Reality Show Korean Dating Makin Laku! Kok Bisa Ya?
REALITY SHOW - Berakhirnya EXchange 4 di TVING langsung disusul oleh penayangan Single’s Inferno 5 di Netflix, menciptakan apa yang oleh penggemar disebut sebagai “relay dopamin” tanpa jeda/ X @HalfAWreck
AVNMEDIA.ID - Reality show kencan asal Korea Selatan semakin menunjukkan dominasinya di platform streaming global.
Dari yang penuh luka batin hingga sarat godaan, format acara ini terus berevolusi dan sukses mencuri perhatian penonton lintas negara.
Terbaru, berakhirnya EXchange 4 di TVING langsung disusul oleh penayangan Single’s Inferno 5 di Netflix, menciptakan apa yang oleh penggemar disebut sebagai “relay dopamin” tanpa jeda.
Fenomena ini memunculkan satu pertanyaan besar: kenapa reality show Korean dating makin laku dan seolah tak pernah kehilangan penonton?
Dari Patah Hati ke Percikan Chemistry
Berbeda dari reality show kencan Barat yang cenderung frontal, acara kencan Korea menawarkan spektrum emosi yang lebih luas.
EXchange 4, misalnya, mengusung konsep mantan pasangan yang dipertemukan kembali dalam satu rumah.
Mereka dipaksa menghadapi kenangan lama, perasaan yang belum selesai, sekaligus peluang untuk menjalin hubungan baru.
EXchange 4 dan Daya Tarik Emosi yang “Relate”
Kekuatan utama EXchange 4 terletak pada pendekatan emosionalnya.
Penonton tidak hanya disuguhi drama cinta, tetapi juga proses refleksi diri, penyesalan, hingga pertumbuhan personal para peserta.
Hubungan yang ditampilkan terasa dekat dengan realitas kehidupan modern: ambigu, tidak hitam-putih, dan penuh kompromi.
Tak heran jika acara ini disebut sebagai reality show kencan yang “over-immersive”.
Penonton diajak larut dalam dilema peserta—apakah kembali ke masa lalu atau berani membuka lembaran baru.



