Olivia Rodrigo Kenakan Brand Palestina, Sampaikan Dukungan untuk Palestina Lewat Fashion
Olivia Rodrigo Dukung Palestina Lewat Fashion Brand Palestina
Olivia Rodrigo Memamerkan Gaun dengan Brand asal Palestina / Foto: royanews.tv
AVNMEDIA.ID - Olivia Rodrigo kembali mencuri perhatian publik lewat pilihan fashion-nya.
Penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat itu tampil mengenakan gaun custom dari Nöl Collective, label fashion asal Palestina, dalam konferensi pers menjelang festival musik Daisy Chain Fields di Irvine, California, Amerika Serikat.
Gaun yang dikenakan Olivia Rodrigo tersebut menjadi sorotan karena menggabungkan desain modern dengan tatreez, teknik bordir tradisional Palestina.
Pilihan busana itu membuat unsur budaya Palestina terlihat dalam penampilan Rodrigo sekaligus membawa karya label asal Ramallah tersebut ke perhatian publik internasional.
Menurut Vogue, Rodrigo mengenakan mini dress custom berwarna merah muda pucat yang dibuat oleh Nöl Collective.
Gaun tersebut dihiasi bordir tatreez yang dikerjakan dengan tangan. Motif burung dan rangkaian bunga daisy menjadi detail utama pada bagian busana tersebut.
Motif tersebut juga memiliki keterkaitan dengan nama dan tema Daisy Chain Fields yang mengedepankan solidaritas, persatuan, serta pemberdayaan perempuan.
Rodrigo melengkapi penampilannya dengan sepatu Mary Jane berwarna burgundy dari Gucci serta kalung yang terinspirasi dari Lilith Fair.
Pilihan tersebut semakin menghubungkan penampilan Rodrigo dengan konsep festival yang ia dirikan, sekaligus memberikan sentuhan personal pada busana yang dikenakannya.
Nöl Collective, Brand fashion dari Palestina
Nöl Collective merupakan label fashion yang berbasis di Ramallah, Palestina. Brand tersebut didirikan oleh desainer Palestina-Amerika, Yasmeen Mjalli, dan dikenal karena menggabungkan desain kontemporer dengan teknik kerajinan tradisional Palestina.
Nöl Collective bekerja dengan bengkel jahit yang dikelola keluarga, studio pengrajin, serta koperasi perempuan di Palestina.
Label ini juga menggunakan berbagai teknik tradisional, termasuk tatreez, tenun tangan, dan pewarnaan alami dalam proses kreatifnya.
Bagi Nöl Collective, kerajinan bukan sekadar elemen dekoratif dalam pakaian. Tradisi tersebut menjadi bagian dari cerita mengenai masyarakat, budaya, dan identitas Palestina.
Karena itu, penggunaan karya Nöl Collective oleh figur publik seperti Olivia Rodrigo turut memberikan ruang bagi kerajinan Palestina untuk dikenal oleh audiens yang lebih luas.
Tatreez Jadi Elemen Penting
Salah satu hal paling mencolok dari gaun Olivia Rodrigo adalah penggunaan tatreez. Teknik bordir tersebut merupakan bagian dari warisan budaya Palestina dan telah diwariskan antargenerasi.
Dalam gaun Rodrigo, tatreez hadir melalui motif burung serta rangkaian bunga daisy yang saling terhubung.
Detail tersebut bukan hanya mempercantik busana, tetapi juga memberikan identitas budaya yang kuat pada desain Nöl Collective.
Dengan mengenakan gaun tersebut di hadapan media internasional, Rodrigo turut membawa perhatian terhadap seni bordir tradisional Palestina dan label yang bekerja dengan para pengrajin di sana.
Sejumlah laporan mengenai penampilan tersebut juga mengaitkan pilihan Rodrigo mengenakan Nöl Collective dengan kepeduliannya terhadap Palestina.
Pilihan gaun tersebut hadir di tengah perhatian terhadap advokasi publik Rodrigo terkait Palestina dan isu kemanusiaan di Gaza.
Meski demikian, pilihan busana tersebut tidak secara otomatis dapat disebut sebagai pernyataan politik resmi dari Rodrigo.
Fakta yang dapat dikonfirmasi adalah Rodrigo memilih mengenakan rancangan custom dari brand Palestina Nöl Collective dengan detail tatreez tradisional Palestina.
Makna dukungan yang lebih luas dapat dilihat dalam konteks rekam jejak advokasi Rodrigo dan karakter busana tersebut.
Olivia Rodrigo dan Daisy Chain Fields
Penampilan tersebut berlangsung menjelang Daisy Chain Fields, festival musik yang didirikan dan dikurasi oleh Olivia Rodrigo. Festival perdana itu digelar pada 29 Agustus 2026 di Great Park, Irvine, California.
Daisy Chain Fields menghadirkan deretan musisi perempuan lintas generasi, termasuk Chappell Roan, Doechii, Mitski, Bikini Kill, Garbage, The Breeders, Sarah McLachlan, dan Stevie Nicks.
Festival tersebut dirancang bukan hanya sebagai pertunjukan musik, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas dan mendukung berbagai isu yang berkaitan dengan perempuan dan anak perempuan.
Sebelum festival berlangsung, Rodrigo mengumumkan komitmen donasi sebesar US$10 juta kepada 10 organisasi nonprofit yang mendukung perempuan dan anak perempuan.
Setelah festival berlangsung, Melinda French Gates kemudian berkomitmen mencocokkan dana tersebut sehingga total donasi mencapai US$20 juta.
Dana tersebut ditujukan kepada berbagai organisasi yang bergerak di bidang kesehatan perempuan, hak reproduksi, kesehatan maternal, pemberdayaan ekonomi, serta isu lain yang berkaitan dengan kesejahteraan perempuan dan anak perempuan.
Pilihan Olivia Rodrigo mengenakan brand Palestina Nöl Collective akhirnya menjadi salah satu aspek menarik dari rangkaian Daisy Chain Fields.
Di tengah festival yang membawa tema solidaritas dan pemberdayaan, gaun tersebut menghadirkan dimensi lain melalui budaya Palestina.
Fashion dalam konteks ini tidak hanya berbicara mengenai merek, warna, atau desain.
Melalui Nöl Collective dan tatreez, sebuah pakaian juga dapat membawa cerita mengenai tradisi, pengrajin, komunitas, dan identitas budaya.
Bagi publik yang sebelumnya mungkin belum mengenal Nöl Collective, penampilan Rodrigo menjadi pintu masuk untuk mengetahui lebih jauh mengenai label tersebut dan kerajinan Palestina yang menjadi bagian dari desainnya.
Sorotan terhadap gaun itu juga menunjukkan besarnya pengaruh fashion selebritas dalam memperkenalkan desainer dan budaya tertentu kepada audiens global.
Ketika seorang bintang pop seperti Olivia Rodrigo mengenakan karya dari label Palestina, perhatian publik kemudian meluas dari penampilan sang penyanyi menuju brand dan tradisi yang berada di balik busana tersebut.
Dengan memilih karya dari Nöl Collective, Rodrigo memberikan panggung internasional kepada sebuah label Palestina sekaligus membuat tatreez kembali menjadi pusat perhatian dalam budaya pop global. (san)





