Ribuan Fans K-pop Desak Hana Bank Stop Pendanaan Energi Fosil, Soroti Proyek Nikel di Pulau Obi
PERTEMUAN - Sejak diluncurkan pada 9 April 2026, petisi “Hana Bring K-pop Not Coal” telah mengumpulkan lebih dari 1.000 tanda tangan/ HO to Avnmedia.id
Dampak Emisi Jadi Sorotan
Senior Asia Energy Finance Campaigner Market Forces, Binbin Mariana, menilai pembiayaan terhadap proyek tersebut ikut berkontribusi terhadap kenaikan emisi karbon dan tekanan lingkungan.
Menurut dia, emisi karbon Harita meningkat hampir tiga kali lipat, dari 3,74 megaton pada 2022 menjadi 10,87 megaton pada 2024.
Jumlah itu disebut setara dengan hampir 1 persen total emisi Indonesia, atau setara penggunaan sekitar 2,5 juta mobil berbahan bakar fosil selama satu tahun.
Surat Terbuka Pernah Dikirim ke Seoul
Pada Februari 2026, Kpop4Planet bersama 12 basis penggemar K-pop di Indonesia telah mengirimkan surat terbuka langsung ke Hana Bank di Seoul.
Isi surat tersebut meminta bank asal Korea Selatan itu berhenti mendanai perusahaan yang masih bergantung pada PLTU batu bara.
Namun, balasan yang diterima hanya menyebut perusahaan akan mengembangkan kebijakan pengurangan karbon melalui penguatan manajemen risiko terkait batu bara, tanpa peta jalan yang jelas untuk keluar dari pembiayaan tersebut.
Fans K-pop Indonesia Makin Aktif dalam Isu Sosial
Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas penggemar K-pop di Indonesia semakin aktif terlibat dalam isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan.
Salah satu pendukung kampanye ini adalah fanbase My Day and Jars Social Project, komunitas penggemar Day6 dan eaJ yang dikenal aktif melakukan penggalangan dana, donasi korban bencana, serta aksi berbasis komunitas.
Perwakilan fanbase, Nunik, menyebut pendanaan Hana Bank terhadap operasi nikel berbasis batu bara di Pulau Obi mengecewakan banyak penggemar.





