Spoiler Episode 10 To My Beloved Thief: Konflik Batin Eun-jo ke Yi Yeol Makin Dalam
SCENE DRAMA KOREA - Episode 10 To My Beloved Thief menegaskan bahwa konflik terbesar bukan hanya datang dari istana, melainkan dari hati Eun-jo sendiri/ X @kdrama_menfess
AVNMEDIA.ID - Episode 10 To My Beloved Thief membawa cerita ke fase paling emosional sejauh ini.
Duka mendalam atas kematian Min-jik membuat Eun-jo berada di titik rapuh, sementara perasaannya terhadap Yi Yeol justru semakin rumit dan menyakitkan.
Di tengah balas dendam, rasa bersalah, dan pengorbanan, konflik batin Eun-jo kian tak terhindarkan.
Episode ini bukan hanya soal intrik istana, tetapi juga tentang bagaimana cinta dan kemarahan saling bertabrakan.
Kilas Balik Min-jik dan Janji Yi Yeol
Episode 10 dibuka dengan kilas balik yang mengharukan antara Min-jik dan Yi Yeol.
Dalam percakapan itu, Min-jik mengungkapkan semua pengorbanan Eun-jo demi dirinya.
Dari seorang menteri terhormat hingga jatuh karena melawan Raja, Min-jik menyadari putrinya menanggung beban yang terlalu besar.
Ia mengaku mencintai Eun-jo sepenuh hati dan merasa bersalah atas penderitaan yang harus ia lalui.
Yi Yeol mendengarkan dengan tenang dan berjanji bahwa Eun-jo tidak akan pernah dibiarkan sendirian menghadapi dunia yang kejam.
Duka Berubah Menjadi Amarah Eun-jo
Setelah lompatan waktu, Eun-jo terbangun dengan kenyataan pahit: ayahnya telah meninggal.
Kesedihan itu dengan cepat berubah menjadi kemarahan yang membutakan.
Yakin Raja adalah dalang di balik kematian Min-jik, Eun-jo memilih jalan ekstrem—melepaskan anak panah dari kejauhan sebagai aksi balas dendam.
Namun takdir berkata lain. Panah itu justru melukai Yi Yeol yang melindungi saudaranya.
Eun-jo tidak menyadari siapa yang terkena tembakannya, tapi satu keputusan impulsif itu mengubah segalanya.
Yi Yeol Terluka, Rasa Bersalah Eun-jo Membesar
Jae-i segera menghentikan Eun-jo sebelum situasi semakin tak terkendali.
Ia memperingatkan bahwa amarah hanya akan menghancurkan Eun-jo sendiri.
Sementara kota berkabung atas kematian Min-jik, istana justru tenggelam dalam kebohongan.
Yi Yeol perlahan pulih dari luka panah dan mencoba menemui Eun-jo, namun ia justru ditolak.
Eun-jo merasa tak berdaya, terjebak di antara rasa cinta, dendam, dan keyakinan bahwa tak seorang pun bisa benar-benar melawan Raja.
Ketika penyelidikan dimulai dan Dae-il dijadikan tersangka, Eun-jo hampir mengaku sebagai pelaku.
Namun Jae-i dengan kecerdikannya memutar cerita dan menyelamatkannya dari penangkapan.
Yi Yeol pun mendukung kebohongan itu demi melindungi Eun-jo.
Saat Eun-jo Tahu Yi Yeol yang Terluka
Titik emosional terkuat episode ini terjadi ketika Eun-jo mengetahui bahwa pria yang terkena panahnya adalah Yi Yeol.
Rasa bersalah langsung menghantamnya tanpa ampun. Malam itu, Eun-jo diam-diam menemui Yi Yeol.
Alih-alih menyalahkan, Yi Yeol justru menenangkan Eun-jo dan memastikan bahwa dirinya baik-baik saja.
Sikap lembut ini justru membuat konflik batin Eun-jo semakin dalam—antara cinta yang tak terucap dan dosa yang sulit dimaafkan.
Raja, Halusinasi, dan Kekacauan Istana
Di sisi lain, terungkap bahwa Raja mengalami halusinasi akibat dupa khusus yang dibakar selirnya.
Dalam kondisi tidak sadar, Raja melihat Min-jik sebagai binatang buas dan menembaknya.
Namun setelah terbangun, ia masih tidak menyadari kondisi kesehatannya.
Raja memanggil Dae-il dan menuduhnya merencanakan pembunuhan.
Hukuman berat hampir dijatuhkan, hingga Yi Yeol datang dan dengan berani mengatakan bahwa Rajalah yang bertanggung jawab atas semuanya.
Di saat yang sama, Eun-jo berlari untuk menyelamatkan saudaranya. Kekacauan pun terjadi—dan takdir kembali bermain kejam dengan pertukaran tubuh antara Eun-jo dan Yi Yeol.
Review Episode 10: Emosi Mengalahkan Logika
Episode 10 To My Beloved Thief menegaskan bahwa konflik terbesar bukan hanya datang dari istana, melainkan dari hati Eun-jo sendiri.
Duka, dendam, cinta, dan rasa bersalah bercampur tanpa jeda.
Keputusan Eun-jo menembak Raja terasa manusiawi, tetapi konsekuensinya membuat segalanya jauh lebih menyakitkan.
Hubungan Eun-jo dan Yi Yeol menjadi inti emosional episode ini.
Yi Yeol yang memilih empati alih-alih kemarahan justru membuat luka batin Eun-jo semakin dalam.
Ditambah twist pertukaran tubuh di akhir episode, ketegangan cerita melonjak drastis.
Episode ini tidak berakhir dengan jawaban, melainkan kepanikan.
Eun-jo kini berada di tubuh Yi Yeol, berhadapan langsung dengan Raja yang membunuh ayahnya.
Jika emosinya meledak, kehancuran hanya tinggal selangkah lagi. (jas)



