Konglomerat 9 Naga

Profil 9 Putri Naga, Sosok Pewaris Para Konglomerat Indonesia

Anak dari Konglomerat 9 Naga

9 NAGA - Profil 9 Putri Naga, Sosok Pewaris Para Konglomerat Indonesia (Foto: Instagram @adindabakrie, @carolineriady, dan @putri_tanjung)

AVNMEDIA.ID - Istilah “9 Naga” sudah lama dikenal masyarakat Indonesia sebagai sebutan bagi sekelompok taipan keturunan Tionghoa yang memiliki pengaruh besar dalam perekonomian nasional.

Meski tidak pernah ada daftar resmi siapa saja yang termasuk di dalam 9 Naga, nama-nama konglomerat besar tersebut kerap disebut sebagai motor pertumbuhan bisnis di Tanah Air.

Konsep 9 Naga ini mulai mencuat sejak era Orde Baru, ketika pemerintah membuka ruang lebih luas bagi sektor swasta untuk berperan dalam pembangunan.

Para pengusaha Tionghoa yang sudah lama berbisnis di Indonesia melihat peluang tersebut dan berhasil memperluas jaringan usaha mereka dengan dukungan regulasi pemerintah hingga menjadi konglomerat.

Seiring waktu, istilah 9 Naga tak hanya menggambarkan kelompok konglomerat sukses, tetapi juga menjadi simbol kekuatan ekonomi yang dianggap mampu memengaruhi kebijakan negara dan arah perekonomian Indonesia.

Kini, mencuat nama-nama putri dari para konglomerat 9 Naga tersebut, yang digadang-gadang akan menjadi penerus perjalanan bisnis.

Lantas, siapa saja putri konglomerat 9 Naga tersebut? Simak informasinya berikut!

Sederet Nama Putri dari Kelompok 9 Naga, Sosok Pewaris Para Konglomerat

1. Jesslyne Widjaja (Direktur Sinarmas Grup)

Jesslyne Widjaja adalah cucu pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja, sekaligus putri Franky Oesman Widjaja.

Ia menempati posisi penting di Golden Agri-Resources Ltd. (GAR), anak usaha Sinar Mas di bidang agribisnis, sebagai Executive Director–Strategic Business Development sejak 2011.

Lulusan UCLA dan Wharton School ini pernah berkarier di Deloitte serta Citi New York sebelum bergabung dengan GAR.

Hingga kini, perusahaan yang berdiri sejak 1996 itu menjadi salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar dengan lahan lebih dari 534 ribu hektare.

2. Adinda Bakrie (Direktur ENRG)

Adinda Andarina Bakrie (lahir 22 Mei 1982) merupakan cucu pendiri Bakrie Group, Achmad Bakrie, sekaligus generasi ketiga penerus usaha keluarga.

Anak pertama pasangan Indra Bakrie dan Dotty Suraida Hidayat yang akrab disapa Dinda itu tak lain tak bukan ialah sepupu ipar dari selebriti Nia Ramadhani, istri Ardi Bakrie.

Dalam kehidupan pribadi, Adinda pernah menikah dengan Seng Ho Ong dan dikaruniai dua anak, lalu bercerai.

Pada 2020, ia menikah lagi dengan pelatih jiu jitsu asal AS, Vinny Di Lucia, dan memiliki seorang putri.

Di luar kehidupan sosialitanya, Adinda saat ini menjabat sebagai Presiden EMP Mining Overseas Pte Ltd, anak perusahaan dari PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), lini usaha Bakrie Group yang bergerak di bidang migas.

3. Elaine Low (Direktur BYAN Grup)

Elaine Low adalah putri bungsu Low Tuck Kwong, pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Tanah Air.

Lulusan magister di Lee Kuan Yew School of Public Policy ini pernah memimpin The Farrer Park Company dan One Farrer Hotel di Singapura.

Elaine Low pernah menjabat sebagai Direktur di Seax, perusahaan penyedia kabel bawah laut di Asia Tenggara, serta Direktur Eksekutif Metis Energy (sebelumnya Manhattan Resources), perusahaan energi terbarukan Singapura.

