PPN DTP 100% 2026 Diperpanjang, Permintaan Properti Naik dan Ribuan Unit Bebas Pajak Siap Dibeli

Insentif PPN DTP Dorong Minat Beli Properti Sejak Paruh Kedua 20

ILUSTRASI - Ilustrasi kunci rumah. Dari total 53 rumah dinas golongan II yang tercatat di lingkungan Dinas Pendidikan, sebanyak 27 unit dihuni secara ilegal oleh pihak yang tidak berhak/ Pexels

AVNMEDIA.ID -  Perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% hingga 2026 kembali menjadi katalis positif bagi pasar properti nasional.

Data Rumah123 menunjukkan, sepanjang 2025 total permintaan properti baru meningkat 16,8% dibandingkan 2024, dengan lonjakan signifikan mulai terasa sejak Juli 2025.

Pertumbuhan permintaan bahkan mencapai 30% secara bulanan pada Juli 2025 dibandingkan Juni, menandakan respons cepat pasar terhadap kepastian keberlanjutan insentif fiskal ini.

Tren tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan PPN DTP tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga mampu membangun sentimen positif yang berkelanjutan di sektor properti.

Aturan PPN DTP 2026: Rumah hingga Rp2 Miliar Bebas PPN

Perpanjangan PPN DTP 2026 merupakan bagian dari Paket Ekonomi 2025–2026 yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung sektor-sektor strategis, termasuk properti sebagai kontributor penting Produk Domestik Bruto (PDB).

Kebijakan ini ditegaskan melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025, yang berlaku mulai 1 Januari 2026, dengan ketentuan:

  • Hunian dengan harga jual hingga Rp5 miliar tetap mendapat insentif PPN DTP
  • Pembebasan PPN 100% berlaku untuk rumah dengan harga hingga Rp2 miliar

Skema tersebut menjadikan segmen rumah terjangkau kembali sebagai motor utama pertumbuhan transaksi, terutama di tengah kondisi konsumen yang semakin rasional dan selektif.

First-Time Home Buyer Jadi Penggerak Utama Pasar

Berdasarkan riset Rumah123, first-time home buyer masih menjadi kelompok paling responsif terhadap kebijakan PPN DTP.

Sepanjang 2025, pencari properti berusia 18–34 tahun mendominasi 45,5% total permintaan properti baru.

Segmen yang paling diminati adalah rumah dengan harga ≤ Rp2 miliar, dengan pertimbangan utama mencakup:

  • Keterjangkauan harga
  • Aksesibilitas lokasi
  • Kesiapan unit untuk segera dihuni

Menurut Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, perpanjangan PPN DTP ke 2026 memang masih berada pada fase early signal, namun sudah menunjukkan arah pasar yang jelas.

Konsumen kini lebih berhati-hati, tidak hanya terpikat insentif, tetapi juga memperhitungkan kualitas produk dan kesiapan finansial.

 

Supply Siap, Lebih dari 7.000 Properti Eligible PPN DTP

Dari sisi pasokan, pasar properti dinilai cukup siap menyambut momentum 2026.

Rumah123 mencatat, terdapat lebih dari 7.000 listing properti baru dengan harga ≤ Rp2 miliar yang eligible PPN DTP dan berasal dari pengembang resmi.

Kondisi ini dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan supply dan demand, sekaligus memastikan insentif fiskal dapat benar-benar dikonversi menjadi transaksi nyata, bukan sekadar peningkatan minat.

Akses Developer Resmi hingga Layanan KPR Terlengkap

Untuk memaksimalkan manfaat PPN DTP, Rumah123 menghadirkan sejumlah fitur strategis, antara lain:

1. Properti Baru dari Official Developer

Ribuan listing properti baru dari pengembang resmi tersedia dan telah terkurasi sesuai kriteria PPN DTP, memberikan rasa aman dan kepastian legalitas bagi konsumen.

2. Properti Penawaran Khusus

Satu halaman khusus yang menampilkan properti dengan berbagai insentif, mulai dari PPN DTP, DP 0%, bebas biaya, properti di bawah NJOP, hingga aset bank, yang telah difilter agar pencarian lebih efisien.

3. Layanan KPR Terlengkap

Fitur simulasi cicilan, estimasi kemampuan bayar, serta perbandingan suku bunga dari berbagai bank membantu konsumen mengambil keputusan berbasis perhitungan finansial yang matang.

Menurut Head of Brand Communication Rumah123, Bayu Qresna, keputusan membeli rumah membutuhkan keyakinan dan perencanaan jangka panjang.

Insentif PPN DTP 100% dinilai sebagai momentum strategis bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan kepemilikan hunian pertama.

PPN DTP 2026 Jadi Cermin Sentimen Pasar Properti

Lebih dari sekadar stimulus fiskal, perpanjangan PPN DTP 2026 menjadi indikator penting arah sentimen pasar properti Indonesia.

Kombinasi insentif pajak, kesiapan supply, serta dukungan platform digital diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan sektor properti di tengah tantangan ekonomi global.

Bagi pengembang, investor, maupun pemangku kebijakan, tren permintaan ini menjadi referensi strategis untuk membaca preferensi konsumen yang terus berevolusi dan semakin berbasis rasionalitas finansial. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business Walmart Rombak Susunan Dewan Eksekutif, David Guggina Jadi Presiden dan CEO
by Adrian Jasman2026-01-17 13:00:00

Walmart rombak kepemimpinan, David Guggina resmi jadi Presiden & CEO Walmart U.S.

image
Business Gushcloud Indonesia Perluas Jaringan Kreator dan Kolaborasi Strategis! Visinema - Boy William Ikut Terlibat
by Adrian Jasman2026-01-15 21:25:28

Gushcloud Indonesia tambah kreator dan kanal YouTube, perkuat kolaborasi strategis hiburan digital.