Sinopsis Episode 3 To My Beloved Thief: Ucapan Eun-jo Buat Yi Yeol Terluka Perasaan
POSTER DRAKOR TO MY BELOVED THIEF - Ucapan tersebut menjadi pukulan telak bagi Yi Yeol. Bagi dirinya, ciuman itu penuh makna dan lahir dari perasaan tulus/ X @kdrama_menfess
AVNMEDIA.ID - Drama Korea sageuk romantis To My Beloved Thief kembali meningkatkan tensi cerita di Episode 3.
Setelah ciuman tak terduga di episode sebelumnya, hubungan Eun-jo dan Yi Yeol justru bergerak ke arah yang lebih rumit.
Alih-alih memperjelas perasaan, satu ucapan Eun-jo malah membuat hati Yi Yeol terluka, sekaligus membuka rangkaian konflik emosional dan politik yang semakin dalam.
Episode 3 berdurasi sekitar 75 menit dan menjadi salah satu episode penting yang menggabungkan romansa, intrik istana, hingga konflik batin para karakter.
Untuk penonton Indonesia, drama ini bisa disaksikan secara legal melalui Rakuten Viki dengan subtitle, termasuk kemungkinan subtitle bahasa Indonesia dari komunitas.
Jam tayangnya sekitar pukul 21.00 WIB, yang hadir setiap hari Sabtu dan Minggu (2 episode tiap weekend).
Eun-jo dan Yi Yeol: Ciuman yang Dianggap Kesalahan
Episode ini dibuka dengan pertemuan kembali Eun-jo dan Yi Yeol.
Yi Yeol berharap momen tersebut akan menjadi kelanjutan dari kedekatan mereka setelah ciuman di malam sebelumnya.
Namun harapannya runtuh ketika Eun-jo dengan gugup menyebut ciuman itu sebagai tindakan impulsif dan meminta maaf.
Ucapan tersebut menjadi pukulan telak bagi Yi Yeol. Bagi dirinya, ciuman itu penuh makna dan lahir dari perasaan tulus.
Sementara Eun-jo, yang masih menyembunyikan identitas aslinya sebagai pencuri bertopeng Gil-dong, sama sekali tidak menyadari betapa dalam luka yang ia tinggalkan.
Ironisnya, Eun-jo juga belum tahu bahwa Yi Yeol sebenarnya adalah Pangeran Agung.
Ia hanya merasakan bahwa pria tersebut memiliki posisi penting di istana, tanpa memahami kekuasaan besar yang ia miliki.
Tanaman Obat Hyeminseo dan Identitas Tersembunyi Yi Yeol
Saat merawat lengan Yi Yeol yang terluka, Eun-jo mengungkap kegelisahannya tentang Hyeminseo, klinik rakyat yang terus kekurangan tanaman obat. Kepeduliannya lahir dari empati terhadap penderitaan rakyat kecil.
Keesokan harinya, gerobak penuh tanaman obat tiba di Hyeminseo. Kabar pun menyebar bahwa bantuan itu datang dari Pangeran Agung.
Eun-jo terkejut dan mengira Yi Yeol—yang ia kenal sebagai rakyat biasa—telah menyampaikan keluhannya kepada sang pangeran.
Penonton tentu tahu ironi besar di baliknya: Yi Yeol adalah Pangeran Agung itu sendiri.
Buku Besar Korupsi dan Dampaknya yang Cepat
Konflik politik istana memanas ketika sebuah buku besar berisi catatan korupsi Kepala Inspektur berpindah tangan dan akhirnya jatuh ke tangan Eun-jo.
Buku ini menjadi senjata berbahaya yang mengancam banyak pihak.
Sebagai Gil-dong, Eun-jo menyerahkan buku tersebut kepada Yi Yeol. Tanpa ragu, Yi Yeol langsung menghadap Raja dan menuntut keadilan.
Ia bahkan menggunakan bahasa keras demi memastikan hukuman dijatuhkan.
Hasilnya mengejutkan: Kepala Inspektur ditangkap, dan tanah rampasan dikembalikan kepada budak serta rakyat jelata.
Dampak yang begitu cepat membuat Eun-jo terpukul—ia tak menyangka aksinya bisa mengubah keadaan secepat itu.
Ancaman Pernikahan dan Segitiga Emosi
Di sisi lain, Eun-jo menghadapi mimpi buruk lain. Ia diketahui telah dijodohkan dengan pria tua berusia sekitar 70 tahun.
Jae-i, yang mengetahui hal ini, berniat melindunginya, tetapi caranya justru kasar dan menyakitkan. Eun-jo merasa ditolak, tertekan, dan semakin terjebak.
Pada malam penuh emosi, Yi Yeol muncul dan menemani Eun-jo.
Dalam suasana hening, ia akhirnya mengungkapkan keinginannya untuk mengejar Eun-jo secara romantis.
Namun momen itu terhenti ketika Jae-i memergoki mereka bersama, memicu ketegangan baru yang menutup episode dengan cliffhanger kuat.
To My Beloved Thief Episode 3 sukses memperdalam konflik emosional karakter utamanya.
Ucapan Eun-jo yang dianggap sepele justru menjadi luka mendalam bagi Yi Yeol, sementara rahasia identitas dan intrik istana terus membayangi.
Dengan romansa yang kian rumit dan ancaman yang semakin nyata, episode ini menjadi fondasi kuat menuju konflik yang lebih besar di episode-episode berikutnya. (jas)



