Penjelasan Momen Jahat dan Emosional di Episode 9–10 IDOL I, Terungkap Manipulasi Sisi Perusahaan
SCENE IDOL I - Alih-alih mencari kebenaran, CEO Geum tampak lebih ingin menyelesaikan masalah dengan cara paling aman bagi perusahaan dan reputasi industri hiburan/ X @foreversyc
AVNMEDIA.ID - Drama Korea IDOL I kembali memanas di episode 9 dan 10.
Dua episode ini menjadi titik krusial yang membongkar sisi gelap industri hiburan, terutama praktik manipulasi perusahaan dan media, sekaligus menghadirkan momen emosional yang memperdalam konflik antarkarakter.
Lewat alur cerita yang semakin tajam, IDOL I menyoroti bagaimana idol bisa menjadi korban sistem, meski mereka berusaha bertindak jujur dan profesional.
Berikut penjelasan momen paling jahat dan emosional di episode 9–10 IDOL I.
Manipulasi Laich Entertainment, Woo Seung Jadi Kambing Hitam
Salah satu momen paling mengejutkan di episode 9–10 IDOL I adalah terungkapnya manipulasi Laich Entertainment terhadap Woo Seung (Ahn Woo Yeon).
Penonton akhirnya mengetahui bahwa Woo Seung memang sempat bernegosiasi dengan Laich atas nama Do Ra Ik (Kim Jae Yeong), namun motif di balik tindakannya jauh dari kata pengkhianatan.
Melalui kilas balik yang disampaikan CEO Goldie Entertainment, terungkap bahwa Woo Seung bertindak karena keputusasaan.
Ia hanya ingin Gold Boys mendapat satu kesempatan terakhir untuk merilis album baru—sesuatu yang telah ditolak mentah-mentah oleh manajemen mereka sendiri.
Fakta pahitnya, Woo Seung tidak melanggar kontrak eksklusif. Laich Entertainment justru merekam potongan percakapan, mengeditnya secara selektif, lalu memelintir narasi untuk kepentingan bisnis.
Dalam skema ini, Woo Seung berubah dari idol loyal menjadi “pengkhianat” di mata publik.
Episode ini menegaskan pesan keras IDOL I: di industri hiburan, kekuasaan perusahaan sering kali mengalahkan kebenaran.
Media Gosip dan Bisnis Kebohongan: Serangan ke Maeng Se Na
Sisi gelap lain yang disorot IDOL I adalah praktik jurnalisme tabloid.
Melalui situs gosip fiktif Gossip Facts, drama ini memperlihatkan bagaimana berita palsu dan framing jahat diproduksi demi klik dan trafik.
Di episode 9–10, seorang penulis Gossip Facts dengan sengaja menargetkan Maeng Se Na (Sooyoung SNSD) setelah artikelnya tentang Do Ra Ik dipaksa diturunkan.
Dua artikel bermuatan fitnah pun diterbitkan.
Yang pertama menyiratkan Do Ra Ik dan Maeng Se Na tinggal bersama, dengan framing tidak etis karena Se Na adalah kuasa hukum Ra Ik.
Artikel kedua bahkan lebih kejam: mengungkap latar belakang keluarga Maeng Se Na sebagai anak seorang pembunuh.
Dampaknya langsung terasa. Massa penggemar yang terprovokasi menyerbu kantor Maeng Se Na dan melempar light stick ke arahnya.
Adegan ini menjadi kritik tajam terhadap budaya konsumsi gosip, di mana publik ikut berperan dalam melanggengkan kekerasan simbolik terhadap figur publik.
Do Ra Ik Tegaskan Perasaan, Bukan Sekadar Rasa Terima Kasih
Di tengah kekacauan, episode 9–10 juga menyuguhkan momen emosional yang kuat.
Salah satunya ketika Do Ra Ik akhirnya memperjelas perasaannya terhadap Maeng Se Na.
Setelah Jae Hee (Park Jeong Woo) dirawat di rumah sakit, ketiganya—Do Ra Ik, Maeng Se Na, dan Chung Jae (Kim Hyun Jin)—terlibat dalam makan malam yang canggung.
Saat Maeng Se Na pergi sejenak, Chung Jae memperingatkan Do Ra Ik agar tidak salah menafsirkan kebaikan Se Na sebagai cinta.
Namun Do Ra Ik menolak ambiguitas.
Ia dengan tegas menyatakan bahwa perasaannya pada Maeng Se Na bukan sekadar rasa terima kasih.
Kejujuran ini menjadi salah satu momen paling kuat dan dewasa dalam perkembangan karakternya.
Kencan Sunyi yang Penuh Makna: Sekolah Lama dan Akuarium
Momen emosional lainnya hadir lewat kencan tak resmi Do Ra Ik dan Maeng Se Na.
Ketika Se Na bertanya apa yang akan dilakukan Ra Ik jika bisa hidup sebagai orang biasa selama sehari, jawabannya sederhana namun menyentuh.
Do Ra Ik mengajak Maeng Se Na ke sekolah menengah pertamanya—tempat yang melambangkan masa ketika ia belum menjadi idol.
Adegan ini terasa intim karena Ra Ik seolah membuka bagian hidup yang selama ini tertutup dari siapa pun.
Kencan itu berlanjut ke akuarium, yang ternyata merupakan pengalaman pertama Do Ra Ik.
Melihatnya terpukau seperti anak kecil menjadi pengingat pahit bahwa masa kecilnya telah direnggut oleh sistem pelatihan idol yang keras.
Menjelang Akhir, Konflik IDOL I Kian Gelap
Sementara itu, karakter Kwak Byeong Gyun (Jung Jae Kwang) menunjukkan kemerosotan moral yang semakin dalam.
Rencananya menggabungkan kasus Woo Seung dan Jae Hee untuk menjebak Do Ra Ik sebagai pelaku kejahatan menandai titik tanpa kembali.
Dengan hanya dua episode tersisa, IDOL I kian menegaskan posisinya sebagai drama yang tak hanya mengandalkan romansa, tetapi juga kritik sosial terhadap industri hiburan, media, dan kekuasaan perusahaan. (jas)



