DRAMA KOREA

Penjelasan Ending Pro Bono! Tawaran Suap Dr Oh ke Da-wit Berbuah Petaka

SCENE DRAKOR PRO BONO - Da-wit belajar bahwa mendengar suara korban jauh lebih penting daripada status, jabatan, atau kekuasaan/ X @kdramacokr

AVNMEDIA.ID -  Drama Korea Pro Bono akhirnya menutup perjalanannya lewat episode 12 dengan ending yang tajam, emosional, dan penuh kritik sosial.

Salah satu momen paling menentukan ada pada tawaran suap Dr Oh kepada Da-wit, yang justru menjadi bumerang dan menyeret banyak tokoh ke jurang kehancuran.

Lantas, bagaimana sebenarnya penjelasan ending Pro Bono?

Berikut ulasan lengkapnya.

Tawaran Suap Dr Oh: Ambisi yang Salah Sasaran

Di episode terakhir, Dr Oh tampil percaya diri sebagai sosok “penengah” yang mengaku bekerja demi kepentingan negara.

Ia menawarkan jabatan strategis di ranah kehakiman kepada Da-wit, dengan harapan sang pengacara muda mau menutup mata terhadap kasus besar yang sedang berjalan.

Bagi Dr Oh, kekuasaan bisa dibeli.

Namun ia salah menilai Da-wit.

Alih-alih menerima tawaran tersebut, Da-wit justru menjadikan momen ini sebagai senjata pamungkas.

Rekaman percakapan Dr Oh yang berisi upaya suap diputar di persidangan, membuka wajah asli kekuasaan yang selama ini bersembunyi di balik moralitas palsu.

Dr Oh Jatuh, Shin dan Jang Terseret

Tawaran suap itu menjadi titik balik. Jang akhirnya mengaku telah menyuap Shin demi vonis bebas, sementara Shin tak lagi bisa berlindung di balik jabatannya.

Penyelidikan internal pun berujung pada penangkapan Shin.

Dr Oh sendiri memang lolos dari jerat penjara, tetapi dipaksa keluar dari firma hukum dan kehilangan pengaruh yang selama ini ia banggakan.

Kekuasaan yang ia bangun lewat intrik dan kompromi runtuh dalam satu sidang.

 

Da-wit Menolak Kekuasaan, Memilih Nurani

Meski tampil sebagai pemenang di ruang sidang, Da-wit justru mengalami konflik batin.

Ia menyadari sistem hukum tetap bisa menindas korban, bahkan setelah kebenaran terungkap.

Ketika firma hukum tempatnya bekerja malah menerima Bilton Chemicals, perusahaan yang dituduh merugikan bayi lewat produk popok beracun, Da-wit mengambil keputusan besar: pergi.

Ia meninggalkan jabatan, kenyamanan, dan ambisi karier, lalu membawa tim Pro Bono untuk mendirikan firma hukum pro bono independen yang benar-benar membela korban, bukan kekuasaan.

Makna Ending Pro Bono: Kemenangan Bukan Segalanya

Ending Pro Bono menegaskan bahwa keadilan tidak selalu soal menang atau kalah.

Da-wit belajar bahwa mendengar suara korban jauh lebih penting daripada status, jabatan, atau kekuasaan.

Pesan ini diperkuat lewat narasi penutup: akan selalu ada orang-orang yang kalah dalam sistem, sekeras apa pun mereka berjuang. Namun setidaknya, kini mereka tidak sendirian.

Dengan menjadikan tawaran suap Dr Oh sebagai pemicu kehancuran, Pro Bono menutup ceritanya secara berani dan relevan.

Drama ini bukan hanya menyajikan konflik hukum, tetapi juga kritik tajam terhadap sistem yang kerap berpihak pada yang berkuasa.

Ending ini terasa pahit, realistis, namun memuaskan—menjadikan Pro Bono sebagai salah satu drama hukum yang layak diingat. (jas)

 

 

Related News
Recent News
image
Film Profil Fukushi Sota, Aktor Jepang Perankan Hiro di Can This Love Be Translated? Sempat Dilabeli Aktor Sayap Kanan
by Adrian Jasman2026-01-17 23:42:22

Fukushi Sota, aktor Jepang perankan Hiro di drama Korea Can This Love Be Translated?

image
Film Spoiler Episode 7 Can This Love Be Translated? Do Ra-mi Mengambil Peran!
by Adrian Jasman2026-01-17 21:46:09

Spoiler Episode 7 Can This Love Be Translated? Drama memanas, Do Ra-mi hadir beri twist besar.