua gelar magister, yakni Master of Business Administration (MBA) dari Stanford Graduate School of Business serta Master of Arts (MA) in Education dari Stanford Graduate School of Education.

Pendidikan magister tersebut ditempuh Maudy pada periode 2019 hingga 2021 dengan dukungan Beasiswa LPDP.

Karena itu, Maudy tercatat sebagai salah satu figur publik Indonesia yang pernah menerima beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Perjalanan Pendidikan Maudy Ayunda

Dengan demikian, perjalanan pendidikan Maudy Ayunda mencakup pendidikan sarjana di University of Oxford hingga pendidikan magister di Stanford University.

Riwayat tersebut membuat nama Maudy tidak hanya dikenal sebagai aktris dan penyanyi, tetapi juga sebagai figur publik yang cukup aktif membahas isu pendidikan, pengembangan diri, dan kehidupan sosial.

Sementara itu, terkait video mindfulness yang kini menuai kritik, Maudy sendiri membahas pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengatur konsumsi informasi.

Perdebatan di kolom komentar kemudian berkembang ke persoalan privilese, kondisi masyarakat, hingga latar belakang pendidikan Maudy yang pernah didukung oleh beasiswa LPDP.

Meski demikian, berbagai komentar tersebut merupakan pandangan dan kritik yang disampaikan oleh warganet di kolom komentar video sehingga tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh publik memiliki pandangan yang sama terhadap Maudy maupun isi videonya.

(apr)

Related News
Recent News
image
Entertainment 11 Artis Pria Indonesia Kelahiran 1994, Ada Atta Halilintar hingga Fadil Jaidi yang Kini Berusia 32 Tahun
by April2026-09-14 12:36:29

Dunia hiburan diwarnai banyak nama artis pria Indonesia populer yang berasal dari generasi 1994.

image
Entertainment Profil Lengkap Kim Garam, Eks LE SSERAFIM yang Kini Beralih Profesi Jadi Aktris
by Nur Jayanti2026-09-12 18:00:00

Simak profil lengkap Kim Garam, eks LE SSERAFIM yang kini memulai karier baru sebagai aktris