Profil Lamine Yamal, Wonderkid Spanyol yang Pernah Dimandikan Lionel Messi Kini Jadi Lawan di Final Piala Dunia 2026
Biodata, Karier, Prestasi, dan Fakta Unik Lamine Yamal
PROFIL - Profil Lamine Yamal, Wonderkid Spanyol yang Jadi Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026/ Kolase: AVNMEDIA.ID
AVNMEDIA.ID - Profil Lamine Yamal menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari menjelang final Piala Dunia 2026.
Wonderkid Timnas Spanyol itu sukses membawa La Roja melaju ke partai puncak dan dijadwalkan menghadapi Argentina yang dipimpin Lionel Messi.
Laga tersebut bukan sekadar perebutan trofi juara dunia.
Ada kisah unik yang membuat pertemuan keduanya begitu spesial.
Hampir dua dekade lalu, Lionel Messi ternyata pernah menggendong sekaligus memandikan Lamine Yamal saat masih bayi dalam sebuah sesi pemotretan kalender amal Barcelona bersama UNICEF dan harian Sport.
Kini, bayi yang pernah berada di pelukan Messi itu telah tumbuh menjadi salah satu pemain muda terbaik dunia dan siap menantang sang legenda di panggung terbesar sepak bola.
Biodata Lamine Yamal

Nama lengkap: Lamine Yamal Nasraoui Ebana
Tanggal lahir: 13 Juli 2007
Usia: 19 tahun (per Juli 2026)
Tempat lahir: Esplugues de Llobregat, Spanyol
Kebangsaan: Spanyol
Keturunan: Maroko (ayah) dan Guinea Khatulistiwa (ibu)
Tinggi badan: 1,78 meter
Posisi: Sayap kanan
Kaki dominan: Kiri
Klub: Barcelona
Nomor punggung: 10
Tim nasional: Spanyol
Akademi: La Masia
Debut Barcelona: 29 April 2023
Debut Timnas Spanyol: 8 September 2023
Perjalanan Karier Lamine Yamal
.webp)
Lamine Yamal memiliki nama lengkap Lamine Yamal Nasraoui Ebana.
Ia lahir pada 13 Juli 2007 di Esplugues de Llobregat, Spanyol. Ayahnya, Mounir Nasraoui, berasal dari Maroko, sedangkan ibunya, Sheila Ebana, merupakan keturunan Guinea Khatulistiwa.
Meski memiliki latar belakang keluarga multikultural, Yamal memilih membela Timnas Spanyol di level internasional.
Perjalanan sepak bolanya dimulai dari akademi La Masia setelah sebelumnya menimba ilmu di klub lokal CF La Torreta.
Di akademi legendaris milik Barcelona tersebut, bakat Yamal berkembang sangat pesat hingga ia menjadi salah satu prospek terbaik yang dimiliki klub.
Pada 29 April 2023, Yamal menjalani debut bersama tim utama Barcelona saat usianya baru 15 tahun.
Penampilan tersebut langsung mencatatkan sejarah karena ia menjadi salah satu pemain termuda yang pernah tampil bersama tim senior Blaugrana.
Tak butuh waktu lama, Yamal juga mendapat panggilan ke Timnas Spanyol.
Pada 8 September 2023, ia menjalani debut internasional sekaligus mencetak gol, sehingga menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Timnas Spanyol.
Bermain sebagai sayap kanan, Yamal dikenal memiliki kemampuan menggiring bola yang luar biasa, kecepatan, kreativitas, serta kaki kiri yang mematikan.
Ia juga mampu bermain di beberapa posisi lini depan berkat visi bermain dan kemampuan mengolah bola yang matang.
Gaya bermainnya kerap mengingatkan publik kepada Lionel Messi, meski Yamal beberapa kali menegaskan ingin membangun identitasnya sendiri.
Prestasi dan Fakta Menarik Lamine Yamal
.webp)
Meski baru berusia 19 tahun, Lamine Yamal telah mengoleksi berbagai prestasi bergengsi.
Bersama Barcelona, ia turut membantu klub meraih sejumlah gelar domestik, termasuk LaLiga, Copa del Rey, dan Supercopa de España.
Penampilan konsistennya juga membuatnya dipercaya mengenakan nomor punggung 10, nomor ikonik yang pernah dipakai Lionel Messi selama membela Barcelona.
Namanya semakin mendunia setelah menjadi salah satu pemain kunci saat Spanyol menjuarai Euro 2024.
Dalam turnamen tersebut, Yamal memecahkan berbagai rekor sebagai pemain termuda yang tampil, mencetak gol, dan berkontribusi besar membawa La Roja meraih gelar juara.
Performa impresif itu berlanjut di Piala Dunia 2026.
Yamal menjadi salah satu andalan Spanyol sepanjang turnamen dan berperan penting mengantarkan negaranya melaju hingga final untuk menghadapi Argentina.
Di balik sederet prestasinya, ada satu fakta yang terus menarik perhatian publik.
Pada 2007, keluarga Yamal terpilih mengikuti sesi pemotretan kalender amal Barcelona bersama UNICEF dan harian Sport.
Dalam kegiatan tersebut, Lionel Messi yang saat itu masih berusia 20 tahun diminta menggendong sekaligus memandikan bayi Lamine Yamal untuk keperluan sesi foto.
Foto tersebut sempat terlupakan selama bertahun-tahun sebelum kembali viral pada 2024.
Sejak saat itu, banyak penggemar menyebutnya sebagai salah satu foto paling ikonik dalam sejarah sepak bola karena memperlihatkan pertemuan dua generasi yang sama-sama menjadi bintang dunia.
Kini, takdir kembali mempertemukan mereka di final Piala Dunia 2026.
Di satu sisi ada Lionel Messi, legenda yang telah memenangkan hampir seluruh gelar bergengsi dalam kariernya.
Di sisi lain berdiri Lamine Yamal, pemain muda yang digadang-gadang menjadi salah satu wajah baru sepak bola dunia.
Apa pun hasil pertandingan nanti, kisah tentang bayi yang pernah dimandikan Lionel Messi hingga akhirnya menjadi lawan sang legenda di final Piala Dunia akan selalu dikenang sebagai salah satu cerita paling unik dalam sejarah sepak bola.
Pertemuan mereka bukan hanya menjadi perebutan trofi juara dunia, tetapi juga simbol estafet generasi dari salah satu pemain terbaik sepanjang masa kepada bintang muda yang kini tengah bersinar di panggung internasional. (tan)





