Spoiler Episode 3 His & Hers: Kasus Belum Usai, Pembunuhan Kedua Muncul! Anna Tersenyum
Serial thriller Netflix His & Hers - Setelah kasus pembunuhan Rachel yang memanas, episode ini menghadirkan korban kedua, Helen, dan menimbulkan pertanyaan besar soal peran Anna yang mulai tersenyum di tengah kekacauan/ X @BurgerTaxKY
AVNMEDIA.ID - Serial thriller Netflix His & Hers kembali menegangkan dengan Episode 3 yang penuh intrik dan twist emosional.
Setelah kasus pembunuhan Rachel yang memanas, episode ini menghadirkan korban kedua, Helen, dan menimbulkan pertanyaan besar soal peran Anna yang mulai tersenyum di tengah kekacauan.
Ringkasan Episode 3: Drama dan Ketegangan Meningkat
Episode dimulai dengan Anna yang menyatakan bahwa “orang tidak pernah berubah.”
Kilas balik ke masa SMA menunjukkan Catherine yang menjadi bahan ejekan Rachel, Helen, dan Zoe karena ia dianggap outcast, sementara kakaknya memiliki kehidupan sosial yang sempurna.
Anna mencoba menolong Catherine dengan mengundangnya makan siang bersama, tetapi Rachel menipu Catherine untuk meminum minuman bersoda yang dicampur urine.
Catherine marah besar dan menyalahkan Anna, membangun trauma lama yang ikut mempengaruhi karakter Anna saat ini.
Di masa kini, ketegangan terus meningkat. J
im kesal karena Lexy membatalkan kehadirannya secara mendadak dan bersedia mempertimbangkan kembali memberi Anna pekerjaan.
Sementara itu, Jack menemukan pesan-pesan Rachel dan Helen, serta video lama yang menunjukkan mereka bermain BDSM dengan Duffie.
Video ini menimbulkan konflik internal dan menambah kompleksitas misteri.
Priya mulai menyelidiki bukti DNA di kamar mayat dan menemukan jejak sepatu yang tidak sesuai dengan ukuran Duffie, memperkuat ketidakcocokan alibi.
Lexy muncul di studio menjelang siaran dan memaksa Anna keluar, menambah rasa malu dan tekanan psikologis bagi Anna. Semua bukti ini menumpuk, membuat penonton terus menebak siapa pelaku sebenarnya.
Pembunuhan Kedua: Helen Jadi Korban
Puncak episode ini adalah misteri kasus baru, pembunuhan Helen. Jack bergegas ke sekolah setelah mendapat kabar, sementara Anna sudah hadir dan tersenyum menyapanya.
Senyum Anna menimbulkan pertanyaan: apakah ia hanya pengamat di tengah kekacauan atau terlibat secara langsung? Penonton dibuat penasaran karena setiap gerakan Anna kini terlihat mencurigakan.
Sementara itu, Priya terus memantau Duffie dan Jack, menambahkan lapisan investigasi yang rumit.
Jejak-jejak baru, rekaman CCTV di pemakaman anak mereka Charlotte, serta bukti emosional dari trauma masa lalu membuat cerita semakin kompleks dan menegangkan.
Review Episode 3: Kompleks dan Memikat
Episode 3 His & Hers berhasil menjaga tempo dan intensitas cerita. Adegan emosional Anna yang kewalahan dengan tragedi hidupnya menambah kedalaman karakter sekaligus menciptakan ketegangan psikologis.
Serial ini menampilkan banyak red herring, membuat penonton meragukan semua karakter, termasuk kemungkinan Catherine sebagai tersangka utama yang membalas dendam kepada para pembulinya.
Selain itu, kecurigaan Priya terhadap Jack menambah ketegangan internal, membuka kemungkinan konflik di antara tokoh-tokoh utama.
Narasi yang kompleks, plot twist emosional, dan bukti-bukti yang muncul secara bertahap membuat episode ini wajib ditonton penggemar thriller psikologis.
Dengan kombinasi misteri, intrik emosional, dan twist pembunuhan kedua, Episode 3 memperkuat reputasi His & Hers sebagai salah satu miniseri Netflix yang paling menegangkan musim ini.
Penonton dipaksa untuk terus menebak, siapa sebenarnya pembunuh di balik tragedi yang menimpa Rachel dan Helen, serta apa motif Anna yang mulai tersenyum di tengah kekacauan. (jas)



