Strategi Java Fresh Tembus Pasar Global: Ekspor Buah Indonesia ke 25 Negara
Java Fresh memperkuat posisi Indonesia di peta ekspor buah global dengan menjangkau 25 negara, sekaligus membangun ekosistem agrikultur berbasis dampak sosial yang berkelanjutan/ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Java Fresh memperkuat posisi Indonesia di peta ekspor buah global dengan menjangkau 25 negara, sekaligus membangun ekosistem agrikultur berbasis dampak sosial yang berkelanjutan.
Perusahaan agritech ini menjadi contoh bagaimana integrasi rantai pasok, teknologi, dan pemberdayaan petani mampu mengubah wajah industri hortikultura nasional.
Berangkat dari potensi besar Indonesia sebagai salah satu produsen buah terbesar dunia, Java Fresh hadir sejak 2014 untuk menjawab tantangan klasik sektor agrikultur: fragmentasi lahan, keterbatasan teknologi, hingga akses pasar global yang belum merata.
Dengan pendekatan sistemik, perusahaan ini menghubungkan petani mikro ke pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi di tingkat komunitas.
Co-Founder & CEO Java Fresh, Margareta Astaman, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci pertumbuhan bisnis.
Sepanjang 2025, Java Fresh mencatat ekspor lebih dari 300.000 ton buah segar—sebuah capaian yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi dan distribusi.
Dukungan dari berbagai mitra, termasuk DBS Foundation dan Bank DBS Indonesia, turut mempercepat ekspansi tersebut.
Namun, di balik pertumbuhan itu, tantangan struktural masih membayangi.
Skala lahan petani yang kecil berdampak pada konsistensi pasokan, sementara standar global terkait keamanan pangan dan traceability menuntut adaptasi yang tidak sederhana.
Di sisi lain, keterbatasan teknologi pascapanen membatasi umur simpan buah, sehingga logistik masih bergantung pada jalur udara yang kurang efisien.





