Profil no na, Girl Group Asal 88rising yang Siap Debut Album island girl, Bawa Indonesia ke Panggung Global

Profil no na, Girl Group 88rising Bawa Indonesia ke Dunia Global

PROFIL - Profil no na, Girl Group Asal 88rising yang Siap Debut Album island girl/ Kolase: AVNMEDIA.ID

AVNMEDIA.ID - no na menjadi salah satu nama yang menarik perhatian di tengah berkembangnya musisi Asia Tenggara di panggung internasional.

Girl group beranggotakan Baila Fauri, Christy Gardena, Esther Geraldine dan Shazfa Adesya ini dikembangkan oleh 88rising dengan membawa identitas Indonesia sebagai bagian penting dari musik dan visual mereka.

Sejak resmi debut pada 2 Mei 2025 lewat single “Shoot”, no na perlahan membangun karakter yang berbeda.

Musik pop dan R&B mereka dipadukan dengan unsur yang dekat dengan Indonesia, mulai dari bahasa, bunyi alat musik tradisional hingga suara yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.

Perjalanan tersebut kini memasuki babak baru. no na dijadwalkan merilis album studio perdana bertajuk island girl pada 18 September 2026 melalui 88rising.

Album berisi 15 lagu ini menjadi ruang bagi no na untuk memperluas konsep yang mereka sebut sebagai Island Pop.

Profil no na

Foto: IG (@nonawav)

Nama grup: no na

Asal: Indonesia

Label: 88rising

Jumlah member: 4 orang

Member: Baila Fauri, Christy Gardena, Esther Geraldine, Shazfa Adesya

Debut: 2 Mei 2025

Genre: Pop, R&B

Konsep musik: Island Pop

Album studio perdana: island girl

Tanggal rilis: 18 September 2026

no na merupakan girl group asal Indonesia yang dibentuk dan dikembangkan oleh 88rising.

Keempat membernya datang dari latar belakang musik dan tari yang berbeda, tetapi kemudian dipertemukan dalam satu proyek untuk membangun grup dengan jangkauan internasional.

Nama no na sendiri terinspirasi dari kata “nona”, yang merujuk pada perempuan muda.

Pemilihan nama tersebut menjadi salah satu bagian dari identitas Indonesia yang mereka bawa sejak awal.

Awal Terbentuknya no na

Perjalanan no na tidak dimulai ketika mereka resmi debut pada 2025.

Sebelum menjadi satu grup, keempat member lebih dahulu memiliki pengalaman masing-masing.

Baila Fauri telah dikenal melalui ajang Indonesian Idol Junior ketika masih muda dan kemudian melanjutkan perjalanan sebagai penyanyi.

Esther Geraldine juga memiliki pengalaman sebagai penyanyi dan pernah mengikuti Indonesian Idol.

Sementara itu, Christy Gardena memiliki latar belakang tari, termasuk ballet dan Latin dance.

Shazfa Adesya juga memiliki pengalaman sebagai dancer dan aktif dalam komunitas dance cover ketika berada di Australia.

Pertemuan awal Baila, Christy dan Shazfa terjadi melalui Head in the Clouds Jakarta pada 2022.

Esther kemudian bergabung sekitar enam bulan setelahnya.

Setelah proses pembentukan dan pelatihan di Jakarta, mereka pindah ke Los Angeles pada 2024 untuk melanjutkan pengembangan sebagai grup.

Perpindahan tersebut menjadi bagian dari proses mereka mempersiapkan diri memasuki industri musik dengan target audiens yang lebih luas.

Debut Lewat Shoot dan Perkenalkan Identitas Indonesia

Foto: IG (@nonawav)

no na resmi debut pada 2 Mei 2025 melalui single “Shoot”.

Sejak karya pertama tersebut, identitas Indonesia sudah menjadi bagian dari presentasi mereka.

Video musik “Shoot” menggunakan lanskap Indonesia, sementara musik dan penampilan no na memperlihatkan perpaduan antara pop dan R&B dengan karakter mereka sendiri.

Kehadiran unsur Indonesia tersebut menjadi penting karena no na tidak membangun citra internasional dengan melepaskan asal-usul mereka.

Justru sebaliknya, Indonesia menjadi salah satu bagian yang terus dibawa dalam karya-karya mereka.

“Shoot” kemudian menjadi pintu masuk bagi no na untuk memperkenalkan empat member kepada pendengar di luar negeri.

Head in the Clouds Jadi Panggung Internasional

Foto: IG (@nonawav)

Tidak lama setelah debut, no na mendapatkan kesempatan tampil di Head in the Clouds Los Angeles pada 2025.

Panggung tersebut menjadi salah satu momen penting karena festival milik 88rising itu mempertemukan mereka dengan audiens musik internasional.

no na juga kemudian tampil di Head in the Clouds New York dan Tokyo dalam perjalanan awal karier mereka.

Pengalaman tampil di festival internasional menjadi bagian dari proses no na membangun identitas sebagai grup yang berasal dari Indonesia tetapi dikembangkan untuk menjangkau pendengar global.

