Port of Jumanah Resmi Dirilis, Gim Kolaborasi Indonesia–UEA Bawa Tradisi Mutiara ke Dunia Roguelite

Key Visual Port of Jumanah/ HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.ID -  Tradisi penyelaman mutiara berusia ribuan tahun kini hadir dalam format yang jauh lebih modern: gim video.

Studio gim asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Red Dunes Games, bersama pengembang asal Bandung, Indonesia, Agate, resmi meluncurkan Port of Jumanah secara global.

Gim aksi roguelite tersebut sudah tersedia melalui Steam, Epic Games Store, dan PlayStation Store mulai September 2026.

Port of Jumanah menjadi salah satu dari tiga proyek kolaborasi antara Red Dunes Games dan Agate. Dua proyek lainnya dijadwalkan meluncur pada 2027.

Menariknya, gim ini tidak sekadar mengandalkan pertarungan dan eksplorasi. Port of Jumanah membawa pemain masuk ke dunia yang terinspirasi dari sejarah panjang tradisi penyelaman mutiara di kawasan Teluk Arab yang telah berlangsung sejak lebih dari 7.000 tahun lalu.

18 Bulan Dikembangkan di Abu Dhabi dan Bandung

Port of Jumanah dikembangkan selama sekitar 18 bulan dengan melibatkan tim dari Abu Dhabi dan Bandung.

Agate mengerahkan sekitar 20 orang tim inti dalam pengembangan gim tersebut. Namun, jika dihitung secara keseluruhan, lebih dari 60 talenta Indonesia ikut terlibat dalam berbagai bidang produksi.

Mulai dari desain, programming, art, audio, quality assurance (QA), hingga marketing.

Kolaborasi lintas negara tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam membangun dunia Port of Jumanah.

Red Dunes Games membawa konteks budaya dari kawasan Teluk Arab, sementara Agate turut memberikan pengalaman produksi gim dari Indonesia.

Hasilnya adalah sebuah dunia permainan yang mencoba menggabungkan sejarah dan budaya dengan mekanik gim modern.

Jadi Penyelam Mutiara, Lawan Monster Laut

Dalam Port of Jumanah, pemain berperan sebagai Mansour, seorang penyelam yang memiliki misi mencari mutiara sekaligus menghadapi berbagai ancaman di bawah laut.

Perjalanan Mansour bukan cuma soal menyelam dan mengumpulkan harta.

Pemain harus menghadapi makhluk laut, mengumpulkan perlengkapan dan sumber daya, kemudian menggunakan hasil ekspedisi untuk secara bertahap memulihkan Pelabuhan Jumanah.

Di sinilah elemen roguelite mulai terasa.

Setiap ekspedisi menawarkan kondisi yang berbeda. Lingkungan laut, spesies yang ditemui, perlengkapan hingga kemampuan yang tersedia dapat berubah sehingga perjalanan pemain tidak selalu berjalan dengan cara yang sama.

Sumber daya yang berhasil dikumpulkan kemudian bisa digunakan untuk meningkatkan perlengkapan, merekrut kru, membuka kemampuan baru hingga mengembangkan pelabuhan.

Dengan kata lain, semakin jauh pemain menjelajah, semakin besar pula perkembangan dunia Jumanah yang bisa dibuka.

Bukan Cuma Berantem, Ada Humor Juga

Dari sisi gameplay, Port of Jumanah memadukan pertarungan, eksplorasi, narasi dan pengelolaan sumber daya.

Namun, suasananya tidak dibuat terlalu serius.

Dunia penuh warna dan dialog bernuansa humor menjadi salah satu elemen yang membedakan gim ini dari pengalaman petualangan bawah laut yang biasanya lebih gelap atau menegangkan.

Pemain akan menemukan berbagai karakter, fasilitas dan pilihan ketika Pelabuhan Jumanah perlahan kembali hidup.

Pilihan dan perkembangan tersebut kemudian ikut memengaruhi perjalanan ekspedisi berikutnya.

“Kami ingin memadukan eksplorasi, pertarungan, dan perkembangan cerita dalam satu perjalanan yang utuh,” ujar Game Director Agate, Shandhi Sayogo.

Menurut Shandhi, setiap ekspedisi dirancang dengan kondisi berbeda, sementara perkembangan pelabuhan membantu pemain memahami perjalanan Mansour dan dunia Jumanah secara bertahap.

Sudah Dilirik Lebih dari 100 Kreator

Sebelum resmi dirilis secara global, Port of Jumanah sebenarnya sudah lebih dulu diperkenalkan melalui versi demo sejak Mei 2026.

Respons awalnya juga cukup menarik.

Lebih dari 100 kreator dari lebih dari 18 negara telah mendapatkan kesempatan untuk melihat dan memainkan gim tersebut.

Para kreator tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Spanyol, Prancis, Portugal, Ukraina, Korea Selatan dan Polandia.

Eksposur tersebut menghasilkan lebih dari 100.000 tontonan di berbagai platform digital, mulai dari Twitch, YouTube, TikTok hingga Instagram.

Kini, setelah melewati fase demo dan pengenalan kepada komunitas, Port of Jumanah resmi memasuki pasar global.

Harga Rp154 Ribu, Ada Diskon Peluncuran

Untuk gamer Indonesia, Port of Jumanah tersedia dengan harga Rp154.290.

Ada pula diskon peluncuran sebesar 15 persen.

Gim ini dapat dimainkan di PC melalui Steam dan Epic Games Store, serta tersedia untuk PlayStation 5 melalui PlayStation Store.

Menariknya, Port of Jumanah juga mendukung 11 bahasa, yakni Indonesia, Arab, Spanyol, Jepang, Jerman, Prancis, Portugis Brasil, Mandarin, Rusia dan Inggris.

Kolaborasi Agate dan Red Dunes Games ini sekaligus menunjukkan bagaimana cerita dan kekayaan budaya dari kawasan yang berbeda bisa diterjemahkan ke dalam medium gim.

Bukan hanya menjadi latar, tradisi penyelaman mutiara Teluk Arab justru menjadi bagian dari identitas dunia Port of Jumanah.

Kini, giliran pemain yang menyelam ke dalamnya. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Techno 45 Persen Kasus Penipuan Digital di Asia Tenggara Belum Terselesaikan, Kepercayaan Digital Terancam
by Adrian Jasman2026-09-10 12:01:00

GSMA ungkap 45 persen kasus penipuan digital ASEAN belum selesai, ancam kepercayaan ekonomi digital.

image
Techno Samsung Research Kembangkan Health Foundation Model untuk Baca Sinyal Tubuh
by Adrian Jasman2026-09-04 16:00:00

Samsung Research kembangkan health foundation model untuk ubah data wearable jadi insight kesehatan.