Survei Ungkap 25% Warga Alami Bau Mulut Saat Puasa, Industri Oral Care Bergerak
USMILE - Survei Honestdocs.id terhadap 11.740 responden menunjukkan 25% masyarakat Indonesia mengeluhkan bau mulut (halitosis) saat berpuasa, menjadikannya keluhan tertinggi dibandingkan asam lambung (17,8%), dehidrasi (17%), dan sakit kepala (13,3%). Data ini membuka peluang strategis bagi industr
AVNMEDIA.ID - Menjelang Ramadan 2026, isu kesehatan mulut menjadi sorotan.
Survei Honestdocs.id terhadap 11.740 responden menunjukkan 25% masyarakat Indonesia mengeluhkan bau mulut (halitosis) saat berpuasa, menjadikannya keluhan tertinggi dibandingkan asam lambung (17,8%), dehidrasi (17%), dan sakit kepala (13,3%).
Data ini membuka peluang strategis bagi industri oral care yang semakin kompetitif, terutama dalam momentum musiman seperti Ramadan.
Halitosis Saat Puasa: Tantangan Kesehatan dan Kepercayaan Diri
Secara medis, penurunan produksi saliva hingga 10% saat berpuasa menjadi faktor utama meningkatnya risiko bau mulut.
Saliva berfungsi sebagai pembersih alami yang menekan pertumbuhan bakteri. Ketika produksinya menurun, bakteri penyebab bau berkembang lebih cepat.
Isu ini menjadi perhatian figur publik seperti Vincent Rompies dan Desta, yang mengandalkan performa dan interaksi intens di ruang publik.
Keduanya menekankan pentingnya pemilihan pasta gigi dengan kandungan aktif yang tepat, bukan sekadar rutinitas menyikat gigi.
Strategi Produk: Inovasi Teknologi Jadi Diferensiasi
Dalam konteks persaingan pasar, usmile Indonesia memosisikan diri melalui inovasi teknologi dan pendekatan edukatif.
Varian Fresh White diformulasikan dengan:
- Apple Polyphenols, untuk menghambat metabolisme bakteri penyebab bau
- Zinc Glycinate, yang mengikat senyawa sulfur pemicu bau tak sedap
Selain itu, produk ini mengusung mekanisme pembersihan bertahap melalui:
- Dual Natural Enzymes (Papain & Lysozyme) untuk mengurai noda secara kimiawi
- Hydrated Silica sebagai gentle cleaning polish
- 3D-Lock Technology untuk stabilitas bahan aktif
- Advanced Stain-Shield Technology sebagai perlindungan dari noda baru
Sementara varian Repair White didukung teknologi HAP (Hydroxyapatite) dan FCap yang diklaim mampu memutihkan sekaligus memperkuat enamel dalam 7 hari.
Seluruh varian usmile kini telah mengantongi Sertifikasi Halal, memperkuat relevansi produk di pasar mayoritas Muslim.
Kinerja Pasar: Pertumbuhan 4.701% dan Momentum Ramadan
Berdasarkan data EPIC Awards 2026 yang dirilis oleh CNBC Indonesia dan Compas.co.id, usmile mencatat Growth Sales Quantity sebesar 4.701,43% pada akhir 2025, tertinggi di kategori Oral Care.
Lonjakan ini mencerminkan keberhasilan strategi brand dalam menggabungkan:
- Edukasi kesehatan berbasis data
- Influencer marketing melalui kolaborasi dengan Vincent dan Desta
- Momentum musiman Ramadan
- Diferensiasi teknologi produk
Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, menyebut pertumbuhan tersebut sebagai amanah konsumen sekaligus dorongan untuk memperkuat positioning usmile sebagai brand transformasi diri, bukan sekadar perawatan gigi.
Kampanye Ramadan: Integrasi Komersial dan Dampak Sosial
Melalui kampanye “30 Hari Jadi Lebih Baik Bersama usmile, Vincent & Desta”, usmile dan VINDES Corp mengintegrasikan strategi penjualan dengan aksi sosial.
Kolaborasi ini menggandeng Human Initiative sebagai mitra CSR dan Sustaination untuk aspek keberlanjutan lingkungan.
Program sosial akan digelar di TPA Cipeucang, Tangerang Selatan, mencakup:
- Pemeriksaan gigi gratis
- Distribusi sanitary kit ramah lingkungan
Skema partisipasi dilakukan melalui pembelian “Paket Ramadan Oral Care” di official store e-commerce usmile.
Setiap transaksi otomatis dikonversi menjadi donasi.
Strategi ini memperlihatkan model cause-related marketing yang semakin relevan di kalangan konsumen muda yang peduli pada isu sosial dan keberlanjutan.
Momentum Industri Oral Care di Ramadan 2026
Dengan prevalensi keluhan halitosis mencapai 25%, Ramadan menjadi momentum krusial bagi pemain industri oral care untuk mengakselerasi pertumbuhan.
Pendekatan berbasis data, inovasi teknologi, sertifikasi halal, serta integrasi kampanye sosial menjadi kombinasi strategi yang mendorong usmile mencatat pertumbuhan agresif.
Dalam lanskap bisnis yang semakin menuntut relevansi dan nilai tambah, Ramadan 2026 bukan hanya soal konsumsi musiman, tetapi tentang bagaimana brand membangun koneksi emosional dan kepercayaan jangka panjang dengan konsumen Indonesia. (jas)