Walau mundur pada 2022, ia bersama keluarga masih menjadi pemegang mayoritas Metis Energy lewat Kaiyi Investment Pte Ltd dan Energy Resource Investment Pte Ltd yang menguasai lebih dari 61% saham.

4. Caroline Riady (CEO Siloam Hospital Grup)

Caroline Riady merupakan putri dari James Riady sekaligus cucu dari Mochtar Riady, tokoh besar di balik kesuksesan Lippo Group, yang lahir di Jakarta, 11 Desember 1983.

Tempuh sarjana di Wheaton College, Illinois, Amerika Serikat, dengan gelar Bachelor of Arts (BA) di bidang Pendidikan Dasar dan Pengajaran pada 2004, Caroline memulai karier sebagai guru di Lincoln Elementary School District 200, AS.

Setelah dua tahun mengajar, Caroline memutuskan kembali ke Indonesia dan bergabung sebagai dosen di Universitas Pelita Harapan (UPH), kampus swasta yang juga didirikan oleh sang ayah melalui Yayasan Pelita Harapan.

Pada 2012, Caroline dipercaya menjadi Chief Executive Officer (CEO) Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta Barat, hingga 2016, kemudian menduduki posisi Managing Director of Operations, Productivity, and Effectiveness (2016), Vice President Director (2016–2019), hingga akhirnya ditunjuk sebagai CEO Siloam Hospitals Group sejak 2019.

PT Siloam International Hospitals Tbk dikenal sebagai salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 41 cabang rumah sakit dan 25 klinik yang tersebar di berbagai kota.

5. Grace Tahir (Direktur Mayapada Hospital)

Grace Tahir lahir di Jakarta, 11 Desember 1976 dari keluarga konglomerat besar, putri dari pasangan Dato Sri Tahir, pendiri sekaligus pemilik Mayapada Group, dan Rosy Riady, putri dari Mochtar Riady, pendiri Lippo Group.

Saat ini, Grace menjabat sebagai Direktur Mayapada Hospitals, CEO Medico, serta Komisaris Utama PT Maha Properti Indonesia Tbk.

Sebelumnya, ia sempat menjadi direktur di Siloam Hospitals (2003–2008) sebelum melanjutkan karier di Mayapada Hospitals sejak 2008.

Selain aktif di rumah sakit milik keluarga, Grace juga mendirikan Medico, startup manajemen kesehatan, serta dokter.id.

Tak hanya di sektor kesehatan, ia turut mendirikan Everest Media, perusahaan konten yang menghadirkan podcast inspiratif bersama berbagai tokoh publik.

6. Putri Tanjung (Komisaris CT Corp)

Putri Indahsari Tanjung, anak sulung konglomerat Chairul Tanjung, lahir 22 September 1996.

Siapa tak kenal ayahnya? Chairul Tanjung ialah konglomerat pendiri dan pemilik CT Corp, perusahaan yang membawahi Trans Corp, Mega Corp, dan CT Global Resources.

Mega Corp (Bank Mega) menaungi layanan keuangan, seperti perbankan, asuransi, pembiayaan, dan pasar modal.

Trans Corp bergerak di media, gaya hidup, dan hiburan, termasuk Trans TV, Trans 7, Detik, Carrefour, serta bisnis F&B, hotel, travel, dan fashion.

Putri Tanjung memulai bisnis sejak remaja lewat Creativepreneur Event Creator, lalu berkarier di Kreavi dan CXO Media.

Kini, Putri menjabat CEO Trans Digital Lifestyle Group, Chief Experience Officer Allo Bank, serta Komisaris CT Corp.

Ia juga pernah menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi (2019–2024).

Putri menikah dengan Guinandra Jatikusumo pada 2020.

7. Valencia Tanoe (Direktur MNCN)

Valencia Herliani Tanoesoedibjo lahir di Jakarta pada 13 Januari 1993, anak kedua pasangan Hary Tanoesoedibjo, pendiri MNC Group, dan Liliana Tanoesoedibjo.

Pada 24 Maret 2023, Valencia resmi menikah dengan pebulu tangkis nasional, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan dikaruniai seorang putri bernama Avery Victoria Sukamuljo yang lahir pada 8 Januari 2024.

