Sinopsis Episode 3 Drama Korea Pro Bono: Kang Da-wit – Gi-ppeum Kerja Sama di Kasus Anak Lumpuh Menggugat Tuhan
SCENE DRAMA KOREA PRO BONO - Pro Bono bukan sekadar drama hukum, tapi cerita tentang kejatuhan ego dan paksaan untuk benar-benar melayani publik—bukan demi kamera, tapi demi keadilan itu sendiri/ Netflix
AVNMEDIA.ID - Sinopsis Episode 3 Drama Korea Pro Bono.
Episode ketiga Pro Bono menghadirkan kombinasi drama hukum, komedi, dan emosi yang kuat, sekaligus menampilkan sisi lain dari Kang Da-wit saat bekerja sama dengan Gi-ppeum untuk menangani kasus anak lumpuh yang ingin “menggugat Tuhan”.
⚠️ Peringatan: Spoiler Episode 3!
Awal Episode: Skandal dan Realitas Da-wit
Episode dibuka dengan Da-wit mendiskusikan skandal penipuan yang menimpanya bersama Detektif Woo.
Ia terkejut mengetahui penipu Jae-beom sempat menghubungi kantornya.
Kang Da-wit khawatir asistennya, I-na, ikut terlibat dan memasang pengawasan.
Kembali ke tim pro bono, Da-wit masih menunjukkan sisi sombongnya, menolak kasus pro bono demi “kasus bergengsi” untuk perusahaan kaya, yang membuatnya bersitegang dengan Gi-ppeum dan Nan-hui.
Gi-ppeum menilai Da-wit egois, sementara Da-wit menganggap Gi-ppeum hanya anak kaya yang belum merasakan penderitaan nyata.
Gi-ppeum Tunjukkan Cara Kerja Tim Pro Bono
Gi-ppeum mengajari Da-wit bagaimana tim pro bono bekerja:
- Promosi di festival queer dan membuat Da-wit berdandan drag
- Menghadiri konferensi serikat pekerja dengan bantuan jaringan Yeong-sil, pengacara serba bisa tim pro bono
Sementara itu, Jung-in diwawancarai tentang pencapaian barunya.
Ia memasukkan Da-wit yang memberikan pidato klasiknya tentang memperjuangkan rakyat biasa, meski Da-wit merasa aneh karena tidak ada pemeriksaan latar belakang sebelum ia dipekerjakan.
Kasus Anak Lumpuh: Gang-hun Menggugat Tuhan
Kasus baru melibatkan Gang-hun, bocah difabel yang ingin menuntut Tuhan karena kakinya lumpuh.
Awalnya Da-wit enggan, sementara Jun-u mendukungnya.
Da-wit mulai tersentuh ketika Gang-hun mengungkap penyesalannya lahir ke dunia, dan menyadari perjuangan sopir taksinya yang tuli namun bekerja keras.
Gang-hun terus mencoba meyakinkan Da-wit, sementara ibunya So-min, yang menderita depresi dan dulu yatim piatu, merasa bersalah dan menganggap anaknya sebagai hukuman.
Konflik emosional ini membuat tim pro bono terkejut dan tersentuh.
Kerja Sama Da-wit dan Gi-ppeum
Dengan dorongan Yeong-sil, Gi-ppeum memutuskan menangani kasus.
Da-wit ikut setelah Gi-ppeum merumuskan keluhan yang lebih masuk akal: menuntut RS Umum Woongsan, tempat Gang-hun lahir.
Terungkap bahwa kelumpuhan Gang-hun kemungkinan akibat alkohol dan obat-obatan yang dikonsumsi So-min selama kehamilan, dan kehamilan tersebut tidak direncanakan.
Pengacara rumah sakit, Myeong-hun, hadir di persidangan.
Hakim Kim, buta namun tegas, memimpin sidang dengan adil.
Da-wit hampir meyakinkan hakim dengan menyoroti kelalaian rumah sakit, tapi Hakim Kim menyatakan bahwa semua nyawa setara, sehingga kasus ditutup.
Momen Hangat dan Epilog
Untuk menghibur tim, Gi-ppeum mengajak mereka ke toko roti keluarganya.
Orang tuanya tuli, dan ayahnya ternyata adalah sopir taksi yang dulu ditipu.
Da-wit merasa bersalah karena salah menilai latar belakang Gi-ppeum.
Kasus Gang-hun dibawa ke pengadilan banding, di mana Da-wit mengumumkan akan menuntut CEO RS Woongsan untuk membuktikan bahwa semua nyawa diperlakukan sama.
Di epilog, ayah Gi-ppeum diadili dan Da-wit sebagai hakim menyatakan bebas dari hutang karena ditipu, menjadi alasan Gi-ppeum terinspirasi masuk dunia hukum.
Review Episode 3: Dinamika Tim, Emosi, dan Humor
Episode 3 tetap mempertahankan nada ringan dan ritme cepat, sambil menyoroti:
- Dinamika tim pro bono
- Perubahan karakter Da-wit dari arogan menjadi peduli
- Isu sosial dan emosional dalam kasus Gang-hun
Misteri penipuan yang menimpa Da-wit tetap berlanjut, membuat penonton penasaran dengan motif sebenarnya Jung-in dan Jae-beom.
Episode ini menunjukkan keseimbangan sempurna antara hukum, komedi, dan drama emosional, menjadikan Pro Bono semakin menarik. (jas)
Source: The Review Geek



