Drama Korea No Tail To Tell

Spoiler Episode 8 No Tail to Tell: Kencan di Publik, Eun-ho Genggam Tangan Si-yeol

NO TAIL TO TELL - Karena yakin bahwa Si-yeol tak akan mengingat momen ini, ia membiarkannya berakhir dengan sebuah ciuman—manis sekaligus menyakitkan/ IG @kdramasdiary

AVNMEDIA.IDEpisode 8 drama Korea No Tail to Tell akhirnya membawa penonton ke titik emosional yang lebih jelas.

Setelah drama identitas, rahasia masa lalu, dan konflik supranatural, episode ini menghadirkan momen yang paling ditunggu: kencan publik Eun-ho dan Si-yeol, lengkap dengan adegan menggenggam tangan di depan umum yang sarat makna.

Namun, seperti ciri khas No Tail to Tell, romansa tersebut tetap dibungkus dengan dilema, rasa bersalah, dan ancaman kehilangan.

Pengakuan Eun-ho yang Tak Biasa

Episode ini dibuka dengan pengakuan jujur Eun-ho kepada Si-yeol. Ia mengakui bahwa Si-yeol menarik, tetapi bukan berarti ia benar-benar jatuh cinta.

Eun-ho hanya ingin merasakan pengalaman berpacaran—satu-satunya hal yang belum pernah ia lakukan.

Sikap blak-blakan ini membuat Si-yeol terkejut sekaligus kesal, apalagi ketika Eun-ho dengan santai menyatakan mereka akan berkencan setelah agenda hari itu selesai.

Keputusan Eun-ho ini terasa konsisten dengan karakternya: impulsif, langsung bertindak, dan sering mengabaikan konsekuensi emosional.

Dosa Masa Lalu dan Penebusan Eun-ho

Di sela alur romansa, episode 8 juga memperdalam konflik masa lalu Eun-ho.

Ia mengetahui bahwa Hwang Dong-sik—pria yang ingin ia temui—telah meninggal dunia dalam kondisi tragis.

Dari keluarga Hwang, Eun-ho menyadari bahwa keserakahan dan manipulasi klien lamanya, Chairman Kim, telah menghancurkan hidup pria tersebut.

Merasa bersalah, Eun-ho memaksa Si-yeol menyerahkan seluruh uang yang mereka miliki sebagai bentuk belasungkawa.

Tindakan ini membuat Geum-ho 2.0 mendapatkan kembali sebagian kekuatan spiritual, menandakan bahwa Eun-ho sedang dipaksa “langit” untuk menebus dosa-dosa masa lalunya.

Tak berhenti di situ, Eun-ho bahkan mengancam Chairman Kim agar menyerahkan gedung kantor pusatnya kepada keluarga Hwang—sebuah momen kuat yang memperlihatkan perubahan moral karakter Eun-ho.

Sepak Bola, Uang, dan Awal Kencan

Karena kehabisan uang, Si-yeol memilih satu-satunya cara yang ia kuasai: bermain sepak bola.

Dalam laga uji coba antara tim divisi dua dan tim divisi empat miliknya, kehadiran Si-yeol langsung mengubah jalannya pertandingan.

Aura bintang dan bakatnya kembali membuat Eun-ho terpesona.

Meski pertandingan berakhir imbang akibat permainan kotor lawan, momen ini membuka mata Si-yeol tentang kerasnya kehidupan rekan-rekan setimnya yang harus bekerja paruh waktu demi bertahan hidup.

Dengan meminjam uang dari rekan setim yang lebih berada, kencan pun akhirnya terwujud.

 

Kencan Publik dan Adegan Ikonik di Namsan

Momen paling berkesan di episode ini terjadi saat Eun-ho dan Si-yeol menjalani kencan klasik.

Mereka memasang gembok cinta di Menara Namsan, di mana Eun-ho menuliskan harapannya agar hidup kembali normal—sebuah keinginan yang justru terasa dingin bagi Si-yeol.

Saat makan malam, suasana berubah muram ketika Si-yeol mengungkapkan bahwa status selebritas membuatnya tak pernah bisa menjalani kencan normal, bahkan sekadar bergandengan tangan di depan umum.

Di sinilah kontras mereka terasa tajam: Eun-ho bisa menghapus ingatan, sementara Si-yeol harus hidup dengan konsekuensi setiap kenangan.

Eun-ho Genggam Tangan Si-yeol di Depan Umum

Puncak emosi episode 8 hadir saat Eun-ho menggenggam tangan Si-yeol di tempat umum.

Bagi Si-yeol, ini bukan sekadar gestur romantis, melainkan simbol kehidupan normal yang selama ini tak pernah ia miliki.

Namun kebahagiaan itu dibayangi kenyataan pahit. Si-yeol menolak jika Eun-ho suatu hari menghapus ingatannya.

Ia ingin mengingat Eun-ho, apa pun risikonya. Eun-ho, di sisi lain, memilih mengorbankan perasaannya demi masa depan Si-yeol yang “normal”.

Karena yakin bahwa Si-yeol tak akan mengingat momen ini, ia membiarkannya berakhir dengan sebuah ciuman—manis sekaligus menyakitkan.

Review Episode 8 No Tail to Tell

Episode 8 menjadi titik balik No Tail to Tell. Alur romansa kini terasa lebih jelas dan emosional, tanpa kehilangan lapisan konflik moral dan supranatural.

Karakter Si-yeol juga berkembang signifikan—tak lagi sekadar narsis, tetapi manusiawi, penuh empati, dan rapuh.

Dengan fokus pada kencan publik dan dilema ingatan, episode ini berhasil membuat penonton bertanya: apakah cinta masih berarti jika salah satu pihak tak bisa mengingatnya?

Jika episode-episode awal terasa berantakan, maka di sinilah No Tail to Tell akhirnya menemukan ritme dan emosinya.

Dan ya, genggaman tangan Eun-ho dan Si-yeol mungkin jadi salah satu momen paling menyayat di drama ini sejauh ini. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Film Jadwal Tayang To My Beloved Thief Episode 11: Cara Nonton dan Tanggal Rilis
by Adrian Jasman2026-02-07 09:00:00

Jadwal tayang To My Beloved Thief Ep 11: Tanggal rilis & cara nonton streaming resmi!

image
Film Serial Walid Siap Tayang di Indonesia, Edisi Ramadhan? Thriller Religius Terbaru Viu yang Penuh Konflik Batin
by Adrian Jasman2026-02-06 19:38:03

Serial Walid tayang di Viu mulai 26 Februari 2026. Thriller religius gelap yang siap temani Ramadhan