Strategi Cerdas Pasutri Baru Mengatur Keuangan dan Memilih KPR yang Tepat
Rumah Pertama Masih Jadi Prioritas Pasutri Baru
ILUSTRASI - Pinhome bersama Sharia Financial Advisor, Safi Dewi, menggelar sesi online talk show bertajuk “New Chapter, New Home: Financial Hacks for Newlyweds”. Acara ini membahas strategi keuangan dan langkah realistis yang dapat diterapkan pasutri dalam mewujudkan rumah pertama secara berkelanjut
AVNMEDIA.ID - Memiliki rumah pertama masih menjadi salah satu target finansial utama bagi pasangan suami istri (pasutri) baru.
Namun, di tengah dinamika biaya hidup dan komitmen keuangan jangka panjang, kepemilikan rumah membutuhkan perencanaan yang matang agar tidak menjadi beban finansial di kemudian hari.
Menjawab kebutuhan tersebut, platform properti Pinhome bersama Sharia Financial Advisor, Safi Dewi, menggelar sesi online talk show bertajuk “New Chapter, New Home: Financial Hacks for Newlyweds”.
Acara ini membahas strategi keuangan dan langkah realistis yang dapat diterapkan pasutri dalam mewujudkan rumah pertama secara berkelanjutan.
Dana Darurat Wajib Diselesaikan Lebih Dulu
Menurut Safi Dewi, kesiapan finansial menjadi indikator awal sebelum pasutri melangkah ke rencana pembelian rumah.
Salah satu syarat utama adalah kepemilikan dana darurat yang idealnya mencukupi kebutuhan hidup minimal enam bulan.
“Idealnya, dana darurat diselesaikan terlebih dahulu sebelum menabung kebutuhan lain seperti rumah,” jelas Safi.
Selain dana darurat, pasutri juga disarankan telah menyiapkan tabungan uang muka atau down payment (DP), termasuk dana tambahan di luar DP seperti biaya administrasi dan legalitas.
Proteksi dan Tabungan Cadangan Perlu Disiapkan
Kesiapan finansial juga diperkuat dengan adanya rencana cadangan berupa tabungan tambahan, kepemilikan proteksi berbasis prinsip syariah, serta kemampuan menjaga konsistensi menabung untuk tujuan keuangan lain.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keuangan rumah tangga setelah memiliki kewajiban cicilan jangka panjang.
Cicilan Terjangkau Lebih Penting dari Rumah Ideal
Setelah kesiapan finansial terpenuhi, pasutri dapat melanjutkan ke tahap perencanaan kepemilikan rumah.
Safi menekankan pentingnya menyesuaikan pilihan rumah dengan kemampuan finansial secara menyeluruh, bukan sekadar mengejar hunian ideal.
“Tidak harus ideal, yang terpenting kemampuan cicilan tetap terjangkau dan tidak mengganggu pos finansial lainnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan tiga faktor utama yang perlu dipertimbangkan, yakni harga properti, lokasi, serta kesesuaian nominal cicilan dengan kondisi arus kas bulanan.
Data Pinhome Catat Kenaikan Permintaan
Dari sisi pembiayaan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah menjadi opsi yang semakin diminati.
Data internal Pinhome mencatat kenaikan minat KPR Syariah sebesar 4 persen pada Semester I 2025 dibandingkan Semester II 2024.
CEO Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menyebut tren ini mencerminkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap skema pembiayaan yang lebih pasti dan transparan.
“KPR Syariah menawarkan kepastian cicilan, akad yang jelas, serta sistem tanpa bunga, sehingga memberikan rasa aman dalam perencanaan keuangan jangka panjang,” ujar Dara.
Pasutri Diminta Cermat Memilih Skema KPR
Meski menawarkan sejumlah keunggulan, Safi mengingatkan pasutri untuk tetap cermat sebelum mengambil KPR Syariah.
Pemahaman menyeluruh terhadap akad sejak awal, transparansi total harga rumah, serta perhitungan realistis uang muka menjadi hal krusial.
Ia juga menekankan pentingnya memilih bank syariah yang memiliki reputasi baik dan program pembiayaan yang jelas.
Pinhome Sediakan Akses dan Simulasi KPR Gratis
Sebagai bagian dari ekosistem properti digital, Pinhome menyediakan akses ke berbagai pilihan bank syariah dan konvensional terpercaya.
Saat ini, Pinhome telah bermitra dengan lebih dari 25 institusi perbankan, termasuk Bank Muamalat, BSI, dan CIMB Niaga Syariah.
“Pinhome juga menyediakan fitur simulasi KPR serta layanan bantuan pengajuan KPR secara gratis, sehingga calon pembeli dapat memperoleh rekomendasi yang objektif dan sesuai kemampuan finansial mereka,” tutup Dara. (jas)