Latar belakang tari Christy dan Shazfa juga ikut membentuk karakter penampilan mereka.

Vokal, harmonisasi dan koreografi kemudian menjadi bagian dari kekuatan performa no na.

Island Girl Jadi Identitas Musik no na

Foto: IG (@nonawav)

Seiring perkembangan grup, no na mulai menemukan konsep yang paling dekat dengan identitas mereka, yaitu “island girl”.

Konsep tersebut berkaitan dengan Indonesia sebagai negara kepulauan.

Dalam wawancara dengan NME, para member menjelaskan bagaimana gagasan tentang perempuan yang berasal dari pulau-pulau di Indonesia berkembang menjadi bagian dari identitas mereka.

NME sendiri menggambarkan no na sebagai grup yang memadukan R&B bernuansa nostalgia dengan akar Asia Tenggara.

Dari konsep tersebut, no na memperkenalkan istilah Island Pop untuk menggambarkan pendekatan musik mereka.

Island Pop memadukan nuansa tropis dari Indonesia dengan berbagai pengaruh musik global.

R&B menjadi salah satu fondasinya, kemudian diperkaya dengan unsur seperti new jack swing, synth-funk dan berbagai warna pop modern.

Dengan konsep tersebut, “island girl” bukan sekadar nama album. Istilah tersebut menjadi cara no na menggambarkan identitas, pengalaman dan perspektif mereka sebagai perempuan Indonesia.

Dari Gamelan hingga Klakson Angkot

Foto: IG (@nonawav)

Salah satu karakter yang paling mudah dikenali dari musik no na adalah keberanian memasukkan elemen Indonesia ke dalam produksi pop mereka.

Dalam lagu “work”, misalnya, terdapat bunyi ceng-ceng. Sementara “rollerblade” menggunakan elemen gamelan dan lirik berbahasa Indonesia.

Kemudian pada “honk!”, no na mengambil suara yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, yakni klakson kendaraan umum.

Elemen tersebut menjadi bagian dari produksi lagu dan sekaligus memperkuat nuansa lokal yang mereka bawa.

Cara tersebut membuat unsur Indonesia tidak hanya muncul dalam busana atau visual.

Bunyi dan bahasa yang mereka gunakan juga menjadi bagian dari musik.

Bagi no na, pengalaman yang sangat dekat dengan kehidupan di Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam karya yang tetap memiliki ruang untuk didengarkan oleh audiens internasional.

Masuk NME 100 2026

Foto: IG (@nonawav)

Perjalanan no na kemudian mendapatkan sorotan dari media musik internasional.

Pada Februari 2026, no na masuk dalam NME 100: Essential Emerging Artists for 2026, daftar tahunan NME yang menyoroti artis-artis pendatang baru dari berbagai negara.

NME menyebut no na sebagai salah satu dari 100 artis yang masuk radar mereka pada 2026.

NME juga secara khusus menyoroti akar Asia Tenggara no na serta perpaduan R&B dengan identitas Indonesia mereka.

Dalam profil April 2026, NME menggambarkan no na sebagai girl group yang membawa Indonesia ke dunia melalui perpaduan musik dan akar budaya mereka.

Masuknya no na dalam daftar tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan mereka sebelum merilis album penuh perdana.

Work hingga Rollerblade Perluas Warna Musik

Foto: IG (@nonawav)

Memasuki 2026, no na semakin memperlihatkan perkembangan warna musik mereka.

“work” menghadirkan energi yang lebih kuat dengan pendekatan R&B dan pop yang lebih dinamis.

Lagu tersebut juga memperlihatkan bagaimana no na dapat menggabungkan karakter modern dengan elemen Indonesia, termasuk penggunaan bunyi ceng-ceng.

Setelah itu, “rollerblade” kembali memperkuat identitas tersebut.

Penggunaan gamelan serta bahasa Indonesia menjadi bagian dari lagu yang tetap dikemas dalam produksi pop modern.

Dua karya tersebut menjadi pengantar menuju konsep yang lebih besar di island girl.

Honk! Jadi Pengantar Album island girl

Foto: IG (@nonawav)

Menjelang album perdana, no na merilis “honk!” pada 2026.

Lagu ini menjadi salah satu contoh paling jelas mengenai cara mereka mengambil inspirasi dari kehidupan Indonesia.

Suara klakson minibus atau angkot dimasukkan ke dalam lagu, sementara keseluruhan konsepnya tetap dikemas dengan karakter pop yang playful.

Dari “work”, “rollerblade” hingga “honk!”, no na menunjukkan bahwa identitas Indonesia dapat hadir melalui berbagai bentuk suara.

Tidak harus selalu berupa instrumen tradisional atau pemandangan alam.

Bunyi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari pun dapat menjadi bagian dari karya musik mereka.

Speaker Freaker The Long Song Buka Dunia island girl

Foto: IG (@nonawav)

Menjelang perilisan album, no na menghadirkan “speaker freaker the long song” pada 11 September 2026.

Karya audiovisual tersebut berdurasi hampir 15 menit dan merangkai delapan lagu dalam satu perjalanan musik dan visual.

