Riset NTT DATA: AI Perusahaan Terhambat Isu Privasi dan Kedaulatan Data, Ini Dampaknya bagi Bisnis

2026 Global AI Report/ HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.ID -  Penerapan kecerdasan buatan (AI) di perusahaan global tengah memasuki fase baru yang lebih kompleks.

Riset terbaru dari NTT DATA mengungkap bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada kemampuan model AI, melainkan pada infrastruktur data, privasi, dan kedaulatan data yang semakin ketat.

Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan yang semakin lebar antara perusahaan yang sudah merancang ulang arsitektur AI mereka dengan pendekatan kontrol dan kepatuhan regional, dibandingkan perusahaan yang masih mengandalkan sistem lama berbasis aliran data global tanpa batas.

Privasi dan Kedaulatan Data Jadi Tantangan Baru AI Perusahaan

Menurut laporan tersebut, tuntutan terhadap privasi data dan kedaulatan data kini menjadi faktor kunci dalam desain sistem AI modern.

Selama bertahun-tahun, sistem perusahaan dibangun untuk memindahkan data dengan cepat antar cloud, aplikasi, dan lintas wilayah.

Namun, kebutuhan AI saat ini justru menuntut kontrol lebih ketat, termasuk pembatasan lokasi pemrosesan data dan pengaturan yurisdiksi yang jelas.

Kondisi ini membuat model arsitektur lama mulai menunjukkan keterbatasan, sehingga konsep seperti private AI dan sovereign AI menjadi semakin relevan.

Riset NTT DATA: Ada Kesenjangan Kesiapan AI di Perusahaan

Laporan berjudul Global AI NTT DATA 2026: A Playbook for Private and Sovereign AI mengungkap sejumlah temuan penting terkait kesiapan perusahaan dalam menghadapi transformasi AI:

  • Lebih dari 95% perusahaan menganggap private AI dan sovereign AI penting, tetapi hanya 29% yang benar-benar memprioritaskannya dalam jangka pendek.
  • Sekitar 35% Chief AI Officer (CAIO) menyebut kompleksitas integrasi dan pengelolaan AI di lingkungan private atau sovereign sebagai hambatan utama.
  • Hampir 60% pemimpin AI menilai pembatasan data lintas wilayah sebagai tantangan besar.
  • Hanya 38% responden yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap keamanan cloud mereka.

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran terhadap pentingnya AI yang aman dan terkontrol semakin tinggi, implementasinya masih tertinggal jauh.

Private AI vs Sovereign AI: Apa Bedanya?

Riset ini juga menjelaskan perbedaan dua konsep penting dalam ekosistem AI modern.

Private AI berfokus pada perlindungan data perusahaan, pengendalian akses, serta pembatasan eksposur data sensitif.

Sementara itu, sovereign AI menitikberatkan pada kepatuhan terhadap regulasi wilayah atau negara tertentu, termasuk di mana data disimpan, diproses, dan bagaimana sistem AI dioperasikan sesuai aturan yurisdiksi.

Keduanya kini menjadi fondasi penting dalam strategi AI perusahaan, terutama di sektor yang sangat sensitif terhadap data.

 

CEO NTT DATA: AI Butuh Fondasi Arsitektur Baru

CEO sekaligus Chief AI Officer NTT DATA, Abhijit Dubey, menegaskan bahwa perkembangan AI saat ini menuntut perusahaan untuk melampaui sekadar kepatuhan regulasi.

Menurutnya, perusahaan yang berhasil adalah mereka yang mampu membangun fondasi operasional AI lintas pasar dan yurisdiksi sejak awal.

“Perusahaan yang berhasil melangkah lebih jauh dari sekadar kepatuhan regulasi dan mitigasi risiko adalah mereka yang membangun fondasi operasional AI secara strategis,” ujar Dubey.

Lima Pergeseran Besar dalam Era AI Perusahaan

Riset NTT DATA juga mengidentifikasi lima perubahan besar yang akan membentuk masa depan AI perusahaan:

1. AI kini dibatasi infrastruktur, bukan hanya model

AI membutuhkan kontrol lebih besar atas data, komputasi, dan keamanan.

2. Yurisdiksi data menjadi faktor arsitektur utama

Lokasi data menentukan bagaimana sistem AI dirancang dan dijalankan.

3. Kesadaran tinggi, eksekusi masih rendah

Mayoritas perusahaan sadar pentingnya private dan sovereign AI, tetapi belum memprioritaskan implementasi.

4. Kesenjangan kompetitif semakin lebar

Perusahaan yang lebih cepat beradaptasi memiliki keunggulan dalam skala dan kesiapan AI.

5. Ekosistem AI semakin kompleks

Semakin besar kontrol yang diinginkan, semakin tinggi pula ketergantungan pada integrasi lintas sistem.

Masa Depan AI Perusahaan: Antara Kepatuhan dan Keunggulan Kompetitif

Secara keseluruhan, riset ini menegaskan bahwa masa depan AI perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan membangun arsitektur yang sesuai dengan regulasi, lokasi data, dan kebutuhan kontrol yang semakin ketat.

Perusahaan yang mampu merancang ulang sistem sejak awal dinilai akan lebih siap menghadapi lingkungan digital yang teregulasi dan berbasis data sensitif.

Sementara itu, perusahaan yang masih bergantung pada infrastruktur lama berpotensi tertinggal dalam mewujudkan nilai bisnis dari AI secara optimal.

Laporan ini melibatkan hampir 5.000 pengambil keputusan senior di lebih dari 30 pasar dan berbagai industri global, menjadikannya salah satu studi komprehensif tentang arah strategi AI perusahaan saat ini. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Techno Samsung Rilis Odyssey OLED G8 dan G7 di Indonesia, Monitor Gaming 4K 240Hz untuk Gamer Kompetitif
by Adrian Jasman2026-05-23 15:00:00

Samsung Hadirkan Monitor Premium untuk Gaming dan Produktivitas Modern

image
Techno Roblox Kids Meluncur di Indonesia, Akun Anak Kini Punya Pembatasan Konten dan Chat
by Adrian Jasman2026-05-21 14:00:00

Roblox Kids resmi hadir di Indonesia, batasi konten dan chat pengguna di bawah 16 tahun.