Valencia menempuh Bachelor of Arts di University of Sydney, melanjutkan studi Master of Communication & Management di University of Technology Sydney, serta meraih Executive MBA dari Columbia Business School, New York.

Perjalanan kariernya dimulai sejak 2013–2014 sebagai intern di beberapa perusahaan internasional, seperti Versace, UBS, hingga RCTI.

Usai itu, ia melanjutkan karier di MNC Media, mulai dari Business Development Specialists hingga kini menjabat sebagai Director of Digital Business.

Saat ini, ia juga dipercaya sebagai Direktur MNC Studios International, Managing Director Global TV, serta Managing Director RCTI+.

Valencia pun membangun bisnis pribadi dengan meluncurkan dua brand, yakni Soulyu di bidang kosmetik dan ISAGO untuk perhiasan.

Valencia juga terjun ke politik lewat Partai Perindo, partai besutan ayahnya, yang pada Pemilu 2024, ia maju sebagai caleg dari Dapil DKI Jakarta III.

Namun, langkahnya menuju Senayan belum berhasil karena kalah perolehan suara dari kandidat lain.

8. Fitria Yusuf (Direktur Utama CMNP)

Fitria Yusuf lahir dikenal sebagai sosialita, model, penulis, sekaligus pebisnis, yang lahir di Jakarta pada 9 Desember 1982 sebagai putri sulung pengusaha Jusuf Hamka alias Babah Alun, pemilik emiten jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP).

Sejak kecil Fitria Yusuf menempuh pendidikan di Australia, lalu melanjutkan kuliah di Menlo College, Amerika Serikat, dan GS Fame Institute of Business, Jakarta.

Kariernya dimulai sebagai management trainee di Indomobil (2002) dan Indosiar (2003), kemudian bergelut di bidang pemasaran dan media, termasuk menjadi Fashion Editor Majalah Dewi (2004–2006) dan Executive Director Ivy Boutique (2006–2011).

Fitria Yusuf merupakan Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP), namun telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan sang ayah tersebut sejak Desember 2024.

9. Melisa Tanoko (Direktur CLEO)

Melisa Patricia Tanoko, putri kedua konglomerat Hermanto Tanoko, dipercaya memegang peran penting dalam bisnis keluarga.

Seperti sang kakak, Belinda Natalia Tanoko, ia turut menempati posisi strategis di grup Tancorp.

Sejak pertengahan 2023, Melisa resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), menggantikan Belinda yang sebelumnya memimpin sejak 2016.

Kini, Belinda bersama Hermanto Tanoko duduk sebagai komisaris CLEO.

Perjalanan Melisa tak lepas dari pengalaman masa kecilnya saat krisis moneter 1998.

Demi pendidikan yang lebih baik, Hermanto mengirim kedua putrinya ke Perth, Australia.

Melisa kemudian menempuh pendidikan di St. Hilda's Anglican School for Girls (1998–2001), lalu melanjutkan studi di University of Western Australia.

Ia berhasil meraih gelar ganda, yaitu Bachelor of Science dan Bachelor of Commerce.

Penutup

Kehadiran para putri konglomerat yang kerap disebut sebagai pewaris “9 Naga” menunjukkan bagaimana estafet bisnis keluarga besar di Indonesia terus berlanjut ke generasi berikutnya.

Meski istilah 9 Naga sendiri masih sebatas simbol, kiprah para penerusnya kini menjadi sorotan karena para konglomerat disebut berpotensi menentukan arah bisnis sekaligus perekonomian nasional di masa depan. (apr)

Related News
Recent News
image
Business Perekonomian Indonesia Tumbuh 5,12%, Tapi Ancaman “Vibecession” Mulai Bayangi
by Adrian Jasman2025-08-29 21:25:27

Ekonomi RI tumbuh 5,12% kuartal II 2025, tapi risiko “vibecession” dan tarif AS tekan ekspor.

image
Business Monash University Indonesia Gandeng UGM dan UNJ Perluas Akses Pendidikan dan Riset Global
by Adrian Jasman2025-08-28 15:21:54

Monash Indonesia jalin MoU dengan UGM & UNJ untuk pendidikan, riset, dan penguatan SDM global.