Ramai Tren Skinification Oral Care, Dokter Gigi Ungkap Cara Memutihkan Gigi Tanpa Merusak Enamel
drg Zahrah (Malaikat Pencabut Gigi) Saat Tampil di Podcast/ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Tren skinification yang selama ini identik dengan dunia skincare kini mulai merambah ke perawatan gigi atau oral care.
Konsumen tak lagi sekadar mencari pasta gigi yang menghasilkan banyak busa, tetapi mulai memperhatikan kandungan aktif yang dinilai lebih aman untuk menjaga kesehatan sekaligus estetika gigi.
Fenomena tersebut muncul di tengah tingginya biaya perawatan gigi di Indonesia.
Mengacu pada WHO's Oral Health Country Profile 2022 yang dikutip Badan Kebijakan Kementerian Kesehatan RI, rata-rata pengeluaran masyarakat Indonesia untuk perawatan kesehatan gigi mencapai US$1.160, menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.
Besarnya biaya tersebut dinilai menjadi pengingat pentingnya perawatan preventif agar masyarakat tidak harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk tindakan medis.
Dokter Gigi: Gigi Putih Tak Cukup Andalkan Pasta Gigi
Praktisi kesehatan gigi yang dikenal melalui akun TikTok "Malaikat Pencabut Gigi", drg. Zahrah Almira Cita Utami, mengatakan masih banyak masyarakat yang memiliki ekspektasi keliru terhadap pasta gigi pemutih.
Menurutnya, perubahan warna gigi tidak akan hilang apabila kebiasaan yang menjadi penyebab noda masih terus dilakukan.
"Banyak pasien yang datang ke saya dan mengeluhkan mengapa belum ada perubahan meskipun sudah menggunakan pasta gigi pencerah. Kenyataannya, kalau kebiasaan merokok, mengopi, dan makan makanan yang berwarna pekat masih terus dilakukan, stain atau noda di gigi akan tetap menempel dengan kuat," ujarnya.
Ia menyarankan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari untuk meminimalkan perubahan warna gigi.
Salah satunya adalah membilas mulut menggunakan air mineral setelah mengonsumsi kopi, teh, maupun makanan yang meninggalkan noda.
Untuk minuman berwarna, penggunaan sedotan juga dinilai dapat membantu mengurangi risiko diskolorasi pada permukaan gigi.
Selain itu, drg. Zahrah mengingatkan masyarakat agar tidak memilih pasta gigi hanya berdasarkan banyaknya busa.
"Pastikan menggunakan pasta gigi yang memiliki uji laboratorium dan benar-benar mampu membantu mengangkat noda. Kalau setelah perawatan mandiri keluhannya belum membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter gigi," katanya.
Skinification Dorong Konsumen Lebih Peduli Kandungan Produk
Tren skinification oral care membuat masyarakat mulai memperhatikan kandungan aktif pada pasta gigi, sebagaimana mereka memilih produk skincare.
Jika sebelumnya banyak produk mengandalkan bahan abrasif untuk mengikis noda pada gigi, kini mulai berkembang pendekatan berbasis enzim yang diklaim lebih lembut terhadap enamel.
Formulasi tersebut mengombinasikan bahan aktif seperti Papain, Dextranase, dan Lysozyme.
Papain yang berasal dari buah pepaya berfungsi membantu meluruhkan protein penyebab noda pada gigi.
Sementara Dextranase bekerja memecah plak yang menempel di permukaan gigi, sedangkan Lysozyme membantu menjaga keseimbangan bakteri alami di dalam rongga mulut.
usmile Kenalkan Pasta Gigi Berbasis Enzyme Complex
Melihat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi, Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, Michelle, mengatakan konsumen kini semakin memahami pentingnya memilih pasta gigi berdasarkan kandungan, bukan sekadar klaim instan.
Menurutnya, penggunaan bahan abrasif secara berlebihan justru berpotensi mengikis enamel apabila digunakan dalam jangka panjang.
"Apa yang disampaikan drg. Zahrah sangat menggambarkan kondisi saat ini. Konsumen perlu semakin jeli karena pasta gigi dengan busa berlimpah atau bahan abrasif kasar yang diklaim mampu memutihkan secara instan berisiko menggores enamel, yang pada akhirnya dapat meningkatkan biaya perawatan ke dokter gigi," ujarnya.

Sebagai salah satu alternatif, usmile menghadirkan varian Repair White yang menggunakan Enzyme Complex sebagai teknologi utama.
Michelle menjelaskan formulasi tersebut memadukan Papain, Dextranase, dan Lysozyme yang telah melalui pengujian laboratorium untuk membantu mengangkat noda tanpa merusak lapisan pelindung alami gigi.
"Melalui varian Repair White, kami ingin menghadirkan perawatan gigi yang aman, efektif, sekaligus membantu masyarakat menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang," katanya.
Seiring berkembangnya tren skinification di dunia oral care, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal mendapatkan senyum yang lebih putih, tetapi juga menjadi investasi untuk mengurangi risiko perawatan medis yang lebih mahal di kemudian hari. (jas)
- usmile Luncurkan Pasta Gigi Glitter Ungu Pertama di Indonesia, Jawab Rasa Insecure Perempuan soal Tampilan Gigi
- Kenaikan Biaya Medis Bikin Masyarakat Khawatir, Allianz Dorong Evaluasi Proteksi Kesehatan
- Gula Berlebih Picu Gigi Berlubang, usmile Optical White Klaim Lindungi Enamel dengan Dextranase
- Penjualan Melonjak 182% Saat Ramadan, usmile Indonesia Pimpin Brand Oral Care Premium di TikTok Shop





