usmile Indonesia Tangkap Tren Side Hustle 2026 Lewat Skema Affiliator
AFFILIATOR - usmile Affiliator Promoting at Cafe./ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Memasuki tahun 2026, pekerjaan sampingan atau side hustle kian bergeser dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan bagi banyak rumah tangga di Indonesia.
Tekanan biaya hidup yang meningkat, di tengah pemulihan ekonomi yang belum merata, mendorong masyarakat mencari sumber penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,85% pada 2025.
Namun, penyerapan tenaga kerja tersebut didominasi sektor informal seperti pengemudi ojek daring, buruh lepas, dan pedagang kecil—sektor yang cenderung rentan dan memiliki pendapatan tidak stabil.
Pemulihan Ekonomi Tak Merata dan Tekanan Kelas Menengah
Kondisi ini sejalan dengan fenomena K-Shaped Recovery, di mana pemulihan ekonomi berlangsung timpang antar kelompok masyarakat.
Influencer ekonomi Raymond Chin, mengutip data CEIC dan perhitungan staf LPEM FEB UI, menyebut rata-rata saldo tabungan masyarakat kelas menengah ke bawah menyusut signifikan.
Pada 2012, rata-rata tabungan kelompok ini masih berada di kisaran Rp4,29 juta. Angka tersebut turun drastis menjadi Rp1,78 juta pada 2025.
Penurunan ini mencerminkan bahwa pendapatan utama semakin sulit menutup kenaikan biaya hidup, sehingga tabungan kerap menjadi penyangga terakhir.
usmile Indonesia Tawarkan Kolaborasi Digital
Melihat realitas tersebut, usmile Indonesia membuka peluang kolaborasi bagi masyarakat melalui skema affiliator, yang memungkinkan individu memperoleh penghasilan tambahan berbasis digital.



