Penggemar K-pop Indonesia Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan Batu Bara, Bawa G-Dragon & An Yu-jin ke Indonesia
CAMPAIGN - Juru Kampanye Dayeon Lee dan Nurul Sarifah/ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Puluhan ribu penggemar K-pop Indonesia bersatu menuntut Hana Bank menghentikan pendanaan untuk proyek nikel berbasis PLTU batu bara di Pulau Obi, Maluku Utara.
Aksi ini dilakukan melalui surat terbuka yang dikirim ke kantor pusat Hana Bank di Seoul pada 2 Februari 2026 oleh 12 klub penggemar K-pop, termasuk basis penggemar G-Dragon, Big Bang, dan Blackpink.
Dalam surat tersebut, penggemar mengkritik Hana Bank yang terus memberikan dukungan keuangan kepada Grup Harita, perusahaan yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 1,6 GW di Pulau Obi, meskipun sebelumnya Hana Financial Group menyatakan akan menghentikan pembiayaan untuk proyek berbasis batu bara pada 2021.
Sejak 2018, Hana Bank tercatat telah menyalurkan US$ 84 juta ke Grup Harita, menurut laporan Market Forces.
Para penggemar menekankan bahwa Pulau Obi, yang dulunya hijau dan subur, kini mengalami degradasi lingkungan parah, membuat masyarakat setempat kesulitan mengakses air bersih.
Emisi karbon tahunan dari proyek ini diperkirakan mencapai 10,87 MtCO2e pada 2024, hampir 1% dari total emisi Indonesia, dan bisa meningkat drastis seiring rencana ekspansi Harita.
Dukungan finansial Hana Bank disebut penggemar secara tidak langsung memperkuat “bom gas rumah kaca”.
Kampanye yang mereka usung diberi nama “Hana, Bring K-pop Not Coal”.
Peserta menuntut Hana Bank:
- Menghentikan pendanaan Grup Harita selama masih mengandalkan PLTU batu bara;
- Mengecualikan investasi di perusahaan yang membangun atau memperluas bisnis berbasis batu bara;
- Menetapkan kebijakan pendanaan iklim yang tegas.
Nurul Sarifah, juru kampanye KPOP4PLANET di Indonesia, menegaskan:
"Tanpa generasi mendatang, Hana Bank tidak akan bertahan. Mereka harus menafsirkan kebijakan pendanaan iklim secara nyata, bukan sekadar promosi dengan selebriti."
Penggemar menekankan bahwa kolaborasi Hana Bank dengan bintang K-pop seperti G-Dragon dan An Yu-jin harus menjadi kesempatan untuk menciptakan perubahan yang bermakna, bukan sekadar strategi pemasaran.
Cinta, organizer ZeroBaseOne Indonesia, menambahkan bahwa ketika aktivitas industri tetap berlangsung di tengah krisis lokal, ini soal ketimpangan kekuasaan dan tanggung jawab.
"Dukungan finansial tanpa perubahan nyata berarti membiarkan kerusakan lingkungan terus berlangsung," ucapnya.
Kampanye ini telah mendapat dukungan lebih dari 280.000 penggemar Indonesia dan berjanji akan terus berjalan sampai Hana Bank menghentikan pendanaan batu bara dan memperkuat kebijakan iklimnya.
Penggemar menegaskan bahwa membawa K-pop ke Indonesia alih-alih batu bara akan menjadi langkah strategis dan berkelanjutan bagi Hana Bank sebagai lembaga keuangan global. (jas)