Di dalamnya terdapat “rollerblade” dan “work”, serta tujuh lagu dari album yang sebelumnya belum diperdengarkan.

Yang menarik, visualnya kembali membawa no na ke Indonesia.

Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Jakarta dan Yogyakarta.

Lanskap kota, kehidupan sehari-hari dan berbagai elemen budaya Indonesia menjadi bagian dari dunia visual yang dibangun no na.

Tujuh materi baru yang diperkenalkan melalui karya tersebut juga menjadi gambaran awal mengenai dunia yang akan hadir dalam album island girl.

no na Siap Debut Album island girl

Foto: IG (@nonawav)

Setelah melalui perjalanan sejak debut pada 2025, no na akhirnya bersiap merilis album studio perdana island girl pada 18 September 2026 melalui 88rising.

Album ini memiliki 15 lagu dan menjadi proyek penuh pertama no na setelah sebelumnya merilis sejumlah single serta EP Orchids (Lullabies).

Secara musikal, island girl membawa konsep Island Pop yang menjadi identitas no na. Nuansa tropis Indonesia dipadukan dengan R&B, pop dan sejumlah pengaruh musik global.

Dari sisi tema, album ini mengeksplorasi romansa, feminitas, persahabatan, kepercayaan diri serta perjalanan menuju kedewasaan.

Dengan demikian, konsep “island girl” tidak hanya berbicara mengenai asal mereka, tetapi juga pengalaman personal yang dapat memiliki makna lebih luas bagi pendengar.

Daftar Member no na

Foto: IG (@nonawav)

Baila Fauri

Baila Fauri merupakan salah satu member dengan pengalaman sebagai penyanyi sebelum bergabung dalam no na.

Ia pernah mengikuti Indonesian Idol Junior dan kemudian melanjutkan perjalanan musiknya dengan sejumlah karya solo.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi vokal Baila ketika bergabung bersama no na.

Christy Gardena

Christy Gardena memiliki latar belakang yang kuat di dunia tari.

Ia pernah menjalani pelatihan ballet dan juga memiliki pengalaman dalam Latin dance.

Kemampuan tersebut kemudian menjadi bagian dari karakter performa no na, khususnya dalam koreografi dan penampilan panggung.

Esther Geraldine

Esther Geraldine merupakan member yang memiliki pengalaman sebagai penyanyi dan pernah mengikuti Indonesian Idol.

Sebelum bergabung dengan no na, Esther juga telah merilis musik dan menjalani aktivitas sebagai penyanyi.

Ia kemudian menjadi bagian dari formasi empat member no na.

Shazfa Adesya

Shazfa Adesya atau Shaz memiliki latar belakang sebagai dancer dan performer.

Ia pernah aktif dalam komunitas dance cover ketika berada di Australia.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kemampuan performanya bersama no na.

Perjalanan no na Bawa Indonesia ke Panggung Global

Foto: IG (@nonawav)

Sejak awal, no na dibangun dengan identitas Indonesia yang tidak dipisahkan dari perjalanan mereka sebagai grup global.

Baila, Christy, Esther dan Shaz datang dari latar belakang berbeda.

Mereka kemudian dipertemukan melalui proyek 88rising, menjalani pelatihan di Jakarta dan Los Angeles, sebelum akhirnya debut dengan “Shoot” pada 2025.

Setelah itu, panggung internasional, rilisan baru dan sorotan media musik global mulai menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Masuknya no na ke NME 100 2026 juga menempatkan nama mereka dalam daftar artis pendatang baru yang dipantau media musik tersebut.

Namun, perkembangan internasional itu berjalan bersamaan dengan semakin kuatnya identitas Indonesia dalam karya mereka.

Nama no na berasal dari kata “nona”.

“work” menghadirkan bunyi ceng-ceng, “rollerblade” menggunakan gamelan dan bahasa Indonesia, sedangkan “honk!” mengambil suara klakson minibus yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kini, island girl menjadi babak baru bagi no na.

Foto: IG (@nonawav)

Album tersebut merangkum perjalanan mereka dalam menemukan warna musik sekaligus identitas sebagai empat perempuan Indonesia yang berkarier di pasar global.

Melalui Island Pop, no na membawa pengalaman dari Indonesia ke dalam bahasa pop, R&B dan musik modern yang dapat menjangkau pendengar dari berbagai negara.

Dengan perilisan island girl pada 18 September 2026, perjalanan no na dari Indonesia menuju panggung global memasuki fase berikutnya. (tan)

Related News
Recent News
image
Music Deretan 12 Grup K-Pop yang Pernah Debut di Jepang, Tak Hanya Irene & Seulgi Red Velvet, Ada SNSD hingga Hearts2Hearts!
by Intan Thania2026-09-16 22:00:00

Simak Irene & Seulgi Red Velvet debut Jepang, mengikuti jejak TVXQ, TWICE, BTS, IVE, dan lainnya!

image
Music Profil Nana After School yang Rilis Comeback So Well di Hari Ulang Tahunnya
by Nur Jayanti2026-09-15 15:44:42

Simak profil lengkap Nana dan lagu comeback So Well di hari ulang tahunnya