Drama Korea Spring Fever

Spoiler Episode 6 Spring Fever: Yoon Bom Cemburu, Salah Paham Berujung Ciuman

SCENE - Scene Spring Fever. Tanpa banyak kata, Jae-gyu menarik kembali janjinya untuk menunggu, mendekat, dan mencium Bom. Momen tersebut terasa pantas—bukan karena dramatis, tetapi karena lahir dari kejujuran yang akhirnya terucap/ X @Freena_rosie

AVNMEDIA.IDEpisode 6 drama Korea Spring Fever menjadi salah satu episode paling hidup sejauh ini.

Cerita bergerak cepat, penuh tawa, salah paham, dan emosi yang akhirnya tumpah.

Fokus utama episode ini adalah kecemburuan Yoon Bom, perasaan yang selama ini ia tekan, namun kini tak lagi bisa disembunyikan.

Alih-alih berakhir dengan konflik besar, episode ini justru menggunakan kekacauan untuk membuka jalan menuju kejujuran yang selama ini tertahan.

Percakapan Malam yang Membuka Luka Lama

Episode 6 dibuka tepat setelah momen hening di akhir episode sebelumnya.

Yoon Bom dengan jujur mengatakan pada Jae-gyu bahwa ia tidak bisa melewati batas dengannya. Jae-gyu bertanya apakah Bom berharap bisa melakukannya, dan jawaban Bom tetap tegas: tidak.

Namun di balik ketegasan itu, tersimpan trauma lama.

Bom akhirnya menceritakan sedikit masa lalunya di Seoul.

Dalam kilas balik, seorang pria memaksanya membuka pintu apartemen dengan dalih Bom pernah mengatakan bahwa ia menyukainya.

Kenangan tersebut meninggalkan rasa takut mendalam, terutama karena Bom tahu reputasinya bisa hancur hanya oleh satu kesalahpahaman.

Memahami ketakutan itu, Jae-gyu tidak memaksa.

Ia justru membuat janji mengejutkan: menunggu dua tahun hingga Han-gyul lulus, baru kemudian mereka bisa bersama secara terbuka.

Bom tidak memberi jawaban panjang, namun sikap diamnya menandakan penerimaan.

Yoon Bom Salah Paham Melihat Jae-gyu dengan Perempuan Lain

Keesokan harinya, kecemburuan mulai tumbuh.

Bom tanpa sengaja melihat Jae-gyu duduk bersama seorang perempuan di kafe.

Penonton tahu perempuan itu adalah sosok misterius yang tersimpan di ponsel Jae-gyu sebagai “That Woman”, tetapi Bom tidak memiliki konteks tersebut.

Gestur akrab sang perempuan cukup untuk memicu prasangka.

Bom langsung menyimpulkan bahwa Jae-gyu bersikap dua muka.

Rasa cemburu itu tidak ia luapkan dengan kemarahan, melainkan dengan cara yang lebih diam-diam—namun justru lebih menusuk.

Penampilan Bom yang Membuat Jae-gyu Kabur

Merasa tersakiti, Bom datang ke sekolah dengan penampilan yang sangat memukau.

Transformasi ini bukan sekadar soal gaya, melainkan bentuk perlawanan emosional. Reaksinya pun tak terduga. Begitu melihat Bom, Jae-gyu justru berbalik dan lari, kewalahan oleh perasaannya sendiri.

Sayangnya, reaksi itu kembali disalahartikan Bom sebagai bentuk penghindaran.

Salah paham pun semakin dalam, memperkuat rasa cemburu yang terus mengendap.

 

Kekacauan Kecil

Nuansa komedi menguat ketika gembok rumah Bom macet pada malam hari. Jae-gyu kebetulan lewat, namun alih-alih membantu, ia kembali panik dan pergi.

Yi-joon akhirnya turun tangan dan membantu Bom, memperlihatkan kontras sikap yang semakin membingungkan Bom.

Keesokan harinya, hubungan antarkarakter semakin rumit. Bom mengajak Yi-joon ngopi sebagai bentuk terima kasih. Percakapan mereka berjalan ringan, namun terhenti mendadak saat terdengar kabar ada pencuri di rumah Bom.

Situasi berubah kacau.

Bom mendapati Jae-gyu diborgol polisi. Salah paham demi salah paham membuat Jae-gyu mengejar seorang pria yang ternyata hanya tukang kunci kiriman pemilik rumah.

Akibat kepanikan tersebut, Jae-gyu harus menghabiskan malam di sel tahanan.

Pengorbanan Diam-diam dan Ciuman Penutup

Di balik semua kekacauan, episode ini menampilkan sisi paling tulus dari Yoon Bom. Demi membebaskan Jae-gyu, ia berlutut meminta maaf kepada tukang kunci, membeli beberapa gembok, bahkan meminta bantuan ibunya untuk menyediakan tiket konser sebagai bentuk ganti rugi.

Saat Jae-gyu mengetahui hal itu, ia menyadari betapa besar perasaan Bom padanya. Bom akhirnya mengakui bahwa ia cemburu melihat Jae-gyu bersama perempuan lain. Kesalahpahaman pun terurai.

Tanpa banyak kata, Jae-gyu menarik kembali janjinya untuk menunggu, mendekat, dan mencium Bom.

Momen tersebut terasa pantas—bukan karena dramatis, tetapi karena lahir dari kejujuran yang akhirnya terucap.

Review Singkat Episode 6 Spring Fever

Episode 6 Spring Fever berhasil menyeimbangkan komedi dan emosi dengan rapi. Kecemburuan Yoon Bom bukan ditampilkan secara berlebihan, melainkan melalui reaksi kecil, diam, dan salah paham yang justru terasa manusiawi.

Ciuman di akhir episode bukan sekadar fan service, melainkan titik balik penting dalam hubungan Bom dan Jae-gyu.

Episode ini membuktikan bahwa Spring Fever paling kuat saat membiarkan emosi tumbuh perlahan, lalu meledak di momen yang tepat. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Film Kamu Pasti Baper! Jisoo BLACKPINK dan Seo In Guk Satu Scene di Drakor Boyfriend on Demand, Tayang Q1 2026 di Netflix
by Adrian Jasman2026-01-24 18:00:00

Jisoo BLACKPINK dan Seo In Guk satu frame di drakor Boyfriend on Demand, rom-com Netflix tayang Q1.

image
Film Resmi dari Netflix! Rekap Serial dan Film Tayang di Q4 2026, Ada Take Charge of My Heart di Penghujung Tahun
by Adrian Jasman2026-01-24 16:00:00

Resmi Netflix! Rekap serial dan film Q4 2026, ada Take Charge of My Heart dan judul baru